<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058</id><updated>2011-08-03T12:48:54.414+07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Skripsi &amp; Tesis Pertanian Agribisnis &amp; Agronomi</title><subtitle type='html'>Referensi berupa contoh tesis, skripsi, PERTANIAN AGRIBISNIS, AGRONOMI TERLENGKAP dalam bentuk file-file yang sudah jadi dan LENGKAP, dan semua itu diberikan secara GRATIS</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>115</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-5727743683661379643</id><published>2008-04-19T17:33:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:33:59.434+07:00</updated><title type='text'>Analisis Perbedaan Pendapatan Petani Sistim Tanam Tabela Dengan Sistim Tanam Pindah Di Kabupaten  Bangkalan … (112)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Indonesia merupakan negara agraris yang banyak menyandarkan kehidupan pada kebutuhan masyarakatnya dari sektor pertanian. Oleh karena itu pembangunan pertanian merupakan syarat mutlak untuk melaksanakan pembangunan perekonomian negara. Pembangunan pertanian bertujuan untuk mempertinggi produksi dan pendapatan petani sebagai langkah yang terarah untuk mencapai kemakmuran. Pembangunan pertanian dilakukan melalui suatu usaha dengan strategi yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui suatu program peningkatan pendapatan petani. Hal ini disebabkan pendapatan masyarakat di sektor pertanian masih rendah. Padahal sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja di sektor pertanian (Soehardjo dan Patong, 1993 : 2).
Titik berat pembangunan jangka panjang adalah pembangunan bidang ekonomi dengan sasaran utama untuk mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan bidang industri serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat. Pembangunan pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan industri dalam negeri, meningkatkan ekspor, meningkatkan pendapatan petani dan memperluas lapangan kerja.
Ada dua (2) cara tambahan untuk mempercepat pembangunan pertanian, yaitu ; pertama, memperbaiki mutu tanah yang telah menjadi usahatani, misalnya dengan pupuk, irigasi, pengaturan sistem tanam ; kedua, mengusahakan tanah baru, misalnya pembukaan petak–petak sawah baru (Arsyad, 1992 : 281).
Dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk melakukan perluasan usahatani, maka salah satu usaha yang mampu meningkatkan dan memperbaiki kesejahteraan adalah dengan mendukung daya dukung lahan itu sendiri.
Salah satu upaya mendukung daya dukung lahan dan untuk meningkatkan produktifitas usahatani padi dengan dikembangkannya tekhnologi sistem tanam Tabela. Sistem tanam tabela merupakan rekayasa tekhnik penanaman tanaman padi tanpa melalui pesemaian dan pemindahan bibit, sehingga umur pertanaman padi menjadi lebih pendek. Penggunaan alat bantu dalam bentuk Atabela merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatana efisiensi usahatani (Adnyana, 1999).
Sistem tanam Tabela tidak mengakibatkan populasi tanaman berkurang dan bahkan semakin bertambah karena adanya tambahan rumpun padi di dalam masing–masing barisan tanaman.
Selama ini petani menggunakan tekhnologi sistem tanam pindah (Supra Insus Paket D) dengan jarak rumpun 20 cm x 20 cm dengan populasi tanaman yang dihasilkan + 250.000 rumpun per hektarnya. Dibandingkan dengan sistem tanam pindah, sistem tanam tabela dengan jarak 40 cm (20 x 10 cm) dapat menghasilkan populasi tanaman sebanyak + 330.000 rumpun.
Desa Arok Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu wilayah yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani, hal ini terlihat dari jumlah penduduk produktif 304 jiwa sebanyak 224 jiwa (73%) penduduknya bermata pencaharian petani. Sistem tanam yang digunakan di Desa Arok adalah sistem tanam pindah dan sistem tanam tabela, tetapi sebagian besar petani di desa Arok menggunakan sistem tanam pindah.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-5727743683661379643?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/5727743683661379643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=5727743683661379643&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5727743683661379643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5727743683661379643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-perbedaan-pendapatan-petani.html' title='Analisis Perbedaan Pendapatan Petani Sistim Tanam Tabela Dengan Sistim Tanam Pindah Di Kabupaten  Bangkalan … (112)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-3833588557384075936</id><published>2008-04-19T17:32:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T17:33:11.264+07:00</updated><title type='text'>Evaluasi Kinerja Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis (PPA 2001) dengan Pola Bantuan Langsung Masyarakat…(111)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Sektor usaha pertanian (agribisnis) berperan besar dalam pembangunan baik secara langsung  terhadap pembentukan Product Domestic Bruto (PDB), maupun tidak langsung yaitu melalui penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan sektor lainnya. Mengingat pentingnya sektor agribisnis dalam pembangunan nasional maka pemerintah melaui Departemen Pertanian mengucurkan Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis di Pedesaan tahun anggaran 2001 dengan pola Bantuan Langsung Masyarakat (BLM).  Proyek  dengan pola BLM ini di kabupaten  dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten yang diharapkan dapat menjadi model dasar yang dapat diperbaiki.  
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :  (1) Sampai sejauhmana  efektifitas dana BLM ditinjau dari segi masukan (in put) yang meliputi ketepatan kelompok sasaran, tenaga pemberdayaan kelompok, kesesuaian jumlah dana dengan kebutuhan masing-masing kelompok, ketepatan waktu pencairan dana BLM, ketepatan petani sasaran, ketepatan jumlah dana yang diterima kelompok dan ketepatan penggunaan. (2) Seberapa efektifitas dana BLM ditinjau dari segi proses meliputi proses seleksi Calon Lokasi/ Calon Peserta (CP/CL), aktivitas pemberdayaan kelompok, mekanisme penggunaan dana, mekanisme pengembalian dana dan penentuan bunga, mekanisme penentuan program pokok dan mekanisme evaluasi dan monitoring. (3) .  Seberapa efektifitas dana BLM ditinjau dari segi dampak langsung yang meliputi penguatan modal kelompok, penyerapan tenaga kerja, pengembangan usaha, adopsi teknologi baru, peningkatan produktivitas, peningkatan pendapatan dan kemandirian kelompok. (4)  Sampai seberapa efektifitas dana BLM ditinjau dari segi dampak tidak langsung yang meliputi perkembangan perekonomian setelah masuknya dana BLM desa tersebut.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengevaluasi efektifitas dana BLM ditinjau dari segi masukan (in put) yang meliputi ketepatan kelompok sasaran, tenaga pemberdayaan kelompok, kesesuaian jumlah dana dengan kebutuhan masing-masing kelompok, ketepatan waktu pencairan dana BLM, ketepatan petani sasaran, ketepatan jumlah dana yang diterima kelompok dan ketepatan penggunaan. (2) Mengevaluasi efektifitas dana BLM ditinjau dari segi proses meliputi proses seleksi Calon Lokasi/ Calon Peserta (CP/CL), aktivitas pemberdayaan kelompok, mekanisme penggunaan dana, mekanisme pengembalian dana dan penentuan bunga, mekanisme penentuan program pokok dan mekanisme evaluasi dan monitoring.   (3) Mengevaluasi efektifitas dana BLM ditinjau dari segi dampak langsung yang meliputi penguatan modal kelompok, penyerapan tenaga kerja, pengembangan usaha, adopsi teknologi baru, peningkatan produktivitas, peningkatan pendapatan dan kemandirian kelompok. (4) Mengevaluasi efektifitas dana BLM ditinjau dari segi dampak tidak langsung yang meliputi perkembangan perekonomian setelah masuknya dana BLM desa tersebut.
Penelitian ini dilakukan pada 8 kelompok tani Tanaman Pangan komersial , 2 kelompok ternak Hijauan Makanan Ternak (HMT dan Pupuk) dan 2 kelompok ternak Jasa Inseminasi Buatan (IB).  Populasi dari penelitian ini adalah semua kelompok tani/ ternak  yang mendapatkan dana BLM  PPA 2001 di kabupaten Kediri.  Unit yang dievaluasi adalah kelompok tani.  Kerangka sampel yang digunakan adalah total sampling (sampel keseluruhan) dan kelompok tani diambil datanya dengan cara puposive artinya semua kelompok tani penerima dana BLM di kabupaten Kediri diambil datanya dan selanjutnya dibahas secara mendalam.
Data primer diperoleh dari responden yang berasal dari kuisioner yang diformat sedemikian rupa sehingga terdapat informasi tentang sub indikator dan skor indikator. Informasi tentang sub indikator merupakan penunjang analisis diskriptif tentang kelompok tani penerima bantuan.  Informasi tentang skor indikator mengidentifikasikan tingkat pemenuhan hal dalam kelompok terhadap kinerja yang merupakan standar dalam evaluasi proyek BLM ini.
Format kuisioner seperti tersebut di atas mengandung konsekuensi adanya beberapa jenis dan tahap bagi tabulasi dan analisa data.  Tabulasi dari data primer meliputi : (1), tabulasi kode yang meru-pakan tabulasi data tiap sub indikator yang memberikan gambaran tentang suatu hal secara spesifik.  Sub indikator merupakan poin-poin pertanyaan yang satu dengan yang lain berangkai/ berkaitan sehingga membentuk suatu informasi tentang indikator tertentu.  (2),  tabulasi skor yang  merupakan tabulasi data yang bersifat kuantitatif hasil perbandingan antara keadaan sebenarnya dengan standar tertentu yang telah ditetapkan dalam pedoman umum maupun penjabarannya. Tabel skor ini dapat dianalisis sedemikian rupa sehingga dapat diketahui korelasi antara satu indikator dengan indikator lain, antara variabel satu dengan variabel lain, antara indikator satu dengan indikator lain atau antara variabel dengan katagori yang teridentifikasi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa (1) Sebagian besar besar variabel teridentifikasi dalam katagori in put (masukan) telah sesuai dengan yang diharapkan.  Pada kelompok tani Tanaman Pangan Komersial tingkat pencapaiannya 91,5 %;  kelompok ternak HMT tingkat pencapaiannya 79,25 % dan kelompok ternak Jasa IB tingkat pencapaiannya 86,3 %. (2) Dari hasil evaluasi proses pelaksanaan proyek PPA Tanaman Pangan Komersial telah sesuai dengan yang diharapkan dengan tingkat pencapaiannya 81,8 %;  Kelompok ternak HMT dan Pupuk tingkat pencapaiannya 81,8 % dan kelompok Jasa IB tingkat pencapaiannya 79,3 %.  Variabel yang perlu mendapatkan perhatian dalam katagori proses ini adalah aspek pengembalian dana, administrasi keuangan kelompok , peran tenaga pemberdaya, dan mekanisme monitoring. (3) Dampak langsung dari proyek PPA pada kelompok tani Tanaman Pangan Komersial adalah penerapan teknologi rekomendasi, peningkatan pendapatan petani, kegiatan penyuluhan dan pengembangan usaha kelompok.  Sedangkan pada kelompok ternak dampak langsung dari proyek PPA ini terlihat pada meningkatnya modal kelompok yang ditandai dengan meningkatnya jumlah ternak. Namun dana BLM ini relatif kurang berdampak pada kelompok ternak HMT dan Pupuk  dan Jasa IB. Persentase tingkat pencapaian terhadap dampak langsung pada kelompok tani Tanaman Pangan komersial sebesar 75,4 %, untuk kelompok HMT dan Pupuk sebesar 50 % dan untuk Jasa IB sebesar 66,25 %.  Dari pengucuran dana pada kelompok tanaman pangan komersial maupun kelompok ternak ada kecenderungan perkembangan modal yang semakin menurun dan ada kecenderungan untuk disalahgunakan, mengingat lemahnya mekanisme monitoring dan tidak diterapkannya reward and punishment.  (4) Dampak tidak langsung dari proyek ini relatif tidak seperti yang diharapkan, terutama tidak adanya jalinan kemitraan baik dengan pasar maupun pihak-pihak lain serta masih dilaksanakannya pemasaran secara sendiri-sendiri.  Persentase tingkat pencapaian terhadap dampak tidak langsung pada kelompok tani Tanaman Pangan Komersial sebesar 75 % , kelompok ternak HMT dan Pupuk serta Jasa IB sebesar 60 %.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-3833588557384075936?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/3833588557384075936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=3833588557384075936&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3833588557384075936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3833588557384075936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/evaluasi-kinerja-proyek-pemberdayaan.html' title='Evaluasi Kinerja Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis (PPA 2001) dengan Pola Bantuan Langsung Masyarakat…(111)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7589358267261031879</id><published>2008-04-19T17:31:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T17:32:13.568+07:00</updated><title type='text'>Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi … (110)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Padi sebagai komoditas pangan utama mempunyai nilai strategis yang sangat tinggi, sehingga diperlukan adanya penanganan yang serius dalam upaya peningkatan produktivitasnya. Besarnya peranan pemerintah dalam pengelolaan komoditas pangan khususnya padi dapat dilihat mulai dari kegiatan pra-produksi seperti penyediaan bibit unggul, pupuk, obat-obatan, sarana irigasi, kredit produksi dan penguatan modal kelembagaan petani.
Usaha peningkatan produksi dan pendapatan usahatani padi tidak akan berhasil tanpa penggunaan teknologi baru baik dibidang teknis budidaya, benih, obat-obatan dan pemupukan. Salah satu teknologi baru di bidang pemupukan adalah diperkenalkannya pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi.
Penelitian ini didasarkan atas kenyataan adanya alternatif pilihan antara penggunaan pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi dan tanpa menggunakan pupuk Organik Bokashi (Non Bokashi). Dari kenyataan tersebut dirumuskan beberapa masalah pokok dalam penelitian ini yakni : (1) Apakah faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi padi, (2) Apakah tingkat produksi usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih tinggi daripada Non Bokashi, (3) Apakah penggunaan pupuk Organik Bokhasi dalam usahatani padi akan memberikan keuntungan yang lebih tinggi daripada Non Bokashi.
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang nyata (Signifikan) terhadap produksi, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah penggunaan pupuk Organik Bokashi akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi daripada Non Bokashi, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis besarnya Farm Gate Prices (FGP) yaitu biaya produksi per-unit (Product Unit Cost) usahatani padi dengan pupuk Organik Bokashi dan Non Bokashi. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak antara lain (1) Bagi petani padi penelitian ini bermanfaat untuk menentukan penggunaan pupuk organik yang menguntungkan sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan. (2) Bagi Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Tulungagung dapat digunakan sebagai pedoman dalam menentukan prioritas dan intensitas pembinaan pada petani. (3) Bagi peneliti-peneliti lanjutan, hasil penelitian ini merupakan informasi awal untuk mengembangkan penelitian lainnya dibidang pertanian.
Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dan berlebihan secara perlahan telah menyebabkan lahan sawah mengalami degradasi keseimbangan unsur hara termasuk kekurangan bahan organik, sehingga akan menurunkan kualitas dan produktifitas tanah. Oleh karena itu diperlukan alternatif untuk meningkatkan ketersediaan unsur–unsur hara termasuk bahan organik di dalam tanah, dengan memberikan tambahan pupuk organik dalam kegiatan usahatani. Penggunaan pupuk biofertilizer (Organik) telah banyak mendapatkan perhatian untuk budidaya tanaman padi, tetapi penggunaan yang secara efektif dan efisien dalam suatu rakitan teknologi belum banyak dilakukan. Dengan penggunaan pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi akan terjamin ketersediaan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman sehingga pertumbuhan dan produktifitas tanaman akan lebih baik.
Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut maka hipotesa yang diuji dalam penelitian ini adalah (1) Faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh  yang nyata (Signifikan) terhadap produksi usahatani padi, (2) Tingkat produksi usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih besar daripada usahatani padi Non Bokashi, (3) Usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih menguntungkan daripada usahatani padi Non Bokashi.
Penelitian dilakukan dengan sengaja yaitu di Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung dimana Responden diambil dengan menggunakan metode Acak sederhana (Simple Random Sampling) sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik Observasi, wawancara dan pencatatan. Guna menguji hipotesa maka metode analisa data yang digunakan antara lain (1) Untuk menguji hipotesa satu dan dua dengan menggunakan Uji Regresi linier berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Sguare (OLS) dengan melihat nilai R2 , F – test dan t – test, (2) Untuk hipotesa tiga dianalisis dengan mencari nilai Farm Gate Price.
Dari hasil analisa data diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : (1) Pupuk Organik Bokashi berpengaruh secata nyata terhadap produksi usahatani yang dibuktikan dengan nilai t hitung 1,944 &gt; t tabel 0,058, (2) Produksi usahatani padi dengan pupuk Organik Bokashi 6,6 ton / ha lebih besar dan berbeda nyata dengan produksi usahatani padi Non Bokhasi 5,7 ton / ha, hal ini dibuktikan oleh besarnya koefisien regresi variabel dummy = 0,269 dan menunjukkan perbedaan nyata pada tingkat kesalahan 1 %, (3) Pendapatan per hektar usahatani padi dengan Bokashi adalah Rp 2.450.510,- lebih besar daripada Non Bokashi Rp 1. 713.000,- dengan nilai Farm Gate Price Rp 980,- untuk penggunaan Bokashi dan Rp 1.050 untuk non Bokashi.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7589358267261031879?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7589358267261031879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7589358267261031879&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7589358267261031879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7589358267261031879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-penggunaan-faktor-produksi_19.html' title='Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi … (110)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7475014290292618153</id><published>2008-04-19T17:30:00.002+07:00</published><updated>2008-04-19T17:31:20.680+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Unit Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (Upja) Dalam Pendayagunaan Alat Mesin Pertanian (109)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap usaha pengembangan Unit Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian serta mencari strategi terbaik bagi pengembangan Unit Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (UPJA).
Setelah data-data tersebut diperoleh, selanjutnya dianalisa dengan menggunakan analisis SWOT melalui tahapan pembuatan matrik faktor strategi internal, matrik strategi eksternal dan pembuatan matriks strategic position and action evaluation (SPACE).
Dari hasil analisa tersebut diperoleh kesimpulan bahwa faktor-faktor internal yang berpengaruh terhadap pengembangan UPJA adalah : (1) Kemampuan dan inisiatif manajer, (2) Kemampuan operator, (3) Kualitas pelayanan, (4) Penyedian modal awal, (5) Suku cadang, (6) Kedisplinan, (7) Sosialisasi dan promosi, (8) Mekanisme kerja, (9) Transparansi pengelolaan keuangan, (10) Konsultasi. Sedangkan faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap pengembangan UPJA adalah : (1) Pemanfaatan alat mesin pertanian lebih ekonomis, (2) Potensi lahan, (3) Minat pemuda tani, (4) Pembinaan, (5) Suku cadang, (6) Kerjasama dengan kelompok tani, (7) Pesaing, (8) Regulasi operasional, (9) Luas kepemilikan lahan, (10) Infrastruktur. Strategi terbaik dalam upaya pengembangan UPJA di Kabupaten Tulungagung adalah strategi agresif dan dalam implementasinya dapat ditempuh melalui pengembangan usaha serta perluasan jangkauan operasional pelayanannya.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7475014290292618153?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7475014290292618153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7475014290292618153&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7475014290292618153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7475014290292618153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-unit-usaha.html' title='Strategi Pengembangan Unit Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (Upja) Dalam Pendayagunaan Alat Mesin Pertanian (109)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4962259278498655985</id><published>2008-04-19T17:30:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:30:31.773+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Usaha Jamur Merang Pada Kelompok Tani Mancilan Purworejo … (108)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor Internal dan Eksternal Kelompok Tani Mancilan serta menyusun strategi bagi pengembangan usaha jamur merang di Kelompok Tani Mancilan Purworejo.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriktif yang dilaksanakan untuk mencari informasi guna mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap pengembangan jamur di kelompok Tani Mancilan. Data yang diambil adalah data primer dengan  teknik Interview menggunakan kuesioner dan data skunder yaitu data yang diolah dan disajikan oleh pihak lain. Analisis data yang dilakukan adalah Analisis SWOT.
Berdasarkan Analisis SWOT yang telah dilakukan diperoleh hasil skor IFAS 3,08 dan skor EFAS 2,77 maka diperoleh koordinat strategi kelompok pada strategi SO, sehingga digambarkan bahwa strategi SO memanfaatkan kekuatan dan peluang kelompok yaitu :
a. Memanfaatkan kekuatan modal, teknologi proses produksi, tenaga kerja, perbaikan kualitas jamur dana manajemen kelompok dalam pengembangan usaha jamur merang melalui kemitraan dengan petani pengusaha jamur merang untuk peningkatan produksi jamur merang dalam memenuhi pasar ekspor.
b. Mengadakan pengolahan produk jamur menjadi makanan siap saji berupa kripik jamur, hamburger, jus jamur dan mendirikan rumah makan dengan makanan khas jawa menggunakan bahan dasar jamur merang diharapkan dapat memperpendek mata rantai pemasaran dan memperkecil resiko pemasaran jamur merang di pasar lokal
Berdasarkan pada butir-butir di atas maka dapat disarankan bahwa strategi pengembangan jamur merang yang dapat dilaksanakan oleh Kelompok Tani Mancilan adalah mengatasi persaingan pasar dengan segmentasi pasar dan sekaligus menentukan target pasar yang akan dimasuki, melakukan promosi yang tepat, efisien, menambah dan memperbaiki saluran distribusi. Merebut dan meraih peluang pasar dengan melakukan diferensiasi produk dengan cara menciptakan produk olahan jamur yang inovatif, memperbaiki merk, brand image, packaging dan labeling serta meningkatkan teknologi pengolahan dengan menggunakan alat-alat yang lebih modern. Meningkatkan nilai-nilai pemasaran dengan menaikkan harga sebatas harga pesaing, memperbaiki dan meningkatkan pelayanan terhadap konsumen dan menjaga kualitas produk.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4962259278498655985?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4962259278498655985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4962259278498655985&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4962259278498655985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4962259278498655985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-usaha-jamur.html' title='Strategi Pengembangan Usaha Jamur Merang Pada Kelompok Tani Mancilan Purworejo … (108)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-5900758942636681152</id><published>2008-04-19T17:29:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:29:59.364+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Agribisnis kopi arabika di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan …(107)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Jenis kopi yang pertama dimasukkan ke Indonesia adalah kopi arabika (Coffea arabica) tahun 1696 – 1699 yang menyebar ke P. Jawa.  Selama seabad kopi arabika merupakan satu-satunya komoditi komersiil yang ditanam Belanda di Indonesia.  Kemudian mengalami serangan penyakit karat daun (Hemileia vastatrix) tahun 1876, akibatnya kopi arabika hanya ditanam di daerah dengan ketinggian diatas 1.000 m dpl, dimana serangan penyakit karat daun tidak begitu menghebat.
Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor andalan sub sektor perkebunan yang mempunyai peranan cukup besar dalam menghasilkan devisa negara dan sumber pendapatan petani.   Devisa yang dihasilkan tahun 1995 mencapai 606.396 US $ dari ekspor sebanyak 230.201 ton kopi.  Sampai tahun 1996 luas pertanaman kopi di Indonesia mencapai 1.178.363 Ha dengan produksi 478.581 ton.  Dari total luas areal tersebut 1.120.147 Ha (95,06%) dikelola oleh rakyat sedangkan 25.616 Ha dikelola oleh Perkebunan Besar Negara dan 32.600 Ha oleh Perkebunan Besar Swasta.
Produksi kopi Indonesia didominasi kopi robusta (90%) padahal pangsa pasarnya tidak lebih 30%, sedang jenis kopi arabika yang dipasaran Internasional mempunyai pangsa pasar sekitar 70%, justru masih relatif sedikit ditanam, padahal harga jualnya relatif lebih tinggi.  Kopi arabika di Indonesia dengan luasan hanya 3,6% dari luas areal kopi, sedang ditinjau letak geografisnya adalah merupakan daerah potensi tanaman kopi robusta dan arabika.
Produktivitas kopi rata-rata masih rendah, yaitu sekitar 564 Kg/Ha.  Selain itu kopi Indonesia umumnya dikenal mempunyai cita rasa yang rendah.  Peningkatan produksi kopi dapat dilakukan melalui intensifikasi pengelolaan kebun yang sudah ada, konversi dari komoditas lain menjadi kopi, serta pengembangan kopi di lahan baru.  Upaya tersebut perlu didasari dengan pengetahuan persyaratan lahan, teknis budidaya, maupun cara pengolahan yang tepat agar diperoleh mutu hasil yang baik, sehingga pekebun dapat memperoleh harga yang tinggi.  Salah satu penyebab rendahnya produksi kopi arabika di Indonesia adalah belum tersedianya bahan tanam (varietas) unggul tahan serangan penyakit karat daun, sehingga kopi arabika hanya dapat tumbuh optimal apabila ditanam di atas ketinggian 1.000 m dpl.
Kabupaten Magetan dengan luas wilayah 688,85 Km2 memiliki topografi dataran sampai pegunungan. Luas areal tanaman kopi arabika di Kecamatan Poncol tahun 2000 seluas 354,5 Ha dengan produktivitas 400 Kg/Ha, sedang total luas areal kopi arabika di Kabupaten Magetan mencapai luas 699 Ha, sedang potensi lahan yang ada sesuai agroklimat tersedia lahan pengembangan 1.131 Ha.  Secara umum agroklimat di kawasan lereng Lawu khususnya Kecamatan Poncol, mempunyai karakteristik kondisi iklim sebagai berikut :
a. Elevasi (tinggi tempat) :   700  -  1.200 m dpl
b. Suhu rata – rata :   18  -  23oC
c. Curah hujan :   1.750  -  2.700 mm / tahun
d. Hari hujan :   137  -  146 hari / tahun
e. Bulan basah rata – rata :    6  -  8 bulan / tahun
Didalam pengembangan kopi arabika di Kecamatan Poncol mempunyai prospek yang baik, terutama terpenuhinya syarat tumbuh tanaman (tanah dan iklim), tersedianya lahan, sarana produksi dan tenaga kerja serta pemasaran hasil.  Namun masih dijumpai berbagai kendala antara lain produksi, manajemen dan permodalan.
Agar keunggulan Kopi Arabika dapat memberikan kontribusi yang maksimal terhadap peningkatan kesejahteraan petani maka perlu kiranya dikaji hambatan dan kelemahan didalam pengembangan kopi arabika tersebut.
Mengingat tanaman kopi arabika adalah tanaman tahunan, sehingga tidak semudah tanaman semusim untuk dilakukan perubahan apabila terjadi kerugian didalam berusahataninya.  Untuk itu strategi pengembangannya harus dirumuskan secara cermat agar tujuan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani dapat tercapai.
Strategi pengembangan merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi suatu pengembangan.  Membuat strategi dipergunakan sebagai bijakan dan petunjuk dalam rangka mencapai tujuan dan juga memungkinkan bagi pengambil kebijakan digunakan untuk mengukur bagaimana program pengembangan yang dibutuhkan dalam menciptakan nilai pada saat ini dengan tetap mempertimbangkan kepentingan pada masa yang akan datang.
Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Strategi Pengembangan Agribisnis kopi arabika di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-5900758942636681152?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/5900758942636681152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=5900758942636681152&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5900758942636681152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5900758942636681152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agribisnis-kopi.html' title='Strategi Pengembangan Agribisnis kopi arabika di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan …(107)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-3719212993105576652</id><published>2008-04-19T17:28:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:28:33.886+07:00</updated><title type='text'>Mempelajari Kelayakan Usahatani Pembibitan  Sengon (albizia falcataria) (Studi Kasus  Di Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo)… (106)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Suatu penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember - Desember 2005  di Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Jumlah responden (petani sengon) sebanyak 25 petani yang tersebar di Kecamatan Leces.  Penentuan lokasi dan petani dengan metode Purposive Sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Deskriptif dalam bentuk studi kasus. Data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder.  
 Data yang telah diperoleh dari penelitian  dianalisis dengan menggunakan metode analisa deskriptif  dan analisa kuantitatif. Parameter yang diukur adalah : a. penerimaan   usaha tani  b. Pendapatan  usaha tani c. keuntungan usahatani  c. Efisiensi atau layak tidaknya usaha tani. 
Hasil penelitian pembibitan tanaman sengon (Albizia falcataria) di Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo  per periode pembibitan (6 bulan) dapat disimpulkan bahwa biaya  usaha tani pembibitan tanaman  sengon sebesar   Rp 11.150.620,-, besarnya penerimaan usaha tani pembibitan tanaman  sengon sebesar Rp 20.889.600,-,  keuntungan yang diperoleh  petani dari usaha tani pembibitan sengon sebesar  Rp 9.738.980,-. Dan usahatani pembibitan tanaman  sengon sudah mencapai efisiensi usaha, dengan RCR sebesar 1,87..
 Kesimpulan dari penelitian ini adalah usahatani pembibitan sengon sudah efisien. Saran yang dapat disampaikan ialah usahatani bibit tanaman sengon di Kecamatan Leces kabupaten Probolinggo dapat diteruskan, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar daya tumbuh benih ditingkatkan, dan perlu adanya diversivikasi pengusahaan bibit tanaman yang prospektif.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-3719212993105576652?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/3719212993105576652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=3719212993105576652&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3719212993105576652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3719212993105576652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/mempelajari-kelayakan-usahatani.html' title='Mempelajari Kelayakan Usahatani Pembibitan  Sengon (albizia falcataria) (Studi Kasus  Di Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo)… (106)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-6985642646418334088</id><published>2008-04-19T17:27:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T17:28:05.601+07:00</updated><title type='text'>Peranan Kelompok Tani Pelestari Sumberdaya Alam Dalam Konservasi Dan Pemanfaatan Hutan (Studi di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang) ... (105)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Dengan berhembusnya angin reformasi yang ditandai dengan jatuhnya kekuasaan orde baru pada tahun 1998,  maka berubahlah sistem pemerintahan di negara kita yang didorong oleh suara-suara dan tuntutan dari rakyat Indonesia akan pentingnya pembagian kekuasaan antara pusat dan daerah, agar tidak terjadi kecemburuan antara Jakarta dan wilayah-wilayah yang nota benenya mempunyai potensi yang luar biasa dalam sumberdaya alamnya yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduknya tetapi, yang terjadi adalah sebaliknya yaitu kekayaan alam yang terdapat di daerah dikeruk oleh pemerintah pusat dengan sistem yang berlaku saat itu, sedangkan daerah tersebut hanya kebagian sebagian kecil saja dari kekayaan daerahnya. Karena itulah kemudian muncul suara-suara dari daerah yang menuntut adanya otonomi daerah. Dengan semakin gencarnya tuntutan tersebut dan juga untuk mengantisipasi semakin berkem-bangnya embrio disintegrasi maka DPR sebagai pemegang amanah rakyat beru-saha mendorong inisiatif desentralisasi dan otonomi daerah, yang selama beberapa tahun terakhir terus dikampanyekan oleh para akademisi dan kalangan Ornop sebagai upaya untuk semakin mendorong iklim demokrasi dan peningkatan kese-jahteraan masyarakat di daerah.
Namun peraturan yang telah disusun tersebut memberikan kesan menga-burnya semangat otonomi daerah yang tengah dikembangkan atau bisa disebut otonomi yang setengah hati. Ditambah lagi adanya peraturan sektoral yang masih sangat bersifat sentralistis. Daerah otonom sebagaimana dimaksud dalam UU No. 22 th 1999 merupakan daerah yang berwenang dan berkewajiban untuk mengurusi sendiri urusan rumah tangganya selain beberapa urusan yang memang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat. Dengan demikian, selain urusan-urusan peme-rintahan, satu hal yang harus dilimpahkan atau harus menjadi urusan pemerintah dan masyarakat daerah adalah pengelolaan asset negara di daerah, seperti sumberdaya alam. Tanpa adanya kewenangan tersebut maka layaklah jika otonomi daerah di Indonesia disebut sebagai otonomi daerah yang setengah hati.
 Sangatlah wajar apabila daerah-daerah di Indonesia menuntut adanya oto-nomi daerah, dengan kondisi  alam yang sangat kaya akan sumberdaya alam, seharusnya penduduk/rakyat Indonesia mempunyai kesejahteraan yang tinggi. Sa-lah satu kekayaan Indonesia adalah hasil hutan, menurut data dari FWI/ GWI tahun 2001 hutan di Indonesia merupakan yang terluas dan terkaya keanekara-gaman hayatinya di dunia. Meskipun luas daratan Indonesia hanya 1,3 persen dari luas daratan permukaan bumi. Namun keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya sangat tinggi, meliputi 11 persen  spesies tumbuhan dunia, 10 persen spesies mamalia, dan 16 persen spesies burung. Selain itu Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan dengan keanekaragaman tertinggi di dunia. Menurut Athoillah tahun 2003 hutan di Indonesia di huni tidak kurang dari 500 spesies mamalia, 1500 spesies burung, dan 100.000 spesies tumbuhan. Kekayaan tersebut  bisa dilihat dengan membandingkan kekayaan hayati hutan di paparan Sunda yang dihuni oleh 287 spesies mamalia dan 732 spesies burung, dengan hutan sebelah barat Rusia yang besarnya empat kali hutan di paparan Sunda yang “hanya” memiliki 143 jenis mamalia dan 398 jenis burung. Oleh karenanya bagi Indonesia, hutan merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya.(Anonymous, 2003).
Di Jawa Timur, berdasarkan data tahun 2001 menunjukkan bahwa, dari total 1.361.448 hektare ”milik” perhutani Jatim, 812.889,5 ha merupakan hutan industri, sedangkan hutan lindung ”hanya” 315.503.3 ha dan hutan suaka alam/ta-man nasional seluas 233.053,2 ha. Menilik lebih dalam lagi kondisi hutan di kabupaten Malang, luasan hutan yang dikuasai oleh perhutani  KPH Malang seluas 117.946,3 ha. Bila dibandingkan dengan luas wilayah kabupaten Malang yang 334.787 ha, maka luasan hutannya mencapai 35 persen dari luas daratan. KPH Malang terbagi menjadi dua wilayah yakni Malang barat terdiri dari daerah Ke-panjen, Singosari, Pujon dan Ngantang seluas 46.175,2 ha dan wilayah malang ti-mur terdiri dari Sengguruh, Sumber Manjing, Tumpang dan Dampit seluas 71.771,1 ha. Berdasarkan kelas perusahaan, maka Jati adalah yang terluas, yakni 45,1 % ( 42.887 ha ) diikuti oleh Pinus 29,01 % ( 27.583,3 ha ) dan Damar 25,89 % ( 24.617,9 ha ). (Anonymous, 2003).
Dan ironisnya di era otonomi daerah seperti sekarang ini muncul trend konflik baru atas kuasa pengelolaan hutan yang bersifat struktural antara penguasa hutan warisan orde baru yang tidak lain adalah perhutani, melawan pemerintah di daerah sebagaimana yang terjadi di kota Batu. Pemerintah daerah merasa bahwa dirinya mempunyai kewenangan untuk mengelola hutan sebagai bagian dari pemberian otonomi daerah versi UU No. 22/99 sementara di sisi lain, Perhutani tetap berpegang pada UU Pokok Kehutanan yang memberikan wewenang penge-lolaan hutan pada perhutani (Anonymuos, 2003). Mereka para elit stuktural lebih sibuk memikirkan bagaimana mendapatkan dan meningkatkan pendapatan bagi kelompok maupun kepentingan pribadinya, tanpa memikirkan kepentingan masyarakat kecil khususnya masyarakat desa sekitar hutan dan laju kerusakan hutan di wilayah kekuasaannya yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, sedangkan bencana alam yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan hutan telah terjadi berulang-ulang.
 Ternyata pemerintah sampai saat ini masih saja menutup telinga akan pentingnya konservasi hutan dengan cara bekerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat desa hutan yang di dalamnya terdapat kelompok tani hutan. Padahal pentingnya pemberdayaan masyarakat desa sekitar hutan telah diatur dalam Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan Keputusan Menteri. Karena itulah dianggap perlu untuk diadakan penelitian yang membahas peranan kelompok tani hutan dalam konservasi hutan di kabupaten Malang. Dari penelitian ini, diharapkan pemerintah semakin memahami dan segera menindaklanjuti dengan menetapkan kebijakan yang lebih memperkuat kedudukan kelompok tani tersebut dalam keikutsertaannya dalam mengelola hutan di wilayah tinggalnya



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-6985642646418334088?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/6985642646418334088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=6985642646418334088&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6985642646418334088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6985642646418334088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/peranan-kelompok-tani-pelestari.html' title='Peranan Kelompok Tani Pelestari Sumberdaya Alam Dalam Konservasi Dan Pemanfaatan Hutan (Studi di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang) ... (105)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-9210313455988865184</id><published>2008-04-19T17:26:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T17:27:28.147+07:00</updated><title type='text'>Stategi Pengembangan Agroindustri Minyak Kenanga ( Canangium odoratum) ( Studi Kasus di  Desa Kebonduren Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar ) … (104)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Telah dilakukan penelitian studi kasus pada agroindustri rumah tangga minyak kenanga (Canangium odoratum) di Desa Kebonduren Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Tujuan dari studi kasus  ini adalah untuk menegetahui strategi pengembangan agroindustri rumah tangga minyak kenanga dengan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap agroindustri minyak kenanga. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekender melalui wawancara, pengamatan langsung, dokumentasi dan kuisioner. Dengan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap agroindustri dan strategi apa yang tepat maka dilakukan dengan analisis SWOT. Dari analisis diperoleh  bahwa faktor yang berpengaruh terhadap agroindustri adalah faktor internal yang meliputi kekuatan dan kelemahan dari agrondustri itu sendiri sedangkan faktor Eksternal yang meliputi peluang dan ancaman. Strategi yang diperlukan adalah strategi S-O dengan jalan melaksanakan strategi integrasi vertikal.


Case study research wos done in canangium odoratum oil home agroindustry  has been done in Kebonduren village Ponggok  Subdistrict Blitar Regency. The goal of the case study  is to know development strategy of canangium odoratum oil home  agroindustry by knowing the influence factor on canangium odoratum oil agroindustry. The result data are primary and secandary data with interview direct observation, dokumentation and quesioner. By this, we use SWOT analysis for getting accurate thing. From the analysis is got the influence factor on agroindustry is intern factor covers strenghness and weakness of  this agroindustry itself, and the extern factor covers opportunity and treatment. The strategy that us needed is S-O by doing vertical integration strategy.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-9210313455988865184?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/9210313455988865184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=9210313455988865184&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/9210313455988865184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/9210313455988865184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/stategi-pengembangan-agroindustri.html' title='Stategi Pengembangan Agroindustri Minyak Kenanga ( Canangium odoratum) ( Studi Kasus di  Desa Kebonduren Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar ) … (104)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-1176998135218714106</id><published>2008-04-19T17:25:00.002+07:00</published><updated>2008-04-19T17:26:42.817+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Tanaman Jati (Tectona Grandis Linn) Dengan Pola Agribisnis Hutan Rakyat Di Ds Pamatan Kec Tongas Kab Probolinggo … (103)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian dilaksanakan di desa Pamatan Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui saluran pemasaran kayu jati, mengetahui margin pemasaran kayu jati dan mengetahui kinerja pemasaran kayu jati di Desa Pamatan Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo.
Hasil penelitian tanaman jati di desa Pamatan Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran kayu jati di Desa Pamatan Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo adalah petani (Produsen), pedagang pengepul dan konsumen (Pabrik) margin pemasaran kayu jati di Desa Pamatan Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo di tingkat petani sebesar Rp. 2.500.000,- dan di tingkat pengepul Rp. 3.000.000,- pengepul menjual ke pabrik Rp. 3.500.000,- ini untuk golongan kayu jati kelas A3. kinerja pemasaran kayu jati di desa Pamatan kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo dikatakan sudah efisien, walau masih ada yang belum efisien seperti dana promosi, jumlah pembeli yang sedikit (cenderung monopoli) dan penentu harga oleh pedagang pengepul. Efisiensi sudah tercapai dengan share harga sebesar 75 % (lebih besar 40 %).
Dari kesimpulan diatas dapat disarankan bahwa untuk memperoleh keuntungan dari efisiensi dalam pemasaran kayu jati perlu diusahakan, petani perlu mencari pasar lain, tidak harus ke pengepul, sehingga harga bisa kompetitif.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-1176998135218714106?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/1176998135218714106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=1176998135218714106&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1176998135218714106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1176998135218714106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-tanaman-jati.html' title='Strategi Pengembangan Tanaman Jati (Tectona Grandis Linn) Dengan Pola Agribisnis Hutan Rakyat Di Ds Pamatan Kec Tongas Kab Probolinggo … (103)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7276639257617417893</id><published>2008-04-19T17:25:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:25:48.279+07:00</updated><title type='text'>Analisis Efisiensi Usahatani Tanaman Sengon Laut (Albazia falcataria) (Studi di Desa Pondok Agung Kecamatan Kasembon  Kabupaten Malang) … (102)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan besarnya biaya, produksi, penerimaan dan keuntungan usahatani sengon laut.  Penelitian ini di fokuskan pada identifikasi efisiensi usaha yang diukur dengan Revenue Cost ratio (RCR).
 Penelitian ini dilakukan di desa Pondok Agung kecamatan Kasembon kabupaten Malang pada bulan Oktober 2005.
 Sampel diambil secara acak sederhana (simple Random Sampling) sebanyak 20 orang dari populasi 63 orang petani sengon laut di desa Pondok Agung.  Penelitian bersifat deskriptip sehingga hanya menggunakan satu variabel mandiri tanpa membuat strata untuk diperbandingkan.  Uji yang digunakan adalah t test dengan dk = 19 dan tingkat kepercayaan 95% atau  = 0,05 pada uji satu sisi sebelah kanan.  Dari tabel analisis diperoleh data sebagai beikut :
t hitung ternyata lebih besar dari pada t tabel yaitu 28,57 &gt; 1,729 sehingga Ho ditolak atau Ha diterima.  Oleh karena itu hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Usahatani sengon di desa Pondok Agung kecamatan Kasembon kabupaten Malang ternyata cukup menguntungkan.  Hal ini dapat diindikasikan RCR telah mencapai 2,98 (layak).  Sehingga Ho yang menyatakan efisiensi usaha baru mencapai  paling besar sama dengan 1 (satu) ternyata tidak terbukti
2. Besarnya biaya tetap ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan biaya variabelnya.  Hal ini menguntungkan petani karena biasanya biaya tetap tidak dikeluarkan secara riil sehubungan dengan kepemilikannya sendiri, misalnya sewa tanah.
3. Keuntungan yang diperoleh per ha sebesar Rp.22.101.088,- yang diperoleh selama dua kali pemanenan yaitu pada tahun ke-III (masa penjarangan) dan masa panen akhir (total) pada tahun ke-VI.  Pemanenan pada tahun ke-III memberi peluang kepada petani untuk memperoleh hasil sebelum menanti panen akhir.  Hal ini sangat membantu likwiditas petani.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7276639257617417893?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7276639257617417893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7276639257617417893&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7276639257617417893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7276639257617417893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-efisiensi-usahatani-tanaman.html' title='Analisis Efisiensi Usahatani Tanaman Sengon Laut (Albazia falcataria) (Studi di Desa Pondok Agung Kecamatan Kasembon  Kabupaten Malang) … (102)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-1591678635802159618</id><published>2008-04-19T17:24:00.002+07:00</published><updated>2008-04-19T17:25:19.928+07:00</updated><title type='text'>Analisis Usaha Ternak Domba Ekor Gemuk Studi Dengan Menggunakan Pakan Konsentrat di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember … (101)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian dilakukan di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember pada bulan Pebruari 2006 sampai dengan April 2006. Penelitian bertujuan untuk mengetahui macam biaya, besarnya biaya, pertambahan berat badan dan populasi setelah proses penggunaan pakan konsentrat. Sampel diambil sebanyak 30 orang dari populasi sebanyak 61 orang dengan cara simple random sampling.
Hasil penelitian sebagai berikut :
Biaya yang diperlukan untuk usaha ternak domba ekor gemuk selama 1 periode adalah Biaya variabel terdiri atas induk domba, pejantan domba, pakan konsentrat, hijauan pakan ternak, dan obat untuk pemilikan sebesar Rp Rp 95.292.000. Sedang biaya tetap termasuk di dalamnya tenaga kerja ahli, tenaga kerja kasar, pembuatan kandang dan pelatihan peternakan sebesar Rp  13.950.000,-. Biaya total sebear Rp 109.242.000,-.
Penerimaan terdiri atas penerimaan utama berupa penjualan induk domba, pejantan domba dan anakan ke 1 dan anakan ke 2 serta nilai sisa kandang pada akhir periode sebesar Rp 174.700.000,- 
Kelayakan usaha mencapai 1,599 sehingga dapat dikatakan cukup layak dan usaha penggemukan ini hanya sebagai usaha sampingan dari usahatani yang utama yaitu usahatani tanaman pangan.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-1591678635802159618?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/1591678635802159618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=1591678635802159618&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1591678635802159618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1591678635802159618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usaha-ternak-domba-ekor-gemuk.html' title='Analisis Usaha Ternak Domba Ekor Gemuk Studi Dengan Menggunakan Pakan Konsentrat di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember … (101)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2100650831297701406</id><published>2008-04-19T17:24:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:24:47.561+07:00</updated><title type='text'>Analisis Efisiensi Usahatani Jagung ( Zea Mays L ) dengan Menggunakan Benih Hibrida… (100)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian dilakukan di desa Karangpring kecamatan Sukorambi kabupaten Jember pada bulan November 2005 sampai dengan Januari 2006. Penelitian bertujuan untuk mengetahui macam biaya dan besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan yang diperoleh usahatani jagung yang menggunakan benih hibrida. Dalam penelitian ini benih jagung hibrida yang dipilih adalah jenis NK 33. Penelitian ditujukan juga untuk mengetahui perbedaan tingkat efisiensi usaha antara usahatani yang menggunakan benih jagung hibrida yang selanjutnya disebut kelompok A dengan yang menggunakan benih jagung lokal yang selanjutnya disebut kelompok B. Sampel diambil sebanyak 30 orang untuk kelompok A dan 30 orang untuk kelompok B dari populasi petani jagung sebanyak 102 orang yang biasa menanam jagung di lahan tegal.
Hasil penelitian menghasilkan fakta sebagai berikut (per ha), untuk kelompok A, biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 3.539.190. Produksi yang dicapai 11.210 kg dengan nilai penerimaan Rp 6.165.670., pendapatan yang diperoleh sebesar Rp3.746.490 dan keuntungan yang dicapai sebesar Rp 2.626.478. Kelayakan usaha sebesar 1,74 mengindikasikan bahwa usahatani jagung dengan menggunakan benih hibrida memberikan keuntungan yang layak (efisien).
Untuk kelompok B, biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 3.059.000, produksi yang dicapai hanya 7065,76 kg dengan nilai penerimaan sebesar Rp 3.886.173. Pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 1.947.173 dan keuntungan yang dicapai sebesar Rp 827.173. Kelayakan usaha sebesar 1,27 meskipun lebih dari satu tetapi efisiensi ini masih tergolong kecil.
Hasil analisis statistik dengan uji t pada dk= 58 dan tingkat kesalahan 5% ditemukan bahwa t hitung &gt; t tabel (25,91 &gt; 2). Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan tidak terdapat perbedaan antara tingkat efisiensi usahatani pengguna benih jagung hibrida dengan tingkat efisiensi usahatani pengguna benih jagung lokal harus ditolak. Jadi memang terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat efisiensi usahatani di antara dua kelompok tersebut. Oleh karena memberikan keuntungan yang lebih besar, maka dianjurkan kepada petani untuk beralih dari penggunaan benih jagung lokal ke benih jagung hibrida.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2100650831297701406?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2100650831297701406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2100650831297701406&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2100650831297701406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2100650831297701406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-efisiensi-usahatani-jagung-zea.html' title='Analisis Efisiensi Usahatani Jagung ( Zea Mays L ) dengan Menggunakan Benih Hibrida… (100)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7796345331408401544</id><published>2008-04-19T17:23:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T17:24:19.000+07:00</updated><title type='text'>Penggunaan Power Thresher dalam Upaya Memperoleh Nilai Tambah Hasil Panen Padi Sawah ( Studi di Kel. Kebonagung Kec. Kaliwates Kab. Jember) … (99)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian dilakukan di kelurahan Kebonagung kecamatan Kaliwates kabupaten Jember pada bulan November sampai dengan bulan Maret 2006. Penelitian ditujukan untuk mengetahui besarnya biaya, produksi, harga, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan tingkat efisiensi dari dua kelompok yang kan dibandingkan. Kelompok yang dibandingkan adalah kelompok petani yang menggunakan power thresher pada saat proses perontokan gabah hasil panen selanjutnya disebut kelompok A. Kelompok yang lain adalah kelompok petani yang menggunakan cara banting (tradisional) dalam merontokkan gabah hasil panennya, selanjutnya disebut kelompok B. Pengambilan sampel secara random sebanyak 30 orang untuk kelompok A dan 30 orang untuk kelompok B. Setiap kelompok diukur tingkat kelayakan usahanya dan kemudian dibandingkan  untuk mengetahui adakah perbedaan tingkat efisiensi antara kelompok A dengan kelompok B. Hasil penelitian menemukan fakta-fakta sebagai berikut : Untuk kelompok A per ha memerlukan biaya total Rp 5.505.660. Produksi yang dicapai 5.820,2 kg dengan harga Rp 1.800/kg sehingga besarnya penerimaan Rp 10.476.398. Pendapatan kotor sebesar Rp 6.738.273 dan keuntungan usaha sebesar Rp 4.970.739.
Kelayakan usaha diukur dengan nilai RCR (Revenue Cost Ratio), untuk kelompok A ditemukan sebesar RCR = 1,902, sehingga nilai ini mengindikasikan bahwa usahatani padi sawah dengan menggunakan power thresher saat perontokan gabah dapat dikatakan cukup layak. Untuk kelompok B per ha memerlukan biaya total Rp 5.629.350. Produksi yang dicapai 5.672,69 kg dengan harga Rp 1.750/kg sehingga besarnya penerimaan Rp 9.927.218. Pendapatan kotor sebesar Rp 6.062.295 dan keuntungan usaha sebesar Rp 4.297.866.
Kelayakan usaha diukur dengan nilai RCR (Revenue Cost Ratio), untuk kelompok B ditemukan sebesar RCR = 1,760 sehingga nilai inipun dianggap cukup layak. Meskipun demikian tingkat efisiensi usaha kelompok B lebih kecil dibanding dengan tingkat efisiensi kelompok A yang dapat mencapai 1,902. Analisis statistik menunjukkan bahwa dengan uji t ditemukan bahwa t hitung &gt; t tabel (8,5025 &gt; 2,045) dengan dk = 29 dan tingkat kesalahan 5% uji dua arah. Oleh karena itu Ho yang menyatakan tidak terdapat perbedaan tingkat efisiensi antara kelompok A dan tingkat efisiensi usahatani kelompok B ditolak. Artinya memang terdapat perbedaan tingkat efisiensi usaha di antara ke duanya secara signifikan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa power thresher dapat memberi kontribusi yang cukup berarti dalam rangka meningkatkan keuntungan usahatani padi sawah. Unsur-unsur yang mendukung peningkatan keuntungan adalah kecepatan proses perontokan dan pembersihan sehingga menghemat waktumri Lebih penting lagi power thresher terbukti dapat mengurangi kehilangan gabah saat perontokan dan mengurangi kerusakan (pecah) butir gabah sehingga petani memperoleh nilai tambah dalam usahataninya.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7796345331408401544?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7796345331408401544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7796345331408401544&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7796345331408401544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7796345331408401544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/penggunaan-power-thresher-dalam-upaya.html' title='Penggunaan Power Thresher dalam Upaya Memperoleh Nilai Tambah Hasil Panen Padi Sawah ( Studi di Kel. Kebonagung Kec. Kaliwates Kab. Jember) … (99)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2492350565101004166</id><published>2008-04-19T17:22:00.002+07:00</published><updated>2008-04-19T17:23:17.750+07:00</updated><title type='text'>Analisis Usaha Penggemukan Ternak Sapi Potong Hasil Inseminasi Buatan  Studi di Kecamatan Panti Kabupaten Jember … (98)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian dilakukan di Kecamatan Panti Kabupaten Jember pada bulan Pebruari 2006 sampai dengan April 2006. Penelitian bertujuan untuk mengetahui macam biaya, besarnya biaya, pertambahan berat badan setelah proses penggemukan sapi potong dari hasil inseminasi buatan. Penggemukan dilakukan selama 180 hari dengan menggunakan hijauan pakan ternak (sebagian besar rumput), ampas tahu dan “tumpi jagung”. Sampel diambil sebanyak 30 orang dari populasi sebanyak 61 orang dengan cara simple random sampling.
Sapi bakalan yang digemukkan berumur 7 bulan berkelamin jantan dengan alasan bahwa sapi telah lepas sapih, sehingga berat badan menurun. Pada saat inilah peternak dapat membeli bakalan yang relatif lebih murah karena harga bakalan berdasarkan timbangan berat hidup yaitu Rp 18.500 per kg.
Hasil penelitian sebagai berikut :
Biaya yang diperlukan untuk penggemukan adalah biaya variabel yang terdiri atas pakan hijauan, ampas tahu, tumpi jagung dan obat ternak semuanya senilai Rp 5.823.116 untuk rata-rata pemilikan 1,33 ekor. Biaya tetap terdiri atas tenaga kerja, sewa lahan, depresiasi kandang adan alat serta bunga pinjaman sebesar Rp 589.590 , sehingga biaya total Rp 6.412.756.
Pertambahan berat badan selama 180 hari proses penggemukan sebesar 190,204 kg, yaitu berasal dari bobot awal rata-rata 266,12 kg dan bobot akhir 456,324 kg. Penerimaan utama berupa bobot hidup sebesar Rp 8.442.000 ditambah penerimaan sampingan (pupuk kandang) sebesar Rp 23.900 sehingga peneri,aam total Rp 8.456.900. Dari penerimaan dan biaya yang telah dikeluarkan dapat dihitung keuntungan usaha sebesar Rp 2.053.144. Jadi per ekor sapi selama 180 hari dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp 1.540.243.
Kelayakan usaha mencapai 1,320 sehingga dapat dikatakan cukup layak dan usaha penggemukan ini hanya sebagai usaha sampingan dari usahatani yang utama yaitu usahatani tanaman.
Uji signifikan menunjukkan t hitung ( 6,1315 ) lebih besar dari t tabel ( 1,699 ) pada dk = 29 dan tingkat kesalahan 5%, (uji satu pihak), maka Ho yang menyatakan bahwa tingkat efisiensi usaha penggemukan sapi potong dari hasil inseminasi paling kecil RCR = 1,2 harus diterima dan hal ini secara signifikan berlaku bagi seluruh populasi dari mana sampel diambil. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2492350565101004166?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2492350565101004166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2492350565101004166&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2492350565101004166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2492350565101004166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usaha-penggemukan-ternak-sapi.html' title='Analisis Usaha Penggemukan Ternak Sapi Potong Hasil Inseminasi Buatan  Studi di Kecamatan Panti Kabupaten Jember … (98)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-9205499961045096762</id><published>2008-04-19T17:22:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:22:39.606+07:00</updated><title type='text'>“Analisis Komparasi Usaha Pengolahan Sari Apel di CV Bromo Semeru dan CV Nusa Agro Industri Kota Batu”…(97)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 

Salah satu komoditas pertanian yang terkenal di Kota Batu adalah apel. Apel (Malus syvestriss Mill) merupakan bahan baku yang digunakan dalam usaha pengolahan sari apel. Usaha pengolahan sari apel ini lebih banyak menggunakan apel sortiran (apel dengan kualitas rendah) kemudian diolah menjadi minuman sari apel dengan nilai jual yang lebih tinggi, sehingga mampu memberikan keuntungan bagi para pengusahanya dan dapat memberikan lapangan kerja. Jenis apel yang digunakan dalam usaha ini adalah apel rome beauty dan apel manalagi. Usaha pengolahan sari apel merupakan usaha skala kecil (skala rumah tangga).
Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui proses produksi pengolahan sari apel, (2) Untuk mengetahui perbandingan usaha pengolahan sari apel yang menggunakan jenis apel rome beauty dengan apel manalagi dilihat dari biaya, penerimaan, keuntungan, produksi, harga jual, tingkat efisiensi dan tingkat kelayakannya, (3) Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dalam usaha pengolahan sari apel.
Penelitian ini dilakukan pada usaha pengolahan sari apel pada CV Bromo Semeru dan CV Nusa Agro Industri di Kota Batu. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa usaha pengolahan sari apel ini merupakan usaha yang sedang berkembang. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data biaya, produksi, penerimaan, keuntungan dan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan pengambilan dokumentasi peralatan serta produknya dari tempat penelitian. Adapun analisa yang digunakan adalah biaya, penerimaan, keuntungan, efisiensi (R/C ratio) dan kelayakan (B/C ratio).
 


&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-9205499961045096762?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/9205499961045096762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=9205499961045096762&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/9205499961045096762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/9205499961045096762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-komparasi-usaha-pengolahan.html' title='“Analisis Komparasi Usaha Pengolahan Sari Apel di CV Bromo Semeru dan CV Nusa Agro Industri Kota Batu”…(97)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4373924187012288250</id><published>2008-04-19T17:21:00.002+07:00</published><updated>2008-04-19T17:22:08.944+07:00</updated><title type='text'>Analisis Komparasi Usaha Tani Tebu Dengan Aplikasi Pupuk “Organik” Dan Pupuk An-Organik… (96)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Dalam menghadapi semakin langka dan mahalnya harga pupuk dipasaran mengakibatkan para petani tebu melakukan langkah-langkah alternatif yang dapat mengurangi tingginya biaya dalam membudidaya tanaman tebu. Langkah yang diambil para petani antara lain dengan cara mengubah sistem pertanian an-organik menjadi semi organik, yaitu dengan cara mengurangi jumlah pupuk jadi dan kekurangannya digantikan dengan pupuk kandang atau dengan pupuk hijau daun.
Tujuan Penelitian adalah 1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan teknologi pemupukan dengan pupuk organik dan an-organik. 2. Untuk mengetahui bagaimana perbandingan struktur biaya, produksi, pendapatan usaha tani antara penerapan teknologi pemupukan dengan pupuk organik dan an-organik pada tanaman tebu.
Batasan masalah dalam usaha tani tebu dengan pemupukan semi organik ini sudah tergolong usaha tebu dengan pupuk organik. Untuk tanaman tebu apabila menggunakan pupuk organik murni hasilnya tidak maksimal.
Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dikecamatan Kandat kabupaten Kediri. Dengan pertimbangan bahwa didaerah tersebut banyak petani tebu. Metode penentuan sampel dilakukan secara sensus, dengan pertimbangan karena jumlahnya kurang dari 30 jiwa.
Berasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam usaha tani tebu semakin besar biaya produksi dengan luas lahan yang sama maka semakin besar pula tingkat pendapatan, dalam hal ini adalah usaha tani tebu organik yang dapat dilakukan secara berkelanjutan dan lebih baik.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4373924187012288250?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4373924187012288250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4373924187012288250&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4373924187012288250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4373924187012288250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-komparasi-usaha-tani-tebu.html' title='Analisis Komparasi Usaha Tani Tebu Dengan Aplikasi Pupuk “Organik” Dan Pupuk An-Organik… (96)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-6333988459102817811</id><published>2008-04-19T17:21:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:21:40.402+07:00</updated><title type='text'>“Analisis Usaha Pada Pengolahan Produk Gula Kacang” (Studi kasus di Desa Takeran Kec. Takeran Kab. Magetan)…(95)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 

Kacang tanah merupakan salah satu dari komoditi pertanian yang termasuk tanaman palawija. Kacang tanah memiliki peran yang cukup penting dalam kehidupan manusia atara lain sebagai salah satu komoditi pangan yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi yang cukup bagus untuk dikembangkan. Sebagai salah satu dari tanaman palawija, kacang tanah amat potensial dalam pengembangan program Nasional peningkatan produksi kacang-kacangan, sebagai sumber protein nabati serta bahan penganekaragaman pangan penduduk. Kacang tanah dapat diolah menjadi berbagai produk olahan, yang salah satunya yaitu produk “gula kacang”. Pengolahan kacang tanah menjadi produk gula kacang mempunyai arti penting dalam menambah pendapatan keluarga dan memperbaiki ekonomi rumah tangga. Salah satu daerah yang terdapat usaha pengolahan produk gula kacang yaitu Desa Takeran Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan.
 Tujuan dari peneltian ini adalah (1) untuk mengetahui  proses pengolahan produk gula kacang, (2) untuk mengetahui masalah/kendala dalam usaha produk gula kacang, (3) untuk mengetahui biaya dan pendapatan usaha pengolahan produk gula kacang, (4) untuk mengetahui produksi dan harga impas pada usaha produk gula kacang, dan (5) untuk mengetahui besarnya efisiensi usaha pengolahan produk gula kacang. Dalam penelitian ini penentuan daerah dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa di desa Takeran Kec. Takeran Kab. Magetan terdapat usaha pengolahan produk gula kacang. Metode pengambilan data dilakukan dengan dua cara yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara secara langsung dengan bantuan kuesioner yang sudah disiapakan, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait yang dapat menunjang kelengkapan data primer serta dari literatur atau pustaka. Penentuan responden dilakukan dengan metode sensus, yaitu dengan mengambil semua responden yang ada di daerah penelitian.
 Dari hasil penelitian, bahwa proses pengolahan produk gula kacang adalah; memasukkan semua bahan kedalam kwali dengan air ± 1 liter kemudian direbus dalam waktu ± 30 menit. Setelah masak langsung dicetak dan ditiriskan, kemudian jadilah produk gula kacang dan langsung dilakukan pengemasan. Adapaun masalah yang dihadapai oleh pemilik usaha rata-rata yaitu masalah harga-harga bahan baku yang tidak stabil, masalah masih minimnya modal, serta masalah dalam hal pemasaran. 
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan per satu kali proses produksi sebesar Rp 517.677, dimana terdiri dari biaya variabel dan biaya tetap. Biaya tetap dalam usaha produk gula kacang ini yaitu penyusutan alat sebesar Rp 2.513, sedangkan biaya variabel sebesar Rp 515.164 yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, pengemasan, transportasi, dan bahan bakar (kayu bakar). Rata-rata penerimaan (pendapatan kotor) per satu kali proses sebesar Rp 570.228, sedangkan pendapatan bersih sebesar Rp 52.551. Adapun untuk besarnya produksi impas yaitu 593 bungkus, sedangkan besarnya produksi rata-rata sebesar 653 bungkus yang berada di atas produksi impas. Sedangkan harga jual rata-rata sebesar Rp 900, dimana berada di atas harga impas yaitu Rp 817. Dari hasil analisis bahwa usaha pengolahan produk gula kacang di Desa Takeran menguntungkan. Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai R/C ratio rata-rata &gt; 1, yaitu sebesar 1,10%. Ini berarti bahwa setiap pengeluaran sebesar Rp 100, maka akan diperoleh pendapatan sebesar Rp 110. Dengan demikian maka usaha pengolahan produk gula kacang tersbut layak diusahakan dan sangat baik untuk dikembangkan.


&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-6333988459102817811?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/6333988459102817811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=6333988459102817811&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6333988459102817811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6333988459102817811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usaha-pada-pengolahan-produk.html' title='“Analisis Usaha Pada Pengolahan Produk Gula Kacang” (Studi kasus di Desa Takeran Kec. Takeran Kab. Magetan)…(95)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-8850406057212826830</id><published>2008-04-19T17:20:00.002+07:00</published><updated>2008-04-19T17:21:12.479+07:00</updated><title type='text'>“Analisa Perbandingan Pendapatan Petani Kedelai Anggota APKKI dan Non-Anggota APKKI” (Studi Kasus di Kecamatan Pilang Kenceng Kab Madiun)...(94)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan besarnya biaya, produksi, penerimaan dan pendapatan yang diperoleh petani anggota APKKI dan non-anggota APKKI. Apakah pendapatan yang diperoleh petani anggota APKKI lebih besar daripada petani non-anggota APKKI. 
 Penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) di wilayah Kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut mempunyai luas areal tanaman kedelai yang paling luas dan jumlah kelompok tani yang menanam paling banyak diantara kecamatan lainnya se-Kabupaten Madiun.
 Metode penentuan sampel yang digunakan adalah cluster sampling karena sampel diambil dari pengelompokan-pengelompokan sejumlah 35 kelompok tani. Responden yang diambil mewakili kelompoknya yaitu untuk responden petani anggota APKKI adalah ketua kelompok tani tersebut, sedangkan responden petani non-anggota APKKI diambil 35 responden anggota kelompok tani yang mewakili non-anggota APKKI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total (TC) yang dikeluarkan untuk usaha tani kedelai oleh petani anggota APKKI sebesar Rp. 3.484.554,3/hektar yang terdiri dari benih sebesar Rp. 266.686, Pupuk Organik Majemuk (POM) sebesar Rp 609.440, pestisida sebesar Rp. 231.000, tenaga kerja sebesar Rp. 1.377.428,57 dan untuk sewa tanah sebesar Rp. 1.000.000. Sedangkan untuk petani non-anggota APKKI harus mengeluarkan rata-rata biaya total (TC) sebesar Rp. 3.479.417,1/hektar yang terdiri dari benih sebesar Rp. 169.486, Pupuk Organik Majemuk (POM) sebesar Rp. 591.474,3, pestisida sebesar Rp. 183.171,4 tenaga kerja sebesar Rp. 1.535.285,71 dan sewa lahan sebesar Rp. 1.000.000. 
Produksi rata-rata yang diperoleh petani anggota APKKI sebanyak 2035,34 kg/hektar dengan penerimaan rata-ratanya sebesar Rp. 6.106.028,57 sedangkan petani non-anggota APKKI memperoleh rata-rata produksi hanya sebanyak 1514 kg/hektar dengan penerimaan rata-rata hanya sebesar Rp. 4.239.200. 
 Dari rata-rata biaya total dan rata-rata penerimaan per hektar petani anggota APKKI diperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp. 2.621.474,3 sedangkan petani non-anggota APKKI diperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp. 759.782,86. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t diperoleh nilai t hitung sebesar  4,918 dengan taraf kepercayaan 5% diperoleh t tabel sebesar 1,676. Bararti nilai t hitung  &gt; t tabel sehingga H 1 diterima, diperoleh  kesimpulan bahwa tingkat pendapatan petani anggota APKKI lebih besar daripada petani non-anggota APKKI. 

 Kendala dan alasan yang di ungkapkan oleh keseluruhan petani baik anggota APKKI maupun non-anggota APPKI di Kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun ini adalah modal. Faktor modal yang menentukan mereka dalam memilih benih yang akan mereka tanam. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-8850406057212826830?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/8850406057212826830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=8850406057212826830&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8850406057212826830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8850406057212826830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisa-perbandingan-pendapatan-petani.html' title='“Analisa Perbandingan Pendapatan Petani Kedelai Anggota APKKI dan Non-Anggota APKKI” (Studi Kasus di Kecamatan Pilang Kenceng Kab Madiun)...(94)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-8106172526362646163</id><published>2008-04-19T17:20:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:20:27.973+07:00</updated><title type='text'>Analisis Strategi Pemberdayaan Masyarakat Agribisnis Melalui Penguatan Modal Usaha Kelompok Tani Di Kabupaten Blitar…(93)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Blitar dengan mengambil sampel sasaran pada kelompok tani di Kabupaten Blitar sebanyak 60 responden dari 637 populasi kelompok tani yang tersebar di 22 kecamatan se-kabupaten Blitar. 
Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk menjelaskan dan menganalisa upaya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dalam memberdayakan masyarakat agribisnis melalui penguatan modal usaha kelompok tani di Kabupaten Blitar,   (2) untuk menjelaskan dan menganalisa proses pemberdayaan masyarakat agribisnis melalui penguatan modal usaha kelompok tani di Kabupaten Blitar, (3) untuk menjelaskan dan menganalisa dampak dari upaya pemberdayaan masyarakat agribisnis penguatan modal usaha kelompok tani dilihat dari tingkat kesejahteraannya.
Penelitian termasuk dalam penelitian “Discriptif Explanatory” dimana peneliti berusaha menjelaskan dari kejadian yang diteliti secara seksama dengan memakai alat analisa SWOT yaitu suatu analisa strategi dengan dasar pada logika dengan memaksimalkan faktor kekuatan dan peluang namun secara bersamaan bisa meminimalkan kelemahan dan ancaman yang datang dari luar.
Hasil analisis SWOT diperoleh bahwa : dengan melakukan tiga tahapan pengujian SWOT yaitu : (1) Matrik IFAS Dan EFAS, (2) Matrik SWOT dan (3) Analisis penentuan Strategi diperoleh hasil bahwa strategi yang paling mendekati cocok dan memiliki skor paling besar dalam pemberdayaan masyarakat agribisnis melalui penguatan modal usaha kelompok tani ialah menggunakan strategi SO ( Strength Opportunities ) yaitu strategi  yang menggunakan  kekuatan dengan memanfaatkan peluang yang ada, dengan bentuk pelaksanaan berupa :  (1) peningkatan produktifitas agribisnis dengan mempererat kemitraan masyarakat agribisnis / kelompok tani, (2) pengembangan usaha agribisnis didukung dengan peningkatan kualitas personal, (3) perluasan kawasan produksi yang diimbangi dengan peningkatan distribusi produksi pertanian keluar daerah, (4) memperkuat institusi pengelola program degan meningkatkan pengetahuan tentang hukum dan peraturan pada masyarakat, (5) peningkatan kualitas sumber daya manusia serta memupuk jiwa wirausaha, sehingga diharapkan dengan menerapkan strategi tersebut maka proses pemberdayaan masyarakat agribisnis melalui penguatan modal usaha kelompok tani dapat mencapai sasaran yang diharapkan yaitu meningkatkan daya guna dan hasil guna kelompok tani di Kabupaten Blitar.


&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-8106172526362646163?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/8106172526362646163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=8106172526362646163&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8106172526362646163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8106172526362646163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-strategi-pemberdayaan.html' title='Analisis Strategi Pemberdayaan Masyarakat Agribisnis Melalui Penguatan Modal Usaha Kelompok Tani Di Kabupaten Blitar…(93)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4554657894980894863</id><published>2008-04-19T17:19:00.003+07:00</published><updated>2008-04-19T17:19:59.497+07:00</updated><title type='text'>Pengaruh Motivasi Terhadap Perilaku Kerja Petani Tebu (Studi di Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri) … (92)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh motivasi berpengaruh terhadap perilaku kerja petani tebu. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri pada bulan Agustus – Oktober 2005. Jenis survei dengan mengamati dua faktor, motivasi dan perilaku kerja. Faktor pertama motivasi yang terdiri dari 2 variabel intern dan ekstern sedangkan perilaku terdiri dari dua variabel yaitu sikap dan pengambilan keputusan. Peubah motivasi intern terdiri dari tujuan (X11), pendidikan (X12), pengalaman (X13), peubah motivasi ekstern terdiri dari harga (X21), dukungan keluarga (X22), dukungan pemerintah (X23), status kepemilikan tanah (X24), luas lahan (X25), ketersediaan air (X26), dan musim (X27). Peubah sikap terdiri dari kreatifitas (LY11) dan inivatif (LY12), peubah pengambilan keputusan terdiri dari pengambilan keputusan rasional (LY21) dan tidak rasional (LY22). Pengukuran peubah dengan menggunakan skala interval dan skala rasio dengan skor 1-4.
Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel area. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, kuisioner dan studi dokumentasi. Model analisis yang digunakan adalah analisis faktor, regresi dan korelasi.
Hasil penelitian menunjukkan motivasi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap sikap kreatifitas, tetapi memberikan pengaruh nyata terhadap sikap inovatif petani. Motivasi memberikan pengaruh nyata terhadap pengambilan keputusan rasional maupun keputusan tidak rasional.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4554657894980894863?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4554657894980894863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4554657894980894863&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4554657894980894863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4554657894980894863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/pengaruh-motivasi-terhadap-perilaku.html' title='Pengaruh Motivasi Terhadap Perilaku Kerja Petani Tebu (Studi di Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri) … (92)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-3881946372577241907</id><published>2008-04-19T17:19:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:19:31.768+07:00</updated><title type='text'>“Analisis Kinerja Program Pembelian Gabah Oleh Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan Di Kabupaten Malang” ... (91)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia, khususnya Jawa Timur mengundang banyak pertanyaan apakah penyediaan bahan pangan (gabah) oleh pemerintah mampu memenuhi kebutuhan penduduknya, padahal bersamaan dengan itu pula penyempitan lahan subur akibat perluasan wilayah industri dan perkotaan menjadi penghambat pemenuhan produksi pangan.
Produksi pangan seperti padi, jagung, kedelai dan tanaman bahan pangan yang lain sangat dipengaruhi oleh faktor iklim dan musim. Pada saat panen raya, jumlah produksinya tinggi dan melebihi jumlah permintaan, sehingga menyebabkan harga jual ditingkat produsen menjadi sangat rendah. Sebaliknya, pada musim paceklik ketersediaan pangan ditingkat produsen sangat rendah, sehingga harga hasil produksi menjadi tinggi. Fluktuasi harga seperti itu  dapat mempengaruhi pendapatan petani sebagai produsen bahan pangan. Petani tidak mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi pada saat panen sehingga peristiwa seperti itu dapat menurunkan kesejahteraannya. 
Untuk mengetahui Dampak Program Pembelian Gabah Pada Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan di Kabupaten Malang maka dilakukan kajian yang secara khusus bertujuan untuk: Menganalisa program pembelian gabah ditinjau dari indikator (1) masukan (in-put) yang meliputan ketepatan lembaga pembeli gabah, jumlah dana, kesesuaian jumlah dana dengan kebutuhan masing-masing lembaga pembeli gabah, ketepatan waktu pencairan dana dengan waktu over suply gabah, ketepatan jumlah dana yang diterima lembaga pembeli gabah, dan ketepatan penggunaan dana oleh lembaga pembeli gabah, indikator (2) proses yang meliputi proses seleksi lembaga pembeli gabah, mekanisme penggunaan dana, mekanisme pengembalian dana, mekanisme pembelian gabah oleh lembaga pembeli gabah, serta mekanisme monitoring dan evaluasi, (3) output yang meliputi volume pembelian di tingkat lembaga, di tingkat kabupaten, dan tingkat pengembalian lunas tepat waktu. Indikator (4) outcome yang meliputi harga yang diterima petani di daerah sasaran dan perkembangan usaha lembaga pembeli gabah, indikator (5) benefit yaitu fluktuasi harga pangan dan perkembangan agribisnis pangan serta dari indikator (6) dampak yaitu peningkatan pendapatan petani.
Penelitian analisis kinerja pemebelian gabah ini adalah semua lembaga pembeli gabah yang ditunjuk mengadakan pembalian gabah untuk tahun anggaran 2001-2004. Lembaga pembeli gabah yang dimaksud adalah Koperasi Unit Desa (KUD), Koperasi non KUD, Koperasi Tani, dan Rice Milling Unit (RMU). Populai penelitian evaluasi kinerja juga memasukkan petani yang bekerjasama dengan lembaga pembeli gabah yang ada di Kabupaten Malang.
Populasi penelitian ini adalah Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) yang mendapat bantuan dari dana APBD atau APBN. Lembaga yang dimaksud adalah lembaga yang ditunjuk dan atau lembaga yang dalam usahanya adalah melakukan pengadaan atau pembelian gabah pada petani yang telah disebutkan diatas. Populasi yang akan diambil adalah lembaga yang telah mendapatkan bantuan dan ditunjuk sebagai pelaksana program pembelian gabah di Kabupaten Malang. Adapun lembaga yang ditunjuk antara lain adalah KUD Karangploso, KUD Pakis, KUD Pakisaji, Koptan Padita Tumpang dan Koptan Mitra Tani Tajinan.
Tahapan analisis data mulai pengolahan data yang meliputi : (1) Pengkodean. Tahapan ini untuk memudahkan proses komputasi dan analisis serta tabulasi data. (2) Tabulasi. Data diringkas dalam bentuk format tabel untuk memudahkan manajemen data, dan (3) Editing data. Pemeriksaan data untuk menelusuri terjadi atau tidaknya penyimpangan atau identifikasi adanya data outlier (data pencilan).
Analisis data dilakukan melaui tahapan : (a)Analisis diskriptif kuantitatif, seperti prosentase, tampilan diagram, rataan, standart deviasi, prosentase keberhasilan (input, proses dan dampak), dan lain-lain. Serta (b) Analisis diskriptif kualitatif, pemberian makna atas angka hasil anlisis kuntitatif, dan makna-makna data kualitatif atas hasil wawancara.
 Berdasarkan analisis data, kajian ini dapat memberikan beberapa kesimpulan  sebagai berikut:
1. Program pembelian gabah / bahan pangan lain yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang terbukti dapat meningkatkan penerimaan usahatani bagi petani yang bekerjasama dengan lembaga pembeli gabah yang mendapatkan dana pembelian gabah / bahan pangan lain. 
2. Pelaksanaan program pembelian gabah / bahan pangan lain di Kabupaten Malang dapat terlaksana dengan baik bila dilihat dari ketepatan pemilihan lembaga pembeli yang diberi dana walaupun dalam beberapa kasus ditemui lembaga pembeli yang kurang berkait erat dengan petani secara langsung. Program pembelian gabah ini telah mendorong, menghidupkan, dan memfasilitasi kegiatan ekonomi kelompok tani.
3. Lembaga pembeli gabah/bahan pangan lain melakukan kerjasama dengan petani atau kelompok tani tetapi ada juga lembaga pembeli gabah / bahan pangan lain yang membeli dari tengkulak. 
4. Program pembelian gabah/bahan pangan lain menimbulkan dampak positif pada lembaga pembeli gabah seperti : (1) Peningkatan uang kas, (2) peningkatan pemilikan dan kualitas sarana transportasi, (3) perluasan lantai jemur, (4) perbaikan kualitas lantai jemur, (5) perbaikan kualitas RMU,  (6) penambahan kapasitas gudang, (7) perbaikan kualitas gudang. 
5. Selama proses, program pembelian gabah menimbulkan hal positif yang dapat diamati seperti berkurangnya proporsi petani yang menjual pada tengkulak dan bertambahnya petani yang menjual pada lembaga pembeli gabah yaitu KUD.
6. Dampak program pembelian gabah / bahan pangan lain adalah menambah dana segar bagi pembeli gabah sehingga mampu membeli gabah petani dengan volume yang lebih banyak. 
7. Program ini menambah kekuatan lembaga pembeli gabah untuk membeli dengan tunai pada petani sehingga pada saat panen petani dapat memperoleh uang tunai.
8. Kekuatan menyerap ekses supply pada saat panen pada program ini masih belum memadai bila dibandingkan dengan volume ekses supply yang memang terjadi pada saat panen.




&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-3881946372577241907?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/3881946372577241907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=3881946372577241907&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3881946372577241907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3881946372577241907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-kinerja-program-pembelian.html' title='“Analisis Kinerja Program Pembelian Gabah Oleh Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan Di Kabupaten Malang” ... (91)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-1945886456229683449</id><published>2008-04-19T17:18:00.003+07:00</published><updated>2008-04-19T17:18:59.187+07:00</updated><title type='text'>Dampak Cooperative Farming Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani (Studi Kasus di Desa Ngasem Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang)…(90)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 

Untuk melaksanakan Cooperative farming di tingkat usahatani di pedesaan maka dipandang perlu untuk melaksanakan kelembagaan cooperative farming ini dalam lingkup terbatas terlebih dahulu (pilot project) dan melihat dampaknya di masa uji coba itu secara terbatas. Berdasarkan pemikiran ini maka penelitian tentang potensi pelaksanaan cooperative farming, perbandingan usahatani sebelum melaksanakan cooperative farming dan  sesudah melaksanakan cooperative farming pada daerah yang telah melaksanakan menjadi sangat penting.
Penelitian ini bertujuan untuk : (a) Mengukur potensi pengembangan cooperative farming pada petani peserta proyek. (b) Membandingkan pendapatan  petani yang melaksanakan cooperative farming dan non cooperative farming. 
Penelitian dilakukan  di Desa Ngasem Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa desa ini merupakan pilot proyek cooperative farming yang didanai oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur tahun anggaran 2004.Sampel penelitian ini sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang petani yang mengikuti proyek cooperative farming dan 30 orang petani yang tidak mengikuti proyek cooperative farming. Data dikumpulkan dengan cara mewawancarai petani yang terpilih (interview) menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan. Untuk mengukur potensi pelaksanaaan cooperative farming digunakanlah berbagai indikator yang disusun berdasarkan aplikasi teori dan petunjuk pelaksanaan proyek. Untuk membandingkan perbedaan pendapatan petani yang melaksanakan cooperative farming dengan yang tidak mengikuti cooperative farming  digunakan uji t (pengujian ini didasarkan pada kaidah with and without). Sebelum menyusun langkah-langkah strategis pengembangan cooperative farming di masa yang akan datang dilakukanlah analisis SWOT untuk melihat  faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi penerapan model cooperative farming. 
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (a) Kelompok tani Barokah di Desa Ngasem memiliki potensi besar untuk melaksanakan cooperative farming dengan baik karena skor kemampuan melaksanakan pengadaan sarana produksi secara kolektif sangat tinggi, pengaturan pola tanam dan bertanam kolektif, melakukan pengolahan tanah secara kolektif. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara kolektif dengan SLPHT selama bertahun-tahun. Hal yang belum dilakukan hanyalah mengadakan kerjasama kolektif dengan produsen penyedia sarana produksi. (b) Potensi pengelolaan budidaya dengan cooperative farming juga sangat tinggi hal ini dapat dilihat dari tinggi skor pada butir-butir sistem pengelolaan pengairan, sistem interaksi alih teknologi, dan sistem pemasaran hasil panen. Hal yang  belum dilakukan adalah kontrak pemasaran dengan pembeli hasil pertanian (gabah). (c) Secara aktual, hampir seluruh komponen input produksi cooperative farming dapat ditekan jauh lebih rendah dibandingkan dengan komponen input produksi non cooperative farming. Sebaliknya, produktivitas, penerimaan usahatani, dan pendapatan usahatani petani cooperative farming menjadi dua kali lipat dibandingkan dengan petani non cooperative farming.


&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-1945886456229683449?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/1945886456229683449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=1945886456229683449&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1945886456229683449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1945886456229683449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/dampak-cooperative-farming-terhadap.html' title='Dampak Cooperative Farming Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani (Studi Kasus di Desa Ngasem Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang)…(90)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-952399230024856637</id><published>2008-04-19T17:18:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:18:28.155+07:00</updated><title type='text'>Pengaruh Pola Kemitraan Pt Bisi Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Cabai … (89)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Masyarakat di Desa Maron Kecamatan Kabupaten Blitar sebagian besar penduduknya mata pencahariannya adalah petani.  Usaha untuk meningkatkan kwalitas dan kuantitas produksi yang secara langsung akan meningkatkan pendapatan petani, petani di Desa Maron mengambil langkah alternatif dengan program pola kemitraan dengan PT BISI.  Dengan pola kemitraan diharapkan dapat miningkatkan kemakmuran.
Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui pengaruh pola kemitraan terhadap peningkatan pendapatan petani cabe di Desa Maron, 2) Mengetahui pengaruh yang paling dominan pada pola kemitraan terhadap peningkatan petani cabe di Desa Maron.
Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif , tehnik pengumpulan data dengan cara wawancara, kuisioner, dan dokumentasi.  Metode analis yang dugunakan adalah dengan menggunakan analisis korelasi berganda dan regresi linear berganda.
Berdasarkan tujuan, hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan : 1) Ada pengaruh pola kemitraan terhadap peningkatan pendapatan petani cabe di Desa Maron, dengan koefisien korelasi sebesar 0.929. 2) Pengaruh yang paling dominan dalam pola kemitraan terhadap peningkatan petani cabai adalah variabel kepastian pasar (X2) dengan koefisien regresi sebesar 0.324.  Sedangkan yang kedua adalah variabel jaminan harga (X3) dengan koefisien regresi sebesar 0.316.  Dan yang ketiga adalah pengadaan benih (X1) dengan koefisien regresi sebesar 0.309



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-952399230024856637?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/952399230024856637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=952399230024856637&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/952399230024856637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/952399230024856637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/pengaruh-pola-kemitraan-pt-bisi.html' title='Pengaruh Pola Kemitraan Pt Bisi Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Cabai … (89)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-911477231989169406</id><published>2008-04-19T17:17:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:17:58.722+07:00</updated><title type='text'>Analisis Fluktuasi Harga Pisang Agung Produksi Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang ... (88)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Program pengembangan hortikultura di Jawa Timur bertujuan meningkatkan produksi dan mutu produk unggulan yang berdaya saing, mengembangkan berbagai produk untuk mendukung diversifikasi pangan, mendorong perkembangan ekonomi daerah dan nasional, mengembangkan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, meningkatkan devisa serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengembangkan sistem dan usaha agribisnis hortikultura melalui penerapan paket teknologi sesuai standar prosedur operasional disetiap tingkatan kegiatan. 
Melalui pendekatan agribisnis dari tahun ketahun produksi hortikultura telah menunjukkan peningkatan yang cukup menggembirakan, namun baik secara kuantitatif maupun kualitatif produksi tersebut belum seimbang dengan pertumbuhan permintaan baik dalam negeri maupun permintaan dari luas negeri. Permintaan di dalam negeri terutama disebabkan oleh pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan pendapatan, kesadaran masyarakat akan gizi serta perkembangan agroindustri dan pariwisata. 
Paimin (1994) mengungkapkan, walaupun pemerintah memberikan peluang dalam hal impor buah buahan sehingga vlume impor meningkat, namun kebutuhan buah secara nasional belum tercukupi. Konsumsi buah-buahan penduduk Indonesia pada tahun 1995 baru mencapai 35 kg per kapita per tahun (Effendi 1997). Sedangkan menurut ketentuan badan dunia (FAO) konsumsi ideal untuk buah buahan sebanyak 64 kg per kapita per tahun, dan konsumsi masyarakat Indonesia terhadap buah pisang menurut data Susenas tahun 2002 baru mencapai 7,80 kg per kapita per tahun jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan konsumsi pisang di Negara maju (Amerika Serikat) yang mencapai 22,05 kg per kapita per tahun. Dengan demikian potensi permintaan buah-buahan termasuk pisang masih cukup besar seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi buah-buahan. 
Indonesia merupakan salah satu negara pemasok buah buahan trofis, namun perannya masih sangat kecil yaitu kurang dari 1 persen (Winarno 1996). Walaupun buah buahan trofis asal Indonesia telah memasuki pasaran dunia, akan tetapi jumlahnya sangat kecil akibat kemampuan suplai yang rendah dan tidak kontin, padahal permintaan buah buahan trofis segar dunia hususnya negara negara Eropa, Amerika dan Asia mengalami peningkatan 10,8 persen per tahun (Winarno 1996). 
Jawa Timur terkenal sebagai Propinsi penghasil buah buahan eksotik, salah satu diantaranya yang mempunyai nilai ekonomis dan sedang berkembang dengan pesat adalah pisang, baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk olahan. 
Kabupaten Lumajang yang terenal dengan sebutan kota pisang terdiri dari 21 kecamatan sebagian besar merupakan sentra pisang dengan memiliki luas 2644 ha dengan produksi 29,546 ton per tahun. Beberapa varietas pisang yang dikembangkan di Kabupaten Lumajang diantaranya, Agung Semeru, Mas Kirana, Raja Lumut, Ambon, Susu, Embug dan sebagainya. Diantara varietas pisang tersebut di atas, salah satu yang mempunyai harga stabil dan sangat menguntungkan bagi petani adalah pisang Mas Kirana, hal ini dikarenakan sistem pemasaran pisang mas kirana telah dilakukan melalui pola kemitraan dengan PT Sewu Segar Nusantara Jakarta. Sedangkan untuk varietas yang lain masih mengalami kendala pemasaran sehingga harga sangat berfluktuasi. 
Dalam rangka pengembangan produk pertanian tidak cukup hanya memperbaiki cara berusahatani aja, melainkan harus diikuti dengan usaha penyempurnaan di bidang pemasaran karena pasar adalah merupakan salah satu syarat pokok bagi pengembangan usaha agribisnis. Menurut Ainurrofik (1984) pemasaran merupakan kegiatan yang penting dalam menjalankan usaha pertanian, karena pemasaran merupakan tindakan ekonomi yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya pendapatan petani. Penanaman pisang dilakukan oleh banyak petani dan lokasinya tersebar di beberapa desa, sehingga dalam melakukan distribusi kepada konsumen banyak melibatkan lembaga perantara mulai dari pedagang pengumpul tingkat desa, kecamnatan dan lembaga perantara tingkat kabupaten. Keterlibatan lembaga perantara tersebut mempunyai peranan penting dalam rangka memperlancar penyampaian pisang dari petani ke konsumen. Akan tetapi menurut Saifuddin (1982) terdapat perbedaan kepentingan diantara para pelaku pasar, yaitu petani produsen yang menghendaki harga tinggi, lembaga perantara ingin mendapatkan keuntungan yang besar dan konsumen menghendaki harga yang murah. Disebutkan juga oleh Saifudin (1982) bahwa dalam pemasaran yang efisien akan tercipta kepuasan bagi produsen, lembaga pemasaran dan konsumen. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-911477231989169406?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/911477231989169406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=911477231989169406&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/911477231989169406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/911477231989169406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-fluktuasi-harga-pisang-agung.html' title='Analisis Fluktuasi Harga Pisang Agung Produksi Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang ... (88)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4865140004210629161</id><published>2008-04-19T17:16:00.002+07:00</published><updated>2008-04-19T17:17:27.939+07:00</updated><title type='text'>“Analisis Nilai Tambah, Efisiensi dan Saluran Pemasaran Agroindustri Emping Melinjo di Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar … (87)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Pembangunan pertanian di Kabupaten Blitar merupakan prioritas pembangunan daerah yang mempunyai keunggulan komparatif sebagai daerah agraris. Sektor pertanian meliputi subsektor tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, perikanan serta subsektor perkebunan. Perekonomian di Kabupaten Blitar didominasi oleh sektor pertanian, yang menyumbang PDRB sebesar 47,16%, sektor perdagangan/restoran sebesar 25,75% sedangkan sektor industri pengolahan hanya menyumbang sebesar 3,11% pada tahun 2003. Demikian juga dengan industri pengolahan emping melinjo yang mempunyai banyak peluang untuk diusahakan. Selain itu emping melinjo merupakan sektor industri kecil yang potensial, mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi dan berprospek cerah untuk diusahakan. Emping melinjo merupakan salah satu komoditas ekspor nonmigas. Jumlah ekspor emping melinjo berfluktuatif yang disebabkan karena usaha agroindustri tersebut masih bersifat industri kecil (skala rumah tangga).
 Permasalahan penelitian ini adalah berapa besar nilai tambah yang diberikan agroindustri emping melinjo, berapa besar keuntungan dan efisiensi yang diberikan agroindustri emping melinjo serta bagaimana sistem dan saluran pemasaran pada agroindustri emping melinjo tersebut.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa besar nilai tambah yang diberikan agroindustri emping melinjo, untuk mengetahui keuntungan dan efisiensi yang diberikan agoroindustri emping melinjo  serta untuk mengetahui sistem dan saluran pemasaran pada agroindustri emping melinjo tersebut. Sehingga hipotesis yang didapat yaitu : diduga bahwa agroindustri emping melinjo di daerah penelitian akan memberikan nilai tambah, keuntungan dan efisiennsi yang besar, diduga bahwa sistem dan saluran pemasaran di daerah penelitian belum efisien.
Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive) di Desa Bakung dan Desa Besuki Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar karena daerah ini merupakan salah satu sentra agroindustri pengolahan emping melinjo dan pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode wawancara dengan responden. Sedangkan data sekunder diperoleh dari perpustakaan dan instansi terkait yaitu Kantor Kepala Desa Bakung dan Desa Besuki Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar serta hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu analisis yang digunakan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena sosial ekonomi yang melatarbelakangi fenomena-fenomena yang ada. Sedangkan analisis kuantitatif yang digunakan meliputi analisis penerimaan, analisis keuntungan, analisis nilai tambah dan imbalan tenaga kerja serta analisis efisiensi agroindustri emping melinjo.
Dari hasil penelitian didapat bahwa keuntungan yang didapat oleh agroindustri skala rumah tangga sebesar Rp. 19.690,54 dan skala kecil sebesar Rp. 47.449,55. Dari tabel analisis nilai tambah antara skala industri rumah tangga dan industri kecil mempunyai nilai yang berbeda yaitu sebesar 1362,48 untuk skala rumah tangga dan 1602,90 untuk skala kecil. Perbedaan nilai ini dikarenakan adanya perbedaan kemampuan memproduksi emping melinjo. Nilai R/C rasio yang didapat oleh industri skala rumah tangga sebesar 1,10 dan skala kecil sebesar 1,15. Dengan demikian maka industri emping melinjo skala kecil lebih efisien dan lebih menguntungkan untuk diusahakan dibanding skala rumah tangga. Saluran pemasaran yang ada di daerah penelitian ada 4 yaitu antara pengrajin langsung ke konsumen, kedua yaitu pengrajin - pengecer - konsumen, ketiga antara pengrajin - pedagang pengumpul lokal - pengecer - konsumen, dan yang terakhir yaitu antara pengrajin - pedagang pengumpul - pedagang besar - pengecer - konsumen. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4865140004210629161?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4865140004210629161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4865140004210629161&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4865140004210629161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4865140004210629161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-nilai-tambah-efisiensi-dan.html' title='“Analisis Nilai Tambah, Efisiensi dan Saluran Pemasaran Agroindustri Emping Melinjo di Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar … (87)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2113131939819042563</id><published>2008-04-19T17:16:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:16:52.220+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Dan Analisis Pendapatan Agroindustri Gula Semut. (Studi Kasus Di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung)…(86)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Industrialisasi pedesaan merupakan suatu proses yang dicirikan dengan penggunaan alat-alat mekanis dalam sektor pertanian dan semakin berkembangnya industri pengolahan hasil-hasil pertanian. Dampak dari industrialisasi tersebut dapat diwujudkan melalui keterkaitan yang saling menguntungkan antara petani produsen dengan industri pengolahan dalam mewujudkan pembangunan ekonomi pedesaan.
 Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu daerah penghasil gula semut di Jawa Timur, sebagian masyarakatnya telah mengusahakan usaha ini lebih dari 20 tahun dan bersifat turun-temurun, Desa Serut salah satunya. Namun keberadaan agroindustri ini ternyata belum mampu menjalankan perannya secara optimal. Produsen harus mengahabiskan waktu yang cukup lama untuk mengembangkan usahanya ini, bahkan ada dari mereka yang tidak bertahan dalam usaha ini. Faktor yang menyebabkan antara lain modal yang terbatas, pasar yang masih lokal daerah, teknologi belum modern. Faktor-faktor tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh pada kualitas, kuantitas maupun kontinyuitas produksi gula semut yang dihasilkan masih rendah sehingga keuntungan yang diperoleh produsen gula semut tidak bisa maksimal. Akan tetapi produsen yang mampu memanfaatkan peluang-peluang ekonomi dan memiliki strategi dalam mengusahakan agroindustri gula semut akan mampu bertahan  bahkan dapat meningkatkan pendapatan dan skala usaha.  
 Melihat kenyataan yang ada maka perlu diadakan penelitian mengenai strategi pengembangan dan analisis pandapatan agroindustri gula semut untuk mengetahui keuntungan yang didapatkan dari usaha ini dan juga sejauh mana agroindustri ini mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi sebagai upaya untuk tetap menjaga profitabilitas, pertumbuhan dan kelangsungan usaha  serta peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya produsen gula semut dan peningkatan perekonomian masyarakat desa melalui pemilihan strategi pengembangan usaha yang tepat. 
Permasalahan yang akan dikaji adalah: (1). Apakah kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang harus dihadapi oleh agroindustri gula semut. (2) Strategi apakah yang akan digunakan produsen untuk mengembangkan agroindustri gula semut. (3) Berapa besarnya pendapatan, keuntungan dan R C Ratio agroindustri gula semut. 
Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang terdapat dalam agroindustri dan untuk merumuskan strategi apa yang sesuai digunakan produsen dalam upaya mengembangkan agroindustri gula semut serta menganalisis besarnya pendapatan, keuntungan agroindustri gula semut dan RC Ratio 
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga agroindustri gula semut faktor kekuatan dan peluang lebih besar dibandingkan dengan  kelemahan dan ancaman.
 Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja. Pengambilan sampel (responden) dilakukan secara sensus. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan analisis pendapatan, keuntungan usaha dan analisis efisiensi usaha/RC Ratio. Biaya produksi dihitung dengan rumus TC = TFC+TVC, pendapatan kotor atau penerimaan dirumuskan dengan TR=PqXQ dan pendapatan bersih atau keuntungan adalah  = TR-TC, RC Ratio = Pq.Q/TVC + TFC. Jumlah responden sebanyak 8 orang. 
Dari analisis SWOT didapatkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi dilihat dari kekuatan adalah sebagai sarana peningkatan kesejahteraan, tenaga kerja berpengalaman, produk tahan lama, kemampuan memimpin usaha, ciri khas produk. Sedangkan kelemahan yang dimiliki antara lain keterbatasan modal, teknologi gabungan, produksi belum stabil, kualitas belum terstandarisasi, keterkaitan on farm dan off farm belum mantap. Nilai dari faktor internal yaitu 2,70 artinya agroindustri ini mampu dalam menghadapi dinamika lingkungan internal.
Dari faktor eksternal didapatkan peluang antara lain: kemudahan dalam memperoleh bahan baku, penganekaragaman produk, penelitian dan pengembangan, sarana transportasi lancar, penyerapan hasil pertanian. Sedangkan ancaman yang didapatkan antara lain: adanya pesaing, adanya barang substitusi, pangsa pasar masih lokal, harga murah, selera konsumen. Nilai dari faktor eksternal yaitu 2,55 artinya agroindustri gula semut mampu menghadapi perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal perusahaan. 
Pendapatan kotor atau penerimaan yang diterima sebesar Rp. Rp. 2.681.250,00. Keuntungan atau pendapatan bersih yang diterima sebesar Rp. 188.727,50 per sekali produksi. Analisis efisiensi usaha atau RC Ratio menunjukkan sebesar 1,08. Artinya setiap Rp. 1,00 yang diinvestasikan oleh produsen akan memperoleh pendapatan sebesar Rp. 1,08.  
Berdasarkan temuan di lapang, ada beberapa saran yang diajukan dalam membantu produsen dalam mengembangkan usahanya antara lain: (1) Produsen gula semut melakukan survey pasar untuk melihat prospek perlusan pasar ke depannya. (2) Dengan menerapkan strategi pengembangan yang tepat maka produsen gula semut  di daerah penelitian akan dapat meningkatkan usahanya. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2113131939819042563?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2113131939819042563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2113131939819042563&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2113131939819042563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2113131939819042563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-dan-analisis.html' title='Strategi Pengembangan Dan Analisis Pendapatan Agroindustri Gula Semut. (Studi Kasus Di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung)…(86)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2223847883177136232</id><published>2008-04-19T17:15:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T17:16:22.729+07:00</updated><title type='text'>Analisis Usaha Padi Sawah dengan Menggunakan Urea Tablet Studi di Desa Tisnogambar Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember … (85)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian dilakukan di desa Tisnogambar kecamatan Bangsalsari kabupaten Jember pada bulan Nopember 2005 sampai dengan Maret 2006. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive karena desa Tisnogambar memiliki otensi padi sawah yang cukup besar dan hal ini didukung dengan adanya jaringan irigasi teknnis untuk seluruh lahan sawah.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan tingkat efisiensi antara kelompok petani pengguna urea prill dengan kelompok petani pengguna urea tablet. Sampel diambil masing-masing kelompok sebanyak 30 orang secara simple random sampling dari populasi yang ada.
Dari hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut : Biaya total kelompok pengguna urea prill ternyata lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan kelompok pengguna urea tablet, sehingga biaya mencapai Rp 90.000/ha. Produksi kelompok pengguna urea tablet lebih besar daripada produksi yang dihasilkan oleh kelompok pengguna uera Prill. Selisih produksi tersebut mencapai 670 kg gabah per ha. Hal ini akan mempengaruhi adanya perbedaan besarnya apenerimaan. Penerimaan kelompok pengguna urea tablet lebih besar Rp 1.001.800 dibanding penerimaan kelompok pengguna urea Prill. Perbedaan ini tidak hanya disebabkan adanya perbedaan produksi, tetapi juga disebabkan oleh perbedaan harga gabah diantara kedua kelompok. Harga gabah yang dihasilkan kelompok pengguna urea tablet lebih mahal Rp 20,- dibanding harga gabah dari kelompok pengguna urea Prill. Hal ini menandakan bahwa mutu gabah yang dihasilkan kelompok pengguna urea tablet lebih baik.
Pada kedua kelompok sampel terdapat perbedaan tingkat efisiensi usaha yaitu efisiensi kelompok pengguna urea tablet ( 1,889 ) lebih besar daripada tingkat efisiensi kelompok pengguna urea Prill ( 1,657 ).
Dari hasil analisis statistik diperoleh fakta bahwa t hitung &lt; t tabel ( 0,1948 &lt; 2,0 ) untuk dk = 58 dan tingkat kesalahan 5%, sehingga Ho yang menyatakan tidak terdapat perbedaan tingkat efisiensi usaha anata kelompok petani pengguna urea Prill dengan kelompok petani pengguna urea tablet harus diterima. Artinya walaupun pada kasus sampel terjadi perbedaan tingkat efisiensi tetapi hal itu hanya terbatas terjadi pada sampel saja dan hal ini tidak berlaku pada anggota populasi yang lain. Jadi dengan perkataan lain, perbedaan tersebut tidak signifikan. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2223847883177136232?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2223847883177136232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2223847883177136232&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2223847883177136232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2223847883177136232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usaha-padi-sawah-dengan.html' title='Analisis Usaha Padi Sawah dengan Menggunakan Urea Tablet Studi di Desa Tisnogambar Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember … (85)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7856687137378999218</id><published>2008-04-19T17:14:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T17:15:33.748+07:00</updated><title type='text'>Analisis Kinerja Jalur Pemasaran Dan Prospek Pasar Susu Kambing (Studi di Agriculture Technical Misión Republic of China) (84)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini dilaksanakan di Agriculture Technical Mission Republic of China Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang mulai tanggal  1 Maret sampai 31 Maret 2004. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis kinerja jalur pemasaran dan prospek pasar susu kambing di ATM-ROC. Kegunaan dari penelitian ialah sebagai informasi bagi produsen untuk mengetahui tingkat efisiensi pemasaran susu kambing, pertimbangan untuk menetapkan kebijakan yang diambil produsen guna pengembangan usaha selanjutnya dan informasi untuk penelitian selanjutnya.
Metode penelitian menggunakan metode studi kasus (case study). Pengambilan sample lembaga pemasaran dilakukan secara total sampling, sedangkan sample konsumen dilakukan secara accidental sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuisioner dan observasi. Analisis data berupa analisis secara deskriptif, analisis harga yang diterima produsen, analisis share keuntungan dan biaya lembaga pemasaran, analisis margin pemasaran, analisis pendekatan structure, conduct and Market performance (S-C-P) dan analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 tipe saluran pemasaran susu kambing, yaitu : (1) Produsen  konsumen akhir dan  (2) produsen  pedagang  pengecer  konsumen akhir.                                             Harga jual susu pasteurisasi dan yoghurt berkisar antara Rp 3.500 sampai Rp 4.500 per cup (220 ml) dan Rp 6.000 sampai Rp 6.500 per cup (220 ml). Besarnya margin pemasaran berbeda pada masing-masing pedagang pengecer dengan kisaran Rp 1.000 per cup (220 ml) sampai Rp 2.500 per cup (220 ml) untuk susu pasteurisasi dan yoghurt, sedangkan margin pemasaran untuk susu segar sebesar  Rp 8.000 per liter. Share yang diterima produsen untuk produk susu segar sebesar 60 persen, share dari susu pasteurisasi berkisar antara 55,56 sampai 71,43 persen, dan share dari yoghurt sebesar 61,54 dan 66,67 persen. Keuntungan dan distribusi margin masing-masing pedagang menunjukkan perbedaan yang disebabkan oleh aktifitas  kegiatan fungsi pemasaran yang dilakukan dan tujuan usaha pedagang. Evaluasi dengan pendekatan struktur, perilaku dan penampilan pasar menunjukkan belum efisien dengan indikator penilaian antara lain: margin pemasaran, harga produk, tingkat keuntungan, tersedianya fasilitas pemasaran dan intensitas persaingan. Evaluasi dengan metode SWOT menunjukkan prospek pasar yang cukup besar dengan pertimbangan alternatif solusi antara lain: peningkatan kegiatan promosi, perbaikan manajemen sumber daya manusia dan peninjauan kembali visi dan misi usaha, meningkatkan mutu pelayanan pemasaran dan kontinuitas produk, dan perbaikan kinerja perusahaan dengan strategi pemasaran baru.
Kesimpulan dari hasil penelitian ialah kinerja jalur pemasaran belum efisien (efisiensi rendah) dan prospek pasar yang cukup besar apabila didukung dengan strategi pemasaran baru. Saran dari peneliti antara lain: kegiatan promosi menggunakan media radio berupa iklan dan brosur, perluasan pasar dengan pembukaan jalur distribusi baru, meningkatkan mutu pelayanan dan kontinuitas produk, perbaikan kepemimpinan dan profesionalitas, rekrutment tenaga pemasaran dan alternatif lain transaksi pembayaran. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7856687137378999218?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7856687137378999218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7856687137378999218&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7856687137378999218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7856687137378999218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-kinerja-jalur-pemasaran-dan.html' title='Analisis Kinerja Jalur Pemasaran Dan Prospek Pasar Susu Kambing (Studi di Agriculture Technical Misión Republic of China) (84)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2257689146588154956</id><published>2008-04-19T17:13:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T17:14:47.836+07:00</updated><title type='text'>Analisis Pola Kemitraan Budidaya Ayam Pedaging Pada Kud ”Sari Bumi” Bululawang Kabupaten Malang … (83)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Mei sampai dengan 16 Juni 2006 di KUD ”Sari Bumi” Bululawang Kabupaten Malang. Masalah penelitian adalah bagaimana mekanisme kerjasama kemitraan antara KUD “Sari Bumi” dengan peternak ayam pedaging, bagaimana sistem kesepakatan harga sarana produksi dan hasil produksi kemitraan KUD “Sari Bumi” dengan peternak ayam pedaging, bagaimana bentuk perjanjian kerjasama antara KUD “Sari Bumi” dengan peternak ayam pedaging dan bagaimana pendapatan yang diperoleh dari usaha ternak ayam pedaging KUD “Sari Bumi”.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mekanisme kerjasama kemitraan antara KUD “Sari Bumi” dengan peternak ayam pedaging, mengetahui sistem kesepakatan harga sarana produksi dan hasil produksi kemitraan KUD “Sari Bumi” dengan peternak ayam pedaging, mengetahui  bentuk perjanjian kerjasama antara KUD “Sari Bumi” dengan peternak ayam pedaging dan mengetahui pendapatan yang diperoleh dari usaha ternak ayam pedaging KUD “Sari Bumi”. Kegunaan penelitian adalah sebagai petunjuk bentuk kerjasama yang sebaiknya diterapkan dalam hubungan peternak dengan KUD dalam rangka melaksanakan kemitraan yang berkelanjutan, sebagai bahan informasi serta pertimbangan bagi KUD dalam menyusun dan menetapkan kebijakan untuk pembangunan usaha dan pembinaan peternak, sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan keputusan yang diambil peternak untuk pengembangan usaha serta sebagai bahan informasi untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai yang digunakan untuk mengumpulkan data primer. Pengumpulan data primer diperoleh dari KUD “Sari Bumi” dan dari peternak plasma anggota kemitraan dengan menggunakan instrumen observasi, wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka. Data yang dikumpulkan  berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif dianalisis  secara deskriptis, sedangkan data kuantitatif dianalisis secara eksplanatif dengan perhitungan rumus – rumus ekonomi.Teknik pemilihan sampel dilakukan secara judgemental sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Variabel yang diamati adalah Variabel bebas meliputi; jumlah penguasaan ternak (ekor) serta uang muka.Variabel tidak bebas; jumlah pendapatan peternak plasma. 
 Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pola kemitraan usaha ayam pedaging pada KUD “Sari Bumi” merupakan pola kemitraan inti plasma. Besarnya harga sarana produksi ditentukan berdasarkan harga pasar yang setiap harinya berfluktuasi (berubah – ubah) artinya KUD tidak memberikan harga garansi terhadap harga jual input (pakan, DOC, Obat) dan output (ayam pedaging). Koperasi Unit Desa berperan sebagi inti yang bertanggung jawab dalam pemasokan sarana produksi berupa pakan, DOC dan obat – obatan serta bertanggung jawab dalam pemasaran hasil produksi dan bimbingan teknis. Peternak plasma bertanggung jawab  dalam proses produksi untuk menghasilkan ayam pedaging hidup. Kerjasama kemitraan hanya dilakukan secara lesan tanpa adanya bukti tertulis yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Mekanisme kerjasama kemitraan  meliputi tahapan kerjasama kemitraan unit unggas KUD “Sari Bumi”, persyaratan peternak plasma, penetapan harga sarana produksi dan hasil produksi, peta hak dan kwajiban antara KUD dan peternak, pola pengawasan KUD, kedudukan inti – plasma dalam kemitraan KUD, pola pengaturan produksi, bonus dan tabungan koperasi (takosi), teknis produksi, sanksi, pemasaran dan permasalahan – permasalahan produksi. Pelaksanaan kemitraan KUD dalam meningkatkan kesejahteraan peternak belum sepenuhnya tercapai, misalnya banyak peternak yang berhenti usaha karena rugi dan tidak mampu mambayar hutang ke KUD. Permasalahan dalam kemitraan contohnya adalah keterlambatan pakan dan umur panen, kualitas pakan yang diberikan jelek, kurangnya pengawasan dan bimbingan teknis. Rata – rata FCR ayam pedaging yang diusahakan peternak yaitu 1,9. Sedangkan angka mortalitas ayam pedaging mencapai angka yang cukup tinggi yaitu 6,2 persen. Prosentase modal terbesar dialokasikan pada pengadaan pakan. Struktur biaya produksi dibedakan menjadi 3 strata. Biaya produksi per kilogram bobot ayam pedaging  hidup pada masing – masing strata adalah pada strata I sebesar Rp. 8145,13, strata  II sebesar Rp. 7280,53  dan strata III sebesar Rp. 7195,44, Pendapatan per kilogram ayam pedaging pada strata I sebesar Rp. 28,07, strata II Rp. 120,72  dan strata III sebesar Rp. 314,91. Rentabilitas pada strata I, II dan III masing – masing adalah 0,43 persen, 1,48 persen dan 4,15 persen.
 Saran dalam penelitian ini diantaranya adalah isi perjanjian kerjasama kemitraan sebaiknya dibuat secara saling menguntungkan antara KUD dan peternak plasma, misalnya persamaan kedudukan dalam bergainning position antara KUD dan peternak , penetapan uang muka yang lebih murah, sistem bonus berdasarkan FCR. KUD sebaiknya merubah kesepakatan harga kemitraan  dengan memberikan harga garansi  sapronak dan hasil produksi, sehingga dapat meminimalisir kerugian peternak  akibat fluktuasi harga. Bentuk perjanjian kerjasama kemitraan sebaiknya  dibuat secara tertulis  sehingga lebih terinci peta hak dan kwajiban antara KUD dan peternak  plasma serta dapat dipertanggung jawabkan secara hukum yang berlaku. Peternak  sebaiknya terus mengembangkan usaha ternak ayam pedagingnya dengan memperbasar skala usahanya. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2257689146588154956?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2257689146588154956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2257689146588154956&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2257689146588154956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2257689146588154956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pola-kemitraan-budidaya-ayam.html' title='Analisis Pola Kemitraan Budidaya Ayam Pedaging Pada Kud ”Sari Bumi” Bululawang Kabupaten Malang … (83)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-424296964352349227</id><published>2008-04-17T21:41:00.007+07:00</published><updated>2010-03-17T23:37:55.547+07:00</updated><title type='text'>Cara Mendapatkan File</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Seluruh materi makalah, skripsi dan tesis versi lengkap dalam format ms-word (*.doc) Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka , bisa anda miliki. Semua itu anda bisa dapatkan secara Cuma-Cuma alias GRATISSSSSS. &lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Anda hanya mengganti biaya pengetikan sebesar Rp. 125.000,- per judul dan file-filenya akan kami kirimkan lengkap. (Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka).
&lt;p&gt;
Harga diatas kami anggap sama dengan jasa pengetikan jika anda menggunakan jasa pengetikan lain. Untuk konten tentu kami berikan GRATISSSSS.
&lt;p&gt;
Caranya?
&lt;p&gt;
Lakukan pemesanan via SMS dengan mengetik judul yang diinginkan dan KODE judul, kirim ke nomor
&lt;p&gt;
081 334 852 850 (Simpati)
atau&gt;
087 859 598 125 (Pro XL)
atau &lt;p&gt;
ke e-mail tesis_skripsi@yahoo.com

Cantumkan Kode Judul yang dipesan &lt;p&gt;

Contoh : Analisis Kinerja Keuangan (EKN-31)

Lakukan transfer jasa pengetikan &lt;p&gt;

Bank Mandiri
No. Rekening 144-00-1031019-8
a.n. Oskar Dedik Cristiawan &lt;p&gt;

Bank BNI
No. Rekening 0182628639
a.n. Oskar Dedik Cristiawan&lt;p&gt;

Bank BRI
No. Rekening 0051-01-072962-50-0
a.n. Oskar Dedik Cristiawan&lt;p&gt;

atau bisa juga viabank BCA
No.Rekening 8160580004&lt;p&gt;

Tambahkan angka unik disetiap transfer, misalnya anda akan melakukan transfer Rp. 125.000 maka silahkan tambahkan angka unik dibelakang seperti menjadi Rp. 125.200.
Angka unik ini kami gunakan sebagai identifikasi transfer yang anda lakukan. untuk menentukan angka unik terserah anda, tapi kami sarankan gunakan tiga angka terakhir nomor hp anda. &lt;p&gt;

Setelah melakukan transfer, konfirmasikan via sms.
File-file akan kami kirimkan via e-mail LENGKAP, TIDAK LEBIH DARI 1 X 24 JAM, dan jika menghendaki pengiriman dilakukan dengan jasa pengiriman, maka ada penambahan ongkos kirim sebesar Rp. 30.000,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-424296964352349227?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/424296964352349227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=424296964352349227&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/424296964352349227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/424296964352349227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/cara-mendapatkan-file.html' title='Cara Mendapatkan File'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-5757952705903565975</id><published>2008-04-17T21:40:00.010+07:00</published><updated>2010-03-17T23:32:24.973+07:00</updated><title type='text'>Daftar Judul</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KUMPULAN TESIS DAN SKRIPSI
DAFTAR JUDUL PERTANIAN &amp;amp; PETERNAKAN&lt;/strong&gt;
&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pembangunan-pada-sektor.html"&gt;Upaya Menentukan Ukuran Bisnis Antara Pabrik Gula Dan Petani Melalui Perhitungan Rendemen Dengan Metode Faktor Rendemen, Faktor Overall Recovery Dan Faktor Kristal&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pembangunan-pada-sektor_15.html" target="_blank"&gt;Analisi Marjin Pemasaran Gabah di Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/01/analisa-pendapatan-usahatani-dan.html" target="_blank"&gt;Analisis Daya Dukung Saluran Distribusi Terhadap Marjin Penjualan Gula Lokal Di Malang Raya (Penelitian Pada Produsen, Pedagang Besar, Grosir, Pengecer Di … &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/01/sikap-ibu-rumah-tangga-pedesaan.html" target="_blank"&gt;Analisa Nilai Tambah Agroindustri Sirup Markisa&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;

&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/01/analisis-komparasi-usaha-pengolahan.html" target="_blank"&gt;Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Terhadap Konsumsi Pangan dan Non Pangan Mahasiswa &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/tingkat-adopsi-petani-dlm-program-pola.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/tingkat-adopsi-petani-dlm-program-pola.html" target="_blank"&gt;Tingkat Adopsi Petani Dalam Program Pola Kemitraan Komoditi Kapas” (Studi kasus PT. Nusafarm Intiland corp Indonesia dengan petani kapas di Kecamatan Wongsorejo Kabupaten ...) &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-margin-pemasaran-dan-nilai.html" target="_blank"&gt;Analisis Margin Pemasaran dan Nilai Tambah Penyulingan Nilam di Kecamatan ... Kabupaten ... &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-permintaan-kedelai-indonesia-8.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-permintaan-kedelai-indonesia-8.html" target="_blank"&gt;Analisis Permintaan Kedelai Indonesia &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/kajian-pengembangan-kawasan-agropolitan.html" target="_blank"&gt;Kajian Pengembangan Kawasan Agropolitan Sebagai Pendekatan Wilayah Dan Pemberdayaan Masyarakat Kota ... &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pemasaran-buah-jeruk-keprok.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pemasaran-buah-jeruk-keprok.html" target="_blank"&gt;Strategi Pemasaran Buah Jeruk Keprok (Citrus Nobilis L) Lokal (Studi Kasus di Kecamatan ... Kotamadya ...) &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/studi-gender-pada-pabrik-rokok-sumber.html"&gt;Studi Gender Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki (Studi Kasus Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki) &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-finansial-dan-strategi.html" target="_blank"&gt;Analisis Finansial Dan Strategi Pengembangan Agroindustri Kerajinan Tangan di UD. Bambu Klasik ...” &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/pengaruh-pemberian-insentif-terhadap.html" target="_blank"&gt;Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Disiplin dan Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan Tenun&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/potensi-pengembangan-usaha-pengolahan.html" target="_blank"&gt;Potensi Pengembangan Usaha Pengolahan Ubi Jalar di Kabupaten dan Kota Malang&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/pola-kemitraan-antara-petani-tebu.html" target="_blank"&gt;Pola Kemitraan Antara Petani Tebu Dengan Pabrik Gula Asembagus (Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ...) &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisa-pendapatan-usahatani-dan.html" target="_blank"&gt;Analisa Pendapatan Usahatani dan Persepsi Petani pada Bawang Merah Organik”. (Studi kasus di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto).&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/peranan-penyuluh-pertanian-dalam.html" target="_blank"&gt;Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kecamatan ... Kota ... &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/sikap-ibu-rumah-tangga-pedesaan.html" target="_blank"&gt;Sikap Ibu Rumah Tangga Pedesaan Terhadap Tanaman Obat Keluarga (TOGA) (Study Kasus di Desa Trasak Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usaha-pada-industri-kecil.html" target="_blank"&gt;Analisis Usaha pada Industri Kecil ‘Tembakau Campur’ ( Studi Kasus di Kelurahan ... Kecamatan ... Kabupaten ...) &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html" target="_blank"&gt;Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Biaya Jasa Telekomunikasi Pada Kerajinan Kayu Jati ... &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pemasaran-minyak-atsiri-di.html" target="_blank"&gt;Strategi Pemasaran Minyak Atsiri Di Kecamatan ... Kabupaten ... &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-curahan-tenaga-kerja-wanita.html" target="_blank"&gt;Analisis Curahan Tenaga Kerja Wanita Tani (studi kasus pada wanita tani di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu)&lt;/a&gt;&lt;p&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pemasaran-tanaman-nilam.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pemasaran-tanaman-nilam.html" target="_blank"&gt;Analisis Pemasaran Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) (Studi Kasus Desa ... Kecamatan ...Kabupaten ...). &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/motivasi-petani-menabung-di-bank-studi.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/motivasi-petani-menabung-di-bank-studi.html" target="_blank"&gt;Motivasi Petani Dalam Menabung Di Bank (Studi Kasus Petani Penabung Di Bri Unit ...) &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/dampak-berdirinya-perusahaan-perkebunan.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/dampak-berdirinya-perusahaan-perkebunan.html" target="_blank"&gt;Dampak Berdirinya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacq) PT. Mustika Sembuluh Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitarnya (Studi di Desa ... Damar Kecamatan, ... Kabupaten ...) &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-strategi-pemasaran-pabrik-tahu.html" target="_blank"&gt;Analisis Strategi Pemasaran Pabrik Tahu Sukun ... &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengelolaan-hutan-dgn.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengelolaan Hutan Dengan Paradigma Community Based Forest Management (Cbfm) Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Sekitar Hutan Di Kabupaten ... (Studi Kasus Di ...&lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/evaluasi-kebijakan-gerakan-nasional.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/evaluasi-kebijakan-gerakan-nasional.html" target="_blank"&gt;Evaluasi Kebijakan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Gn Rhl) Di Kabupaten …, &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/evaluasi-pola-kemitraan-usaha-ternak.html" target="_blank"&gt;Evaluasi Pola Kemitraan Usaha Ternak Sapi Perah (Studi Pada Koperasi Kelompok Tani … &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pendapatan-petani-bawang-merah.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pendapatan-petani-bawang-merah.html" target="_blank"&gt;Analisis Pendapatan Petani Bawang Merah Sistem Pengendalian Hama Terpadu Di Kabupaten ... Studi Kasus Tentang Penggunaan Lampu Perangkap Hama Pada Tanaman Bawang Merah Di Kabupaten … &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-program-bongkar-ratoon-tanaman.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-program-bongkar-ratoon-tanaman.html" target="_blank"&gt;Analisis Program Bongkar Ratoon Tanaman Tebu Untuk Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula&lt;/a&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-program-bongkar-ratoon-tanaman.html" target="_blank"&gt; (Studi Di Pg. Tjoekir Kabupaten … &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-daya-saing-komoditas-bawang.html" target="_blank"&gt;Analisis Daya Saing Komoditas Bawang Merah Di Kabuapaten .... (Tinjauan Keunggulan Komparatif Dan Keunggulan Kompetitif Di Daerah Sentra Produksi, Desa ... &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-usaha-industri.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Usaha Industri Tahu (Studi Kasus Di Kecamatan …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-strategi-pengembangan.html" target="_blank"&gt;Analisis Strategi Pengembangan Pertanian Melalui Penerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu ( Pht ) Padi Di Kabupaten … &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agribisnis-salak.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Agribisnis Salak Di Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-gerakan-nasional-rehabilitasi.html" target="_blank"&gt;Strategi Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Gerhan) Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Alam Di Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pembangunan-pada-sektor_2397.html" target="_blank"&gt;Strategi Pembangunan Pada Sektor Industri Pengolahan Hasil Pertanian Dan Hutan Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-hutan-rakyat.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Hutan Rakyat Dalam Rangka Pelaksanaan Gerakan Nasonal Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Gn-Rhl) Di Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agribisnis.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agribisnis.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Agribisnis Pindang Bandeng Pada Industri Skala Rumah Tangga Di Kota … &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-penyediaan-semen-beku-sapi.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-penyediaan-semen-beku-sapi.html" target="_blank"&gt;Strategi Penyediaan Semen Beku Sapi Balai Inseminasi Buatan Di … Dan Implemantasinya Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Semen Beku&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agribisnis_16.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Agribisnis Kambing Peranakan Etawa Di Kecamatan …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agroindustri.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Agroindustri Kurmelo Di Kecamatan …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agribisnis-lebah.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Agribisnis Lebah Madu Di Kecamatan …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-sistem-agribisnis-daging-di.html" target="_blank"&gt;Strategi Sistem Agribisnis Daging Di Jabotabek (Kasus Penggemukan Sapi Pt. Sinar Katel Perkasa)&lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisi-strategi-bisnis-perusahaan.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisi-strategi-bisnis-perusahaan.html" target="_blank"&gt;Analisis Strategi Bisnis Perusahaan Daerah Perkebunan … Di Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/evaluasi-pengembalian-kredit-usaha-tani.html" target="_blank"&gt;Evaluasi Pengembalian Kredit Usaha Tani. Penelitian Tentang Evaluasi Pengembalian Kredit Usaha Tani (Kut) Tahun Pengadaan 1998-1999 Dari Petani Ke Executing Agent Dilakukan Di Kabupaten … &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-kelayakan-dan-sensitivitas.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-kelayakan-dan-sensitivitas.html" target="_blank"&gt;Analisis Kelayakan Dan Sensitivitas Usaha Tani Komoditas Manggis&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usahatani-padi-pada-saluran.html" target="_blank"&gt;Analisis Usahatani Padi Pada Saluran Pemasaran Yang Melalui KUD dan Non KUD&lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-tanaman-mindi.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-tanaman-mindi.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Tanaman Mindi (Melia Azederach L) Dengan Pola Agribisnis Hutan Rakyat (Studi Di Kecamatan … Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisa-nilai-tambah-dan-kelayakan.html" target="_blank"&gt;Analisa Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Agroindustri Bakpao Telo di Home Industri LESTARI Malang&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/faktor-faktor-keberhasilan-proyek-pidra.html" target="_blank"&gt;Faktor-Faktor Keberhasilan Proyek Pidra (Participatory Integrated Develompent In Rainfed Areas) Dalam Bidang Sosial Ekonomi Masyarakat Pedesaan Di Kecamatan … Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisa-sosial-ekonomi-program.html" target="_blank"&gt;Analisa Sosial Ekonomi Program Pengembangan Sapi Potong Dengan Sistem Gaduhan “ ( Study Di Kecamatan …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-nilai-tambah-pemasaran-produk.html" target="_blank"&gt;Analisis Nilai Tambah Pemasaran Produk Ayam Pedaging Di …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/pengambangan-kawasan-perdesaan-berbasis.html" target="_blank"&gt;Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis Di Kecamatan … Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-menuju-pertanian-berkelanjutan.html" target="_blank"&gt;Strategi Menuju Pertanian Berkelanjutan Di Kabupaten … (Studi Kasus Pertanian Tanaman Padi Bebas Pestisida Di Desa … &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-saluran-dan-marjin-pemasaran.html" target="_blank"&gt;Analisis Saluran Dan Marjin Pemasaran Brondong Jagung Di Perusahaan …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-penggunaan-faktor-produksi.html" target="_blank"&gt;Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi (Studi Kasus Di Kecamatan … Kabupaten … &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-faktor-faktor-yang.html" target="_blank"&gt;Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Curahan Jam Kerja Rumah Tangga Petani Di Sektor Informal ( Studi Kasus Di Desa …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pemasaran-blimbing-karangsari.html" target="_blank"&gt;Analisis Pemasaran Blimbing Karangsari Kecamatan … Kota …&lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-variabel-variabel-yang.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-variabel-variabel-yang.html" target="_blank"&gt;Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Kecil Gula Merah Di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ... &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/pengaruh-bauran-pemasaran-terhadap.html" target="_blank"&gt;Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Berbelanja Di Pasar Sayur … Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-perluasan-budidaya-tanaman.html" target="_blank"&gt;Strategi Perluasan Budidaya Tanaman Padi Untuk Stabilitas Ketahanan Pangan Di Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pengaruh-proyek-peningkatan.html" target="_blank"&gt;Analisis Pengaruh Proyek Peningkatan Mutu Intensifikasi (Pmi) Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi Di Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pembangunan-pertanian-tanaman.html" target="_blank"&gt;Strategi Pembangunan Pertanian Tanaman Bawang Merah Di Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/partisipasi-masyarakat-dalam-kegiatan.html" target="_blank"&gt;Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Operasi Dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-beberapa-faktor-yang.html" target="_blank"&gt;Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Penyuluh Pertanian Pada Bipp-Kp Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/trend-produksi-usaha-pupuk-enceng.html" target="_blank"&gt;Trend produksi usaha pupuk enceng gondok di pt. Maharani lamongan&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-peningkatan-mentalitas.html" target="_blank"&gt;Strategi Peningkatan Mentalitas Kewirausahaan (Studi Kajian Tentang Mentalitas Kewirausahaan Di Kota …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-model-penyuluhan.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Model Penyuluhan Pertanian Klinik Konsultasi Agribisnis Di Bpp-Kp …Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_16.html" target="_blank"&gt;Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Untuk Membeli Benih Cabe Besar Merk Panah Merah Di Wilayah Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-kelembagaan-dan-produktivitas.html" target="_blank"&gt;Analisis Kelembagaan Dan Produktivitas Usahatani Padi Pada Sistem Irigasi … &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/evaluasi-dan-strategi-pengembangan.html" target="_blank"&gt;Evaluasi Dan Strategi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Melalui Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat Di Kecamatan … Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pendapatan-dan-efisiensi-gula.html" target="_blank"&gt;Analisis Pendapatan dan Efisiensi Gula Merah di Desa Dukuh Kec. Ngadiluwih Kab. …&lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-komparatif-pendapatan-petani.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-komparatif-pendapatan-petani.html" target="_blank"&gt;Analisis Komparatif Pendapatan Petani Bawang Merah Sistem Tanam Bibit Dari Biji (Royal Selections) Dengan Sistem Tanam Bibit Dari Umbi Di Kabupaten … &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-konservasi-dan-rehabilitasi.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-konservasi-dan-rehabilitasi.html" target="_blank"&gt;Strategi Konservasi Dan Rehabilitasi Lahan Di Sub Daerah Aliran Sungai Pekalen Wilayah Kabupaten … &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/implementasi-program-akselerasi.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/implementasi-program-akselerasi.html" target="_blank"&gt;Implementasi Program Akselerasi Peningkatan Produktifitas Gula Nasional Terhadap Strategi Pengembangan Agribisnis Pergulaan”. (Studi Di Wilayah Kerja Pabrik Gula Wonolangan, ...&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-biaya-produksi-pada-perusahaan.html" target="_blank"&gt;Analisis Biaya Produksi Usaha Peternakan Sapi Perah Pada Perusahaan Susu Anugerah Di Kecamatan . ...&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisa-resiko-finansial-usaha.html" target="_blank"&gt;Analisa Resiko Finansial Usaha Peternakan Ayam Pedaging Pada Peternak Plasma Kemitraan Kud “Sari Bumi” Di Kecamatan … Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usaha-kemitraan-ayam-pedaging.html" target="_blank"&gt;Analisis Usaha Kemitraan Ayam Pedaging Di Pt. Surya Gemilang Pratama …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisa-total-quality-management-dan.html" target="_blank"&gt;Analisa Total Quality Management Dan Kinerja Koperasi Persusuan (Studi Kasus Di Koperasi “Sae” Kec…. Kab. …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-profitabilitas-usaha.html" target="_blank"&gt;Analisis Profitabilitas Usaha Peternakan Ayam Petelur Di … Dan … Kecamatan … Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-bauran-pemasaran-dan.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-bauran-pemasaran-dan.html" target="_blank"&gt;Analisis Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Dan Implikasinya Terhadap Volume Penjualan Pada Perusahaan Susu Anugrah Di Desa … Kecamatan …&lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pola-kemitraan-budidaya-ayam.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pola-kemitraan-budidaya-ayam.html" target="_blank"&gt;Analisis Pola Kemitraan Budidaya Ayam Pedaging Pada Kud ”Sari Bumi” … Kabupaten … &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-kinerja-jalur-pemasaran-dan.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-kinerja-jalur-pemasaran-dan.html" target="_blank"&gt;Analisis Kinerja Jalur Pemasaran Dan Prospek Pasar Susu Kambing &lt;/a&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-kinerja-jalur-pemasaran-dan.html" target="_blank"&gt;(Studi Di Agriculture Technical Mission Republic Of China) &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usaha-padi-sawah-dengan.html" target="_blank"&gt;Analisis Usaha Padi Sawah Dengan Menggunakan Urea Tablet Studi Di Desa …r Kecamatan … Kabupaten …&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-dan-analisis.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Dan Analisis Pendapatan Agroindustri Gula Semut&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-nilai-tambah-efisiensi-dan.html" target="_blank"&gt;Analisis Nilai Tambah, Efisiensi dan Saluran Pemasaran Agroindustri Emping Melinjo di Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar&lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-fluktuasi-harga-pisang-agung.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-fluktuasi-harga-pisang-agung.html" target="_blank"&gt;Analisis Fluktuasi Harga Pisang Agung Produksi Kecamatan ... Kabupaten ...&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/pengaruh-pola-kemitraan-pt-bisi.html" target="_blank"&gt;Pengaruh Pola Kemitaan Pt Bisi Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Cabai &lt;/a&gt;
&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/dampak-cooperative-farming-terhadap.html"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/dampak-cooperative-farming-terhadap.html" target="_blank"&gt;Dampak Cooperative Farming Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani (Studi Kasus Di Desa … Kecamatan … Kabupaten … &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-kinerja-program-pembelian.html" target="_blank"&gt;Analisis Kinerja Program Pembelian Gabah Oleh Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan Di Kabupaten ...&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/pengaruh-motivasi-terhadap-perilaku.html" target="_blank"&gt;Pengaruh Motivasi Terhadap Perilaku Kerja Petani Tebu (Studi di Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-strategi-pemberdayaan.html" target="_blank"&gt;Analisis Strategi Pemberdayaan Masyarakat Agribisnis Melalui Penguatan Modal Usaha Kelompok Tani Di Kabupaten Blitar&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisa-perbandingan-pendapatan-petani.html" target="_blank"&gt;Analisa Perbandingan Pendapatan Petani Kedelai Anggota APKKI dan Non-Anggota APKKI” (Studi Kasus di Kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun)&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usaha-pada-pengolahan-produk.html" target="_blank"&gt;Analisis Usaha Pada Pengolahan Produk Gula Kacang” (studi kasus di desa takeran kec. Takeran kab. Magetan).&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-komparasi-usaha-tani-tebu.html" target="_blank"&gt;Analisis Komparasi Usaha Tani Tebu Dengan Aplikasi Pupuk “Organik” Dan Pupuk An-Organik&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-komparasi-usaha-pengolahan.html" target="_blank"&gt;Analisis Komparasi Usaha Pengolahan Sari Apel di CV Bromo Semeru dan CV Nusa Agro Industri Kota Batu&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usaha-penggemukan-ternak-sapi.html" target="_blank"&gt;Analisis Usaha Penggemukan Ternak Sapi Potong Hasil Inseminasi Buatan Studi di Kecamatan ... Kabupaten ...&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/penggunaan-power-thresher-dalam-upaya.html" target="_blank"&gt;Penggunaan Power Thresher dalam Upaya Memperoleh Nilai Tambah Hasil Panen Padi Sawah ( Studi di Kelurahan ... Kecamatan ... Kabupaten ...) &lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-efisiensi-usahatani-jagung-zea.html" target="_blank"&gt;Analisis Efisiensi Usahatani Jagung ( Zea Mays L ) dengan Menggunakan Benih Hibrida ( Studi di Desa ... Kecamatan ...Kabupaten ...)&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usaha-ternak-domba-ekor-gemuk.html" target="_blank"&gt;Analisis Usaha Ternak Domba Ekor Gemuk Studi Dengan Menggunakan Pakan Konsentrat di Desa ...Kecamatan ... Kabupaten ...&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-efisiensi-usahatani-tanaman.html" target="_blank"&gt;Analisis Efisiensi Usahatani Tanaman Sengon Laut (Albazia falcataria) (Studi di Desa ...Kecamatan ... Kabupaten ...)&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-tanaman-jati.html" target="_blank"&gt;Analisis Kinerja Pemasaran Tanaman Jati (Tectona grandis Linn) (Studi Pemasaran Tanaman Jati di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten ... )&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/stategi-pengembangan-agroindustri.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Agroindustri Minyak Kenanga ( Canangium odoratum ) ( Studi Kasus Agroindustri Rumah Tangga Minyak Kenanga di Desa ...Kecamatan ... Kabupaten ... )&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/peranan-kelompok-tani-pelestari.html" target="_blank"&gt;Peranan Kelompok Tani Pelestari Sumberdaya Alam Dalam Konservasi Dan Pemanfaatan Hutan (Studi di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang)&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/mempelajari-kelayakan-usahatani.html" target="_blank"&gt;Mempelajari Kelayakan Usahatani Pembibitan Sengon (Albizia Falcataria) (Studi Kasus Di Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo)&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agribisnis-kopi.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Agribisnis kopi arabika di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-usaha-jamur.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Usaha Jamur Merang Pada Kelompok Tani Mancilan Purworejo Pasuruan&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-unit-usaha.html" target="_blank"&gt;Strategi Pengembangan Unit Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (Upja) Dalam Pendayagunaan Alat Mesin Pertanian&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-penggunaan-faktor-produksi_19.html" target="_blank"&gt;Analisis Faktor-faktor Produksi Yang Mempengaruhi Tingkat Produksi Usahatani Kubis ” (study kasus di desa Pakel Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung)&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/evaluasi-kinerja-proyek-pemberdayaan.html" target="_blank"&gt;Evaluasi Kinerja Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis (PPA 2001) dengan Pola Bantuan Langsung Masyarakat&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="COLOR: #333333; TEXT-DECORATION: none; text-underline: none; text-line-through: none" href="http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-perbedaan-pendapatan-petani.html" target="_blank"&gt;Analisis Perbedaan Pendapatan Petani Sistim Tanam Tabela Dengan Sistim Tanam Pindah Di Kabupaten Bangkalan&lt;/a&gt;

&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-5757952705903565975?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/5757952705903565975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=5757952705903565975&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5757952705903565975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5757952705903565975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/daftar-judul.html' title='Daftar Judul'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4678485100475179157</id><published>2008-04-16T09:55:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:56:42.803+07:00</updated><title type='text'>Analisis Bauran Pemasaran Dan Implikasinya Terhadap Volume Penjualan Pada Perusahaan Susu Farida Di Desa Megare Kecamatan Taman Kabn Sidoarjo...(82)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
 Penelitian dilaksanakan di perusahaan susu Farida di desa Megare kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo yang dimulai pada tanggal 20 Maret sampai 20 April 2006. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan pelaksanaan bauran pemasaran dan untuk menetahui implikasi bauran pemasaran terhadap volume penjualan susu. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai sumber informasi dan referensi tentang bauran pemasaran dan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam membuat kebijakan pemasaran.
 Penelitian bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode studi kasus untuk memperoleh diskripsi kondisi tertentu dengan akumulasi data untuk membuktikan hipotesis. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan menggunakan metode interview, observasi, dan dokumentasi. Data diklasifikasikan menjadi dua yaitu data primer yang di dapatkan langsung dari perusahaan dan data sekunder dari dokumen, catatan, buku yang mendukung penelitian.
 Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas (independent variable) yaitu biaya produksi, harga, biaya distribusi, dan biaya promosi dan variabel terikat (dependent variable) yaitu volume penjualan. Metode analisa data menggunakan analisa regresi linier berganda dan pengujian hipotesis dengan uji t dan uji f.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan Farida menerapkan strategi bauran pemasaran yang terdiri dari strategi produksi yaitu memproduksi susu segar dengan kualitas yang terjaga kemurniannya. Strategi harga yang digunakan adalah berdasarkan kesepakatan anggota ikatan para peternak sapi perah didaerah Sidoarjo untuk konsumen dan pengecer. Strategi distribusi yang diterapkan dengan menjual secara langsung susu segar di tempat dimana susu segar itu diproduksi, sedangkan strategi promosi dilakukan dengan menjaga kepercayaan pelanggan dan memberikan bonus setiap tahun dengan harapan  pelanggan mensosialisasikan produk dengan komunikasi person to person.
 Implikasi bauran pemasaran terhadap volume penjualan dilakukan dengan perhitungan secara statistik pada masing-masing lembaga pemasaran. Bauran pemasaran berimplikasi pada volume penjualan pada pegecer, konsumen, dan KUD secara simultan masing-masing sebesar 55,8 persen; 89,6 persen dan 93,2 persen pada tingkat signifikansi 0,05. Sedangkan secara parsial yang berimplikasi terhadap volume penjualan adalah biaya produksi sebesar Rp 0,681 pada pengecer, Rp 0,672,- pada konsumen, dan Rp 0,719,- pada KUD.
 Kesimpulan penelitian bahwa strategi bauran pemasaran yang diterapkan pada perusahaan susu Farida cukup efektif dan bauran pemasaran mempunyai implikasi yang signifikan terhadap volume penjualan. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya penelitian lebih lanjut mengenai besarnya pengaruh harga dan biaya distribusi terhadap volume penjualan dan hendaknya perusahaan meningkatkan kualitas susu serta memperluas jaringan pemasaran.
 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4678485100475179157?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4678485100475179157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4678485100475179157&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4678485100475179157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4678485100475179157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-bauran-pemasaran-dan.html' title='Analisis Bauran Pemasaran Dan Implikasinya Terhadap Volume Penjualan Pada Perusahaan Susu Farida Di Desa Megare Kecamatan Taman Kabn Sidoarjo...(82)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-6452142933254446530</id><published>2008-04-16T09:54:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T09:54:48.121+07:00</updated><title type='text'>Analisis Profitabilitas Usaha Peternakan Ayam Petelur Di Talangsuko Farm Ds Talangsuko Dan Padi Farm Desa Padi Kecamatan Turen Kabupaten Malang … (81)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini dilaksanakan pada usaha peternakan Talangsuko Farm di desa Talangsuko dan Padi Farm di desa Padi kecamatan Turen Kabupaten Malang mulai tanggal 5 Juli sampai dengan 5 Agustus 2005.  Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah bahwa kedua usaha peternakan tersebut belum pernak dilakukan analisa profitabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya biaya produksi per satuan (Rp/kg), keuntungan per satuan (Rp/kg) serta tingkat profitabilitas pada kedua peternakan.  Keguanaan dari hasil penelitian ini adalah diharapkan dapat digunakan sebagai bahan perencanaan usaha serta sebagai pengaturan faktor-faktor produksi dalam upaya peningkatkan keuntungan perusahaan. Materi dari penelitian ini adalah usaha peternakan ayam petelur.
 Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data penelitian yang diambil adalah data kuantitatif, berupa data primer dan data sekunder dari peternakan. Data tersebut meliputi data produksi telur ayam dan biaya-biaya produksi yang dikeluarkan kedua peternakan. Analisis data yang dipakai adalah analisis deskriptif. 
 Hasil penelitian diperoleh bahwa untuk total biaya produksi pada Talangsuko Farm adalah sebesar Rp.11.284.635.764,47,-/periode atau sebesar Rp.6.308,45,-/kg. Total biaya produksi pada Padi Farm adalah sebesar Rp.6.982.114.675,08,-/tahun atau sebesar Rp. 6.813,67,-/kg. Keuntungan Talangsuko yang didapatkan sebesar Rp.1.100.137.548,01,-/tahun atau sebesar Rp.615,01,-/kg. Padi Farm memperoleh keuntungan sebesar Rp.137.053.702,17,-/tahun atau sebesar Rp.133,75,-/kg. Hasil profitabilitas yang telah dihitung didapatkan bahwa profitabilitas yang berkaitan dengan penjualan yakni nilai Gross Profit Margin (GPM) pada Talangsuko Farm 8,97 % dan Padi Farm 2,05 %, Operating Ratio (OR) pada Talangsuko Farm sebesar 91,12 % dan Padi Farm 98,07 %, Net Profit Margin (NPM) pada Talangsuko Farm sebesar 8,88 % dan Padi Farm 1,93 %. Profitabilitas yang berkaitan dengan investasi yakni nilai Rentabilitas ( R ) pada Talangsuko Farm sebesar 9,36 % dan Padi Farm sebesar 1,91 %. Nilai Turn Over of Assets (TOA) Talangsuko Farm sebesar 1,05 kali dan Padi Farm sebesar 0,99 kali. Nilai TOA pada kedua peternakan masih belum sesuai dengan standar industri yaitu sebesar 1,5 kali.  
 Kesimpulan yang dapat diambil yakni kedua peternakan masih dapat menjalankan kegiatan operasional perusahaan meskipun jumlah keuntungan yang didapatkan tergolong rendah. Sebagai saran diharapkan kedua peternakan berusaha untuk meminimalkan biaya produksi dari pemberian gaji bagi tenaga kerja yang harus disesuaikan dengan standar gaji UMR sebesar Rp.500.000/bulan serta meningkatkan jumlah penjualan produk telur dan hasil sampingan lainnya supaya tingkat keuntungan yang didapatkan menjadi lebih tinggi. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-6452142933254446530?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/6452142933254446530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=6452142933254446530&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6452142933254446530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6452142933254446530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-profitabilitas-usaha.html' title='Analisis Profitabilitas Usaha Peternakan Ayam Petelur Di Talangsuko Farm Ds Talangsuko Dan Padi Farm Desa Padi Kecamatan Turen Kabupaten Malang … (81)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-6101259411385686260</id><published>2008-04-16T09:52:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T09:52:47.159+07:00</updated><title type='text'>Analisa Total Quality Management  Dan Kinerja Koperasi Persusuan (Studi Kasus Koperasi “SAE” Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang) … (80)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian tentang analisa Total Quality Management dilakukan di Koperasi Sinau Andandani Ekonomi (Koperasi “SAE”) Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 8 -27 Mei 2006.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan konsep Total Quality Management (TQM) di Koperasi “SAE”, mengetahui kinerja keuangan koperasi melalui analisis finansial, dan keuntungan serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapanTQM. Penelitian ini diharapkan berguna sebagai bahan masukan dan perbandingan bagi koperasi dalam melaksanakan TQM sehingga dapat mencapai keuntungan maksimal. 
Metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive sampling yakni subjek sudah diketahui sifat-sifat atau ciri tertentunya. Variabel yang diamati adalah pilar organisasi, kepemimpinan, komitmen, proses dan produk di Koperasi “SAE” serta analisa finansial melalui perhitungan rasio manajemen aktiva, manajemen hutang, profitabilitas dan rasio likuiditas.
Hasil penelitian, penerapan TQM pada Koperasi ”SAE” ada lima pilar yaitu organisasi dengan cara bottom up yaitu mengangkat aspirasi dari bawah ke atas,dan sistem desentralisasi. Kepemimpinan dengan cara partisipatif, sasaran kerja yang jelas, penghargaan kepada setiap usaha dan saluran komunikasi yang lancar. Pilar komitmen, bekerja berorientasi terhadap produk dan pelanggan (konsumen). Pengendalian dan pengawasan terhadap bahan baku, proses produksi dan pasca produksi yang menerapkan sanitasi dan pengujian secara menyeluruh merupakan penerapan TQM pada pilar proses. Pada pilar produk dengan cara menjaga kualitas susu segar, memperluas pangsa pasar untuk mencegah kelebihan produk dan menjalin hubungan yang erat dengan pelanggan.
Keuntungan Koperasi ”SAE” dari tahun 2002, 2003, 2004, dan 2005 secara berturut-turut adalah Rp.718.185.641,-; Rp.735.897.461,74; Rp. 419.790.260,30 dan Rp.768.585.506,11. Nilai current ratio tertinggi terdapat pada tahun 2003 sebesar 254,16%,nilai terendah terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 222,83%. Nilai quick ratio tertinggi terdapat pada tahun 2003 yaitu sebesar 229,58%, nilai terendah terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 206,50%. Nilai rasio perputaran persediaan koperasi tertinggi terdapat pada tahun 2003 yaitu 57,50 kali, nilai terendah terdapat pada tahun 2005 yaitu sebesar 44,90 kali. Nilai Rata-rata umur piutang tertinggi terdapat pada tahun 2004 yaitu 44 hari, nilai terendah terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 33 hari. Nilai rasio perputaran aktiva tetap tertinggi terdapat pada tahun 2005 yaitu sebesar 12,20 kali, nilai terendah terdapat pada tahun 2003 yaitu sebesar 10,70 kali Nilai rasio perputaran total aktiva tertinggi terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 3,50 kali dan nilai terendah terdapat pada tahun 2005 yaitu sebesar 2,45 kali. Nilai gross profit margin (GPM) tertinggi terdapat pada tahun 2005 sebesar 12,35%, nilai terendah terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 10,50%.
Nilai net profit margin (NPM) tertinggi terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 1,15%, nilai terendah terdapat pada tahun 2004 yaitu sebesar 0,69%. Nilai return on investment (ROI) tertinggi terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 3,40%, nilai terendah terdapat pada tahun 2004 yaitu sebesar 1,27%. Nilai retun on equity (ROE) tertinggi terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 4,90% dan nilai terendah pada tahun 2004 sebesar 2,26%. Rasio total hutang tertinggi terdapat pada tahun 2004 yaitu sebesar 43,60%, nilai terendah terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 30,70%. Nilai total debt to total equity tertinggi terdapat pada tahun 2004 yaitu sebesar 77,30%, nilai terendah terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 44,70%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan TQM di Koperasi ”SAE” sudah berjalan cukup baik dan kinerja keuangan pada Koperasi ”SAE” menunjukkan nilai tertinggi pada tahun 2002 dan paling rendah terdapat pada tahun 2004. Saran yang dapat diberikan yaitu koperasi dapat menerapkan konsep TQM secara optimal dengan cara merangkul anggota yang tidak aktif sehingga anggota dapat menjadi aktif kembali, mengadakan pelatihan bagi karyawan dan anggota mengenai kepemimpinan dan inovasi beternak yang lebih baik serta perluasan pemasaran sehingga tercapai keuntungan maksimal. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-6101259411385686260?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/6101259411385686260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=6101259411385686260&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6101259411385686260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6101259411385686260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisa-total-quality-management-dan.html' title='Analisa Total Quality Management  Dan Kinerja Koperasi Persusuan (Studi Kasus Koperasi “SAE” Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang) … (80)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2021145981213731562</id><published>2008-04-16T09:49:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:50:13.251+07:00</updated><title type='text'>Analisis Usaha Kemitraan Ayam Pedaging DI PT. Surya Gemilang Pratama Jombang … (79)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 25 Desember 2006 sampai 21 Januari 2007 di PT. Surya Gemilang Pratama (SGP) Jombang yang bergerak dalam bidang usaha PIR perunggasan khususnya kemitaan ayam pedaging. Pembangunan di masa mendatang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak melalui peningkatan produksi ternak, disamping dutujukan untuk meningkatkan konsumsi daging didalam negeri. Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat menunjang pengembangan dari usaha ternak ayam pedaging. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mekanisme hubungan kerjasama kemitraan  antara PT. Surya Gemilang Pratama dengan peternak plasma di kabupaten Jombang dan mengetahui efisiensi usaha peternakan ayam pedaging pola kemitraan yang diselenggarakan PT. Surya Gemilang Pratama. Kegunaan bagaimana mekanisme kerjasama kemitraan antara PT. Surya Gemilang Pratama dengan peternak plasma di kabupaten Jombang dan bagaimana Efisiensi usaha peternakan ayam pedaging pola kemitraan yang diselenggarakan PT. Surya Gemilang Pratama.

Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah usaha ternak ayam pedaging yang terdaftar sebagai plasma dari PT. Surya Gemilang Pratama di Kabupaten Jombang. Metode penelitian ini adalah studi kasus, penarikan sampel dilakukan dengan sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan yang di dasarkan atas rekomendasi dari pegawai PT. Surya Gemilang Pratama. Dengan jumlah 36 responden dari 115 jumlah populasi dengan menggunakan rumus Yamane. Pengumpulan data dilakukan dengan survey, data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari PT. Surya Gemilang Pratama, sedang data sekunder diperoleh dari peternak dan Biro Statistik Kabupaten Jombang serta dari Dinas Peternakan Jombang.

Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa usaha kemitraan ayam pedaging pada pola kemiteraan didapat biaya produksi meliputi biaya tetap dan biaya variabel yang terdiri dari biaya rata-rata sewa tanah Rp. 184.474,14 /periode, penyusutan peralatan Rp. 14.524,96 /periode, tenaga kerja Rp.606.944,44 /periode, DOC Rp. 17.305.555,56 /periode, vaksin dan obat Rp.1.495.031,83 /periode, listrik Rp. 96388,89 /periode. Pendapatan peternak sebesar Rp. 798.852,37 /periode per seribu ekor dan total pendapatan perkilogram sebesar Rp. 347,48 per periode. Efisiensi usaha dicapai pada saat produksi total sebesar 20.660,51 kilogram ayam hidup. Biaya variabel sebesar 98,63%, biaya tetap sebesar 1,37%. Pendapatan dari penjualan ayam sebesar 98,02%, pendapatan lain sebesar 1,98%. 

Kesimpulan dari Penelitian, bahwa pelaksanaan pola kemitraan usaha ayam pedaging di PT. Surya Gemilang Pratama yang merupakan pola kerjasama inti-plasma yang saling menguntungkan. Efisiensi usaha dicapai pada saat produksi total sebesar 20.660,51 kilogram ayam hidup atau 12.153 sampai 12.913 ekor. Saran bagi pihak inti adalah lebih meningkatkan pelayanan bagi pengembangan usaha kemitraan ayam pedaging. Pihak plasma diharapkan terus melanjutkan dan mengembangkan usaha peternakan ayam pedaging melalui pola kemitraan.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2021145981213731562?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2021145981213731562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2021145981213731562&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2021145981213731562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2021145981213731562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usaha-kemitraan-ayam-pedaging.html' title='Analisis Usaha Kemitraan Ayam Pedaging DI PT. Surya Gemilang Pratama Jombang … (79)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-8078961991795560774</id><published>2008-04-16T09:48:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T09:48:57.108+07:00</updated><title type='text'>Analisa Resiko Finansial Usaha Peternakan Ayam Pedaging Pada Peternak Plasma Kemitraan Kud “Sari Bumi” Di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang… (78)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang yang merupakan wilayah kerja KUD Sari Bumi. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 20 Mei sampai 20 Juni 2006.
 Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui resiko financial berdasarkan besarnya pendapatan dan efisiensi usaha peternakan ayam pedaging pada peternak plasma KUD Sari Bumi, serta untuk mengetahui besarnya tingkat resiko keuangan pada peternak plasma.
 Metode yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 30 orang responden yang terbagi menjadi 3 strata berdasarkan jumlah kepemilikan ternak, dimana untuk strata I jumlah ternaknya kurang dari 1.268 ekor, strata II antara 1.268 hingga 3.208 ekor dan strata III sebanyak lebih dari 3.208 ekor. Data dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh gambaran pelaksanaan kemitraan KUD dengan peternak dan analisa  kuantitatif untuk mengambarkan analisa input – output. Besarnya keuntungan atau pendapatan dan tingkat efisiensi usaha yang diperoleh selama 1 tahun dan tiap periode produksi diukur dengan menggunakan analisa resiko financial yang meliputi Farm Financial Effeciency atau Operating Expense Ratio, Rasio Likuiditas (Current Ratio), Rasio Solvabilitas (Debt to Assets Ratio), Rasio Profitabilitas (Return on Assets and Return on Equity), Debt Coverage Ratio dan Analisa secara statitik.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kemitraan di KUD Sari Bumi merupakan kemitraan plasma inti. Penetapan harga input - output berdasarkan harga pasar yang berlaku atau tanpa ada harga kontrak. Nilai Operating Expenses Ratio selama I tahun dan tiap periode produksi pada strata I masing-masing sebesar 86,7% dan 86,5%, pada strata II masing-masing sebesar 86,3% dan 86,2% sedangkan pada strata III masing-masing sebesar 84,7% dan 84,8%. Nilai Current Ratio selama 1 tahun dan setiap periode pada strata I sebesar 1,03 dan 1,03, strata II sebesar 1,03 dan 1,03 dan strata III sebesar 1,05 dn 1,05. Nilai Debt to Assets Ratio selama 1 tahun dan tiap periode pada strata I sebesar 72,61% dan 72,51%, strata II sebesar 75,51% dan 74,62% sedangkan pada strata III sebesar 78,26% dan 77,66%. Nilai Return on Assets selama 1 tahun dan tiap periode produksi pada strata I sebesar 2,5% dan 2,7%, pada strata II sebesar 3,7% dan 3,7%, sedangkan pada strata III sebesar 6,4 dan 6,3. Nilai Return on Equity selama 1 tahun dan tiap periode pada strata I sebesar 1,1% dan 1,8%, strata II sebesar 6% dan 5,7%, pada strata II sebesar 18,8% dan 14,6%. Nilai Debt Coverage Ratio selama 1 tahun dan tiap periode pada strata I sebesar 18,9% dan 19,2%, pada strata II sebesar 19,4% dan 19,6%, sedangkan pada strata III sebesar 21,6% dan 21,9%. Selain itu, hasil perhitungan statistik analisa resiko finansial  adalah sebagai berikut :
- Nilai rata-rata hasil yang diharapkan atau keuntungan rata-rata selama 1 tahun dan tiap periode untuk strata I sebesar Rp 8.324.773,- dan                  Rp1.636.196,-; pada strata II sebesar Rp 21.783.408,- dan Rp 4.118.329,- sedangkan pada strata III sebesar Rp 60.975.382,- dan Rp 10.997.006,-
- Nilai standart deviasi selama 1 tahun dan tiap periode untuk strata I sebesar Rp 4.083.320,- dan Rp 838.200,-; strata II sebesar Rp 9.199.784,- dan Rp 1.470.242,- sedangkan pada strata III sebesar Rp 19.066.524,- dan Rp 3.305.320,-
- Nilai koefisien variasi selama 1 tahun dan tiap periode untuk strata I sebesar 49% dan 51%; strata II sebesar  42% dan 36%  sedangkan pada strata III sebesar 31% dan 30%.
- Nilai batas bawah selama 1 tahun dan tiap periode untuk strata I sebesar    Rp 158.133,- dan Rp -40.204,-, strata II sebesar Rp 3.383.840,- dan    Rp 1.177.846,- sedangkan strata III sebesar Rp 22.842.335,- dan    Rp 4.386.366,-
 Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa besarnya pendapatan kotor yang paling tinggi baik selama 1 tahun maupun tiap periode pemeliharaan adalah pada strata III yang nilainya masing-masing sebesar           Rp 424.477.675,- dan Rp 76.542.403,- sedangkan yang paling rendah adalah pada strata I yang masing-masing sebesar  Rp 106.222.045,- dan Rp 20.883.791,-. Nilai pendapatan bersih selama 1 tahun dan tiap periode pemeliharaan yang paling tinggi adalah pada strata III yang nilainya masing-masing sebesar  Rp 119.813.794,- dan Rp 20.761.226,- sedangkan nilai pendapatan yang paling rendah baik selama 1 tahun maupun tiap periode pemeliharaan adalah pada strata I yang nilainya masing-masing sebesar Rp 2.793.356,- dan Rp 898.132,- .Hasil perhitungan efisiensi usaha berdasarkan nilai Operating Expenses Ratio selama 1 tahun dan tiap periode menunjukkan bahwa skala usaha yang paling efisien adalah pada strata III  yaitu sebesar 84,7% selama 1 tahun dan 84,8% rata-rata tiap periodenya, sedangkan yang paling tidak efisien yakni pada strata I yaitu sebesar  86,7% selama 1 tahun dan 86,5% rata-rata tiap periodenya. Berdasarkan nilai Coefficient of Variation maka strata I mempunyai tingkat resiko finansial yang paling tinggi yaitu sebesar 49% selama 1 tahun dan 51% rata-rata tiap periode pemeliharaan sedangkan strata III mempunyai tingkat resiko finansial yang paling rendah yaitu sebesar 31% selama 1 tahun dan 30% rata-rata tiap periode pemeliharaan.
Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada peternak supaya  menjalankan usaha pemeliharaan ayam pedaging pada strata usaha III sebab keuntungan yang diperoleh paling tinggi dan tingkat resiko finansial yang dhadapi paling rendah diantara kedua strata usaha lainnya.   



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-8078961991795560774?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/8078961991795560774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=8078961991795560774&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8078961991795560774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8078961991795560774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisa-resiko-finansial-usaha.html' title='Analisa Resiko Finansial Usaha Peternakan Ayam Pedaging Pada Peternak Plasma Kemitraan Kud “Sari Bumi” Di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang… (78)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-1707602584878136941</id><published>2008-04-16T09:46:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:47:12.637+07:00</updated><title type='text'>Analisis Biaya Produksi Pada Perusahaan Susu Sapi Anugerah Di Kecamatan Kota Kotamadya Kediri...(77)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian dilaksanakan selama satu bulan yaitu pada bulan Maret 2006 di Perusahaan Penelitian dilaksanakan di Perusahaan Susu Anugerah di desa Ngadirejo kecamatan Kota kotamadya Kediri. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 1 Maret – 30 Maret 2006. Tujuan penelitian adalah (1). Mengetahui berapa besar biaya produksi dan struktur biaya yang dipergunakan dalam produksi susu segar. (2). Mengetahui efisiensi usaha bila dilihat dari R/C ratio usaha peternakan sapi perah di Perusahaan Susu Anugerah. 
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subyek atau obyek pada saat penelitian yang berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya dalam bentuk studi kasus (case studies) yang memusatkan diri secara intensif dan mendalam terhadap suatu obyek tertentu dengan mempelajarinya sebagai suatu kasus 
Data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah materi informasi yang diperoleh peneliti secara langsung di tempat penelitian atau di suatu tempat yang menjadi obyek penelitian, sedangkan data sekunder adalah data-data yang dikumpulkan secara tidak langsung. 
Hasil penelitian diperoleh besar biaya produksi pada tahun 2001 sampai dengan 2005 antara lain : tahun  2001 sebesar Rp. 452.775.948,- ; tahun 2002 sebesar Rp. 473.080.178,- ; tahun 2003 sebesar Rp. 493.636.178,- ; tahun 2004 sebesar Rp. 525.427.772,- ; dan tahun 2005 sebesar Rp. 552.673.952,-.
Efisiensi usaha dilihat dari R/C ratio Perusahaan Susu Anugerah berbeda setiap tahun. Efisiensi usaha tahun 2001 sebesar1,50, tahun 2002 sebesar  1,49, tahun 2003 sebesar 1,48, tahun 2004 sebesar 1,48 dan tahun 2005 sebesar 1,46. Efisiensi usaha yang paling besar adalah tahun 2001 sebesar 1,50. Efisiensi usaha berdasarkan R/C ratio Perusahaan Susu Anugerah layak dikembangkan karena nilainya lebih besar dari 1. Rentabilitas Perusahaan Susu Anugerah dapat dikatakan layak untuk dikembangkan karena rentabilitas berkisar antara 26-50 persen yang melebihi dari bunga bank pemerintah sebesar 16 persen.
Berdasarkan hasil diatas maka disarankan Perusahaan Susu Anugerah diharapkan dapat mengefisienkan biaya produksi sehingga pendapatan usaha optimal. Perusahaan Susu Anugerah diharapkan dapat meningkatkan pendapatan usaha dengan menambah penerimaan dan menekan biaya produksi usaha. Perusahaan Susu Anugerah diharapkan memperhatikan kualitas dan kuantitas pakan sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap besar biaya produksi agar bisa meningkatkan penerimaan dan pendapatan.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-1707602584878136941?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/1707602584878136941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=1707602584878136941&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1707602584878136941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1707602584878136941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-biaya-produksi-pada-perusahaan.html' title='Analisis Biaya Produksi Pada Perusahaan Susu Sapi Anugerah Di Kecamatan Kota Kotamadya Kediri...(77)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2639471325901429360</id><published>2008-04-16T09:44:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:46:01.235+07:00</updated><title type='text'>Implementasi Program Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula Nasional Terhadap Strategi Pengembangan Agribisnis Pergulaan…(76)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Berdasarkan kajian secara struktural, industri gula menghadapi permasalahan baik eksternal, yang berkaitan dengan kebijakan pergulaan yang tidak kondusif, dan faktor internal, yang berkaitan dengan rendahnya produktivitas. Kedua permasalahan utama tersebut mengakibatkan industri gula nasional menjadi tidak efisien dan berdaya saing yang rendah. Situasi dan hal-hal tersebut di atas, mendorong dicanangkannya Program Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula Nasional (PGN) 2002–2007. Implementasi Program Akselerasi Tahun Anggaran 2005 meliputi kegiatan : bongkar ratoon; konsolidasi dan pengembangan areal tebu; pembangunan kebun bibit secara berjenjang; pemberdayaan petani; diseminasi teknologi pemupukan dan irigasi. 
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh : (a) kondisi internal dan ekternal Program Akselerasi Peningkatan PGN terhadap pengembangan agribisnis pergulaan (b) Implementasi Program Akselerasi Peningkatan PGN terhadap strategi pengembangan agirbisnis pergulaan di wilayah kerja PG.Wonolangan.
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk : (a) Evaluasi bagi Pemerintah dan Pabrik Gula untuk penyempurnaan pelaksanaan  Program Akselerasi PGN pada periode selanjutnya (b)  Sarana informasi dan wawasan bagi pelaku bisnis pertebuan, baik dari aspek sosial, ekonomi maupun penelitian selanjutnya.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif (decriptif research), yaitu penelitian yang tidak menguji hipotesa (non hipotesa), sedangkan teknik pengambilan sampel adalah dengan dengan Metode “Purposive Sampling” dari petani yang tersebar di seluruh wilayah PG. Wonolangan.Untuk mengetahui Implementasi Program Akselerasi Peningkatan PGN terhadap strategi pengembangan agribisnis adalah dengan menggunakan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), melalui penggunaan Matriks Eksternal-Internal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Implementasi Program Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula Nasional dapat menstimulus strategi pengembangan agribisnis pergulaan di wilayah kerja PG. Wonolangan, pada matriks eksternal-internal berada pada kuadran V, yakni “strategi pertumbuhan dan stabilitas profit” melalui integrasi horizontal, dan pada diagram analisa SWOT terletak pada Kuadran 1 yakni “mendukung strategi agresif”. 
Implementasinya dari strategi tersebut adalah : (a) memperkuat kemitraan dengan petani besar (pemasok) yang mempunyai jaringan yang kuat dengan petani kecil (pemilik lahan),(b) pengembangan areal utamanya Tebu Sendiri di lahan historis dan sentra bahan baku dengan optimalisasi masa tanam dan pengelolaan sesuai baku teknis,(c) penyediaan kredit dan sarana produksi tepat sasaran,(d) upaya penggalian nilai tambah (diversifikasi). Dalam mendukung strategi di atas disarankan  : (a) upaya efisiensi dan cost leadership di bidang on farm dan off farm,(b) peningkatan dan optimalisasi kapasitas giling,(c) percepatan ekstensifikasi dan intensifikasi,(d) pemberdayaan lembaga petani dalam mendukung usaha tani tebu dan  kestabilan harga gula.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2639471325901429360?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2639471325901429360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2639471325901429360&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2639471325901429360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2639471325901429360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/implementasi-program-akselerasi.html' title='Implementasi Program Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula Nasional Terhadap Strategi Pengembangan Agribisnis Pergulaan…(76)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7072314309228935433</id><published>2008-04-16T09:42:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:43:19.552+07:00</updated><title type='text'>Strategi  Konservasi  Dan  Rehabilitasi  Lahan  Di  Sub  Daerah  Aliran Sungai  Pekalen  Wilayah  Kabupaten Probolinggo ... (75)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini dilakukan di Sub Daerah Aliran Sungai Pekalen Wilayah Kabupaten Probolinggo.  Tujuan penelitian adalah :  1) Untuk menganalisis kondisi internal dan eksternal terhadap upaya konservasi dan rehabilitasi untuk kecepatan pemulihan lahan di kabupaten Probolinggo,  2) Untuk menganalisis bagaimana strategi yang harus dilakukan dalam upaya konservasi dan rehabilitasi untuk kecepatan pemulihan lahan di kabupaten Probolinggo.
 Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (Descriptif reseach), yaitu penelitian yang tidak menguji hipotesa (Non hipotesa), sedangkan tehnik pengambilan sampel dengan Proposive Sampling.  Tehnik analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threats).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Masyarakat sekitar hutan di Kabupaten Probolinggo khususnya di wilayah Sub DAS Pekalen memiliki jumlah penduduk yang cukup besar dengan sifat kebersamaan dan semangat kerja yang masih tinggi serta terbentuknya Kelompok Tani Penghijauan, namun demikian sumber daya manusia-nya masih tergolong rendah dan sebagian besar tidak memilki mata pencaharian yang tetap.  Oleh karena itu tingkat pendapatannya masih rendah.  Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masih mengandalkan hutan sebagai tempat ketergantungan.  Disisi lain terdapat industri yang memerlukan bahan baku dari hasil Kehutanan yang cukup tinggi dan juga terdapat pengusaha/masyarakat/individu/kelompok yang mengajukan diri untuk ditetapkan menjadi pengada/pengedar bibit tanaman kehutanan. 2)  Konservasi dan rehabilitasi dalam rangka pemulihan lahan akan tercapai jika ada kerajasama yang baik dari semua pihak  yaitu Pemerintah, Masyarakat dan perilaku konservasi. Artinya bahwa masyarakat sebagai modal utama dalam pemulihan lahan harus dijadikan mitra kerja oleh Pemerintah maupun Perilaku Konservasi bukan sebagai obyek. Pemerintah sebagai instansi yang bertanggung jawab berfungsi sebagai mediator dan sumber informasi dalam hal perkembangan tehnologi yang ada.  Sedangkan Pelaku Konservasi tidak hanya mengejar provide (keuntungan) namun juga harus memperhatikan konservasi dan kelestarian alam/lingkungan.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7072314309228935433?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7072314309228935433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7072314309228935433&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7072314309228935433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7072314309228935433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-konservasi-dan-rehabilitasi.html' title='Strategi  Konservasi  Dan  Rehabilitasi  Lahan  Di  Sub  Daerah  Aliran Sungai  Pekalen  Wilayah  Kabupaten Probolinggo ... (75)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-3061124940864300034</id><published>2008-04-16T09:40:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:41:34.172+07:00</updated><title type='text'>Analisis Komparatif Pendapatan Petani Bawang Merah Sistem Tanam Bibit Dari Biji Dengan Sistem Tanam Bibit Dari Umbi Di Kab. Probolinggo… (74)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Mengetahui pengaruh tanaman dari biji terhadap biaya produksi pada tanaman bawang, (2) Mengetahui pengaruh system tanam dari biji terhadap peingkatan pendapatan petani bawang. Lokasi peneliian di  Tegalsiwalan, Leces, Dringu dan Gending Kabupaten Probolinggo. Sedangkan waktu selama 4 bulan yang dimulai tanggal 10 Agustus 2006 sampai dengan 11 Nopember 2006.
Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sample secara Disproportionate Random Sampling. Sedangkan jesin penelitian adalah dengan jenis peneliian Deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terhadap responden. Sedangkan teknik analsis data dengan menggunakan analisis analisis ekonomi dan analisis statistik dengan menggunakan T test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan petani bawang merah yang menggunakan sistem usahatani dari biji lebih kecil dari pada biaya produksi usahatani dengan menggunakan benih dari umbi, (2) Rata-rata pendapatan total yang diterima petani bawang merah yang menggunakan sistem benih dari biji lebih besar dari pada yang menggunakan sistem usahatani dengan benih dari umbi, (3) Rata-rata pendapatan bersih yag diterima petani bawang merah yang menggunakan sistem usahatani benih dari biji lebih besar dari pada petai bawang merah yag menggunakan sistem usahatani benih dari umbi.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-3061124940864300034?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/3061124940864300034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=3061124940864300034&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3061124940864300034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3061124940864300034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-komparatif-pendapatan-petani.html' title='Analisis Komparatif Pendapatan Petani Bawang Merah Sistem Tanam Bibit Dari Biji Dengan Sistem Tanam Bibit Dari Umbi Di Kab. Probolinggo… (74)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7184526977653751242</id><published>2008-04-16T09:36:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:37:33.935+07:00</updated><title type='text'>Analisis Pendapatan dan Efisiensi Gula Merah di Desa Dukuh Kec. Ngadiluwih Kab. Kediri…(73)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Gula merah atau biasa yang disebut dengan gula jawa merupakan kebutuhan pokok manusia yang selalu mengalami perubahan yang cenderung meningkat. Peningkatan tersebut terjadi seiring meningkatnya pendapatan penduduk, jumlah penduduk serta semakin banyak industri pangan yang menggunakan gula merah sebagai bahan bakunya.
 Namun keberadaan agroindustri ini ternyata belum mampu menjalankan peran-nya secara optimal. Produsen harus mengahabiskan waktu yang cukup lama untuk me-ngembangkan usahanya ini, bahkan ada dari mereka yang tidak bertahan dalam usaha ini. Faktor yang menyebabkan antara lain modal yang terbatas, pasar yang masih lokal daerah, teknologi belum modern. Faktor-faktor tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh pada kualitas, kuantitas maupun kontinyuitas produksi gula merah yang dihasilkan masih rendah sehingga keuntungan yang diperoleh produsen gula merah tidak bisa maksimal. Akan tetapi produsen yang mampu memanfaatkan peluang-peluang ekonomi dan memiliki strategi dalam mengusahakan agroindustri gula merah akan mampu bertahan  bahkan dapat meningkatkan pendapatan dan skala usaha.  
Sebagai barang konsumsi, maka gula merah mempunyai peran dalam sistem pangan manusia. Selain sebagai penyedia rasa manis, gula merah juga merupakan salah satu pemasok kalori. Oleh karena itu gula merah banyak dibutuhkan oleh manusia untuk dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui proses pembuatan gula merah di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, (2) Untuk mengetahui struktur biaya, produksi, dan efisiensi usaha pengolahan gula merah di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, dan (3) Untuk mengetahui  hambatan dan peluang usaha pengolahan gula merah di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.
 Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja. Pengambilan sampel (responden) dilakukan secara sensus. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan analisis pendapatan, keuntungan usaha dan analisis efisiensi usaha/RC Ratio. Biaya produksi dihitung dengan rumus TC = FC+VC, pendapatan kotor atau penerimaan dirumuskan dengan TR=PXQ dan pendapatan bersih atau keuntungan adalah  = TR-TC, RC Ratio = TR + TC. Jumlah responden sebanyak 10 orang. 
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka pendapatan kotor yang diterima oleh pengusaha gula merah dalam satu hari proses produksi adalah sebesar Rp. 3.183.600,- sedangkan keuntungan atau pendapatan bersih yang diterima oleh pengusaha gula merah dalam satu hari proses produksi adalah sebesar Rp. 329.745,-. Analisis efisiensi usaha atau R/C Ratio menunjukkan tingkat efisiensi pada pengolahan gula merah rata-rata sebesar 1,12. Artinya setiap Rp. 1,00 yang diinvestasikan oleh produsen akan memperoleh pendapatan sebesar Rp. 1,12. Usaha gula merah di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri efisien untuk diusahakan dan diteruskan, karena diperoleh R/C ratio sebesar 1,12 yang lebih besar dari 1 sehingga efisien untuk diusahakan.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7184526977653751242?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7184526977653751242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7184526977653751242&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7184526977653751242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7184526977653751242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pendapatan-dan-efisiensi-gula.html' title='Analisis Pendapatan dan Efisiensi Gula Merah di Desa Dukuh Kec. Ngadiluwih Kab. Kediri…(73)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4748203478715815152</id><published>2008-04-16T09:32:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:33:31.356+07:00</updated><title type='text'>Evaluasi Dan Strategi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Melalui Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat Di Kec Krucil  Kabupaten Probolinggo… (72)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini di lakukan di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Tujuan penelitian adalah  : 1)  Mengidentifikasi factor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan agribisnis hortikultura 2) Memahami perkembangan pelaksanaan agribisnis hortikultura di Kecamatan Krucil serta peluang yang dapat ditingkatkan baik untuk pasaran Nasional maupun Internasional.  3)   Memahami strategi pengembangan agribisnis hortikultura.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian ini merupakan penelitian surve dengan cara evaluasi normative yang dilakukan untuk mengevaluasi factor internal dan ekternal yang berpengaruh terhadap strategi pengembangan agribisnis hortikultura di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Sedangkan jenis penelitian yang akan dilakukan adalah metode studi kasus. Tehinik analisan SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity dan Threats)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) .Perkembangan agribisnis hortikultura  di Kecamatan Krucilpada  pertumbuhan sedang. 2).Perkembangan agribisnis hortikultura di Kecamatan Krucil masih dapat di tingkatkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas asalkan dikelola secara baik mengingat kesesuaian agroekologi dan lahan yang masih tersedia. 3). Dengan dukungan Kebijakan Pemerintah maka dapat diharapkan perkembangan agribisnis hortikultura di Kecamatan Krucil dapat berkembang dengan pesat. 4).  Berdasarkan diagram SWOT posisi agribisnis hortikultura di Kecamatan Krucil pada kuadran I yang berarti grand strategi atau strategi Utama adalah strategi agresif, sedangkan berdasarkan matrik internal berada pada kuadran V yang berarti strategi pengembangn agribisnis hortikultura pada strategi pertumbuhan dan Stabilitas. Dengan demikian Strategi pengembangan agribisnis hortikultura dengan dukungan Pemerintah Daerah lewat bantuan modal kerja serta pendampingan oleh petugas dalam hal peningkatan kelembagaan dan peningkatan teknologi akan mempercepat proses peningkatan produktifitas dan kualitas.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4748203478715815152?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4748203478715815152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4748203478715815152&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4748203478715815152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4748203478715815152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/evaluasi-dan-strategi-pengembangan.html' title='Evaluasi Dan Strategi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Melalui Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat Di Kec Krucil  Kabupaten Probolinggo… (72)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-5766712091545737775</id><published>2008-04-16T09:26:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:29:26.451+07:00</updated><title type='text'>Analisis Kelembagaan Dan Produktivitas Usahatani Padi Pada Sistem Irigasi “SUBAK” (Studi di Subak Sungsang, Ds Tibubiyu, Kab. Tabanan, Bali)… (71)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Sektor pertanian sampai saat ini masih memegang peranan penting di dalam menunjang perekonomian nasional. Hal ini disebabkan sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja dan hidup dari sektor pertanian, sehingga perekonomian Indonesia masih sangat tergantung pada kemajuan sektor pertanian. Ketangguhan di sektor pertanian akan tetap merupakan faktor yang sangat penting dalam periode tinggal landas mengingat peranannya, sebagai penyedia pangan dan bahan baku industri, pendorong pencipta lapangan kerja pedesaan dan devisa negara.
 Sektor pertanian juga mempunyai peranan penting dalam mengentaskan kemiskinan. Pembangunan pertanian berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan upaya peningkatan kesejahteraan petani dan upaya menanggulangi kemiskinan khususnya di daerah pedesaan. Subak yang sedang direntangkan saat ini telah membawa banyak perubahan terhadap struktur perekonomian negara, di mana sektor-sektor pertanian mengalami kemajuan yang cukup berarti yang mengarah pada keseimbangan dengan sektor pertanian.

Tujuan penelitian
1. Untuk mengetahui cara / sistem pengelolaan Subak dilihat dari Struktur organisasi, fungsi dan sangsi yang diberikan bagi anggota Subak.
2. Untuk mengetahui aspek sosial perkembangan kelembagaan Subak.
3. Untuk mengetahui perkembangan produktivitas usahatani padi pada tahun 1995-2004 dengan adanya sistem irigasi Subak.

Metode Penelitian
Penelitian dilakukan di Subak Sungsang desa Tibubiyu, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali. Penentuan daerah penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa  Kabupaten Tabanan mempunyai Subak terbanyak dan Museum Subak terletak di Kabupaten ini pula. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode untuk ketua kelompok yang berarti data yang digunakan di dalam penelitian ini berasal dari satu ketua kelompok yang sudah berkompeten di bidangnya. Jumlah responden yang diambil sebanyak pengurus yang ada pada Subak setempat.

Metode Pengumpulan Data
Untuk menjawab masalah dan tujuan penelitian ini, maka diperlukan adanya data-data yang dianggap relevan. Dalam penelitian ini, menggunakan dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari petani melalui wawancara berdasarkan daftar pertanyaan yang sebelumnya telah disiapkan.
 Data sekunder diperoleh dari berbagai instansi-instansi yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan dan dipandang relevan. Data sekunder ini dipakai sebagai pendukung data primer. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk menggambarkan Subak dan kelembagaannya, serta produktivitas usahatani padi pada tahun yang telah ditentukan. 
 Menurut Winarno Surachmad (1998), penelitian deskriptif ini menentukan dan menafsirkan data yang ada dan pelaksanaan metode deskriptif tidak terbatas pada penggunaan data saja, tetapi meliputi analisa data dan interpretasi data tersebut.

Metode Analisa Data
 Untuk mengetahui cara / sistem pengelolaan Subak dilihat dari struktur organisasi, fungsi dan sangsi yang diberikan bagi anggota subak menggunakan metode analisa data secara deskriptif kualitatif.
 Untuk mengetahui aspek sosial perkembangan kelembagaan subak menggunakan metode analisa data secara deskriptif  kualitatif.
 Data sekunder yang diperoleh merupakan data time series periode tahun 1995-2004. Dari data tersebut kemudian dianalisa lebih lanjut dengan analisa trend. Analisa trend dilakukan untuk melihat trend dari trend produktivitas usahatani padi dari tahun ke tahun. Dengan demikian akan diperoleh gambaran seberapa besar trend (kecenderungan) dan laju pertumbuhan variabel yang dianalisa.
 
Selanjutnya hasil analisa trend ini digunakan untuk estimasi perkembangan produktivitas di masa yang akan datang.
Hasil dari penelitian ini adalah:
1. Perkembangan volume produksi dengan menggunakan analisis trend analisis (time series) diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 6,2 + 0,113636 x. Dari persamaan ini diperoleh koefisien (b) sebesar 0,113636 x, yang berarti trendnya menunjukkan adanya penurunan maupun peningkatan volume produksi sebesar 0,113636 ton per tahun. 
Berdasarkan fungsi trend tersebut maka pada tahun 2006 volume produksi padi diproyeksikan naik menjadi 0,335165 ton.
2. Perkembangan produktivitas padi dengan menggunakan analisa trend analisis (time series) diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 2,626E-02 + 4,53E-04 x. Dari persamaan tersebut diperoleh koefisien (b) sebesar 0,0000453 x. yang berarti trendnya menunjukkan adanya penurunan maupun peningkatan  produktivitas padi  sebesar 0,0000453 ton/ha per tahun.
Berdasarkan fungsi trend tersebut maka pada tahun 2006 volume produktivitas padi diproyeksikan akan mengalami peningkatan menjadi 0,000139 ton/ha.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-5766712091545737775?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/5766712091545737775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=5766712091545737775&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5766712091545737775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5766712091545737775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-kelembagaan-dan-produktivitas.html' title='Analisis Kelembagaan Dan Produktivitas Usahatani Padi Pada Sistem Irigasi “SUBAK” (Studi di Subak Sungsang, Ds Tibubiyu, Kab. Tabanan, Bali)… (71)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-8663856859754107370</id><published>2008-04-16T09:25:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T09:25:57.990+07:00</updated><title type='text'>Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Untuk Membeli Benih Cabe Besar Merk Panah Merah Di Wilayah Kabupaten Blitar… (70)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Semakin banyaknya kompetitor/pesaing dalam bisnis penjualan benih sayur-sayuran,maka tiap perusahaan yang bergelut dalam bisnis ini di tuntut untuk berpikir lebih realistis dalam menyikapi persaingan. Apalagi sekarang industri perbenihan berkembang pesat di Indonesia, hampir semua perusahaan di dunia mulai masuk ke Indonesia,yang sangat potensial untuk pasar benih sayur-sayuran. Sejak krisis ekonomi yang terjadi sejak tahun 1997 sampai sekarang,bisnis benih sayur-sayuran berkembang pesat,apalagi di imbangi pola pikir petani yang semakin maju dan modern. Petani di Kabupaten Blitar sekarang telah menggunakan benih unggul untuk setiap komoditas yang di tanam. Dan ini tidak hanya untuk produk sayuran saja, bahkan untuk padi,jagung dan buah  petani sekarang memilih benih/bibit yang unggul/hibrida. Kesempatan dan peluang ini di lirik oleh para pengusaha yang bergerak dalam industri benih sayuran. Dunia pemasaran memang serba dinamis,kalau tidak mau kalah dalam bersaing,terpaksa harus mengeluarkan jurus-jurus baru yang kerap berbeda dan aneh-aneh. Selain program promosi,kualitas produk sangat penting. Kualitas produk meliputi:kemurnian,daya tumbuh dan kestabilan produk,selain itu produk benih sayur-sayuran harus tahan hama penyakit,produksi tinggi,umur genjah,kualitas buah baik kalau tidak mau kalah bersaing dengan kompetitor. Banyak cara yang di lakukan  perusahaan yang bergerak di bidang perbenihan untuk menarik konsumen supaya tetap setia menggunakan produknya, mulai dari pembentukan kelompok tani,paguyuban, arisan dan training-training. Dan pendekan di lakukan tidak hanya kepada pemakai/konsumen saja, tetapi juga kepada kios pertanian dan delaer/penyalur utama.Di samping kualitas produk perlu juga brand image di tanamkan ke konsumen, brand image merupakan modal yang sangat mahal bagi perusahan. Untuk menanamkan brand image di hati konsumen memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Disamping memasarkan dan mempromosikan produk yang sudah ada,perusahaan melalui departement Research and Development,melaukan penelitian untuk menghasikkan produk baru yang lebih baik dibanding produk sebelumnya.
 Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
1. Diduga ada pengaruh yang signifikan dari faktor-faktor produk, harga, kualitas,produksi,ketahanan penyakit,promosi,referensi,distribusi,  baik secara parsial maupun simultan terhadap pengambilan keputusan petani dalam membeli benih cabe besar merk Panah Merah.
2. Diduga faktor promosi yang paling berpengaruh secara signifikan pada pengambilan keputusan petani dalam pembelian benih cabe besar  merk Panah Merah.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis faktor dan regresi linier berganda.  Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan sebagai berikut:
1. Ada pengaruh yang signifikan dari faktor-faktor promosi (demoplot, penyuluhan,studi banding,temu lapang,poster,spanduk,penyebaran brosur), produk (jumlah biji,daya tumbuh,kemasan,kemurnian benih),harga,kualitas produk (bobot, daya simpan,warna ),referensi(keluarga,toko,saudara dan teman), baik secara parsial maupun simultan terhadap pengambilan keputusan petani dalam membeli benih cabe besar merk Panah Merah.
2. Faktor promosi yang paling berpengaruh secara signifikan pada pengambilan keputusan petani dalam pembelian benih cabe besar  merk Panah Merah.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-8663856859754107370?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/8663856859754107370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=8663856859754107370&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8663856859754107370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8663856859754107370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_16.html' title='Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Untuk Membeli Benih Cabe Besar Merk Panah Merah Di Wilayah Kabupaten Blitar… (70)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-8476163653980156998</id><published>2008-04-16T09:23:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:25:02.546+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Model Penyuluhan Pertanian Klinik Konsultasi Agribisnis DI BPP-KP Pare Kabupaten Kediri … (69)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Klinik Konsultasi Agribisnis berfungsi sebagai pemberi konsultasi, sumber informasi agribisnis dan tempat percontohan usaha pertanian agribisnis untuk sentra pembelajaran, pusat pelatihan dan pengembangan agribisnis. Bagaimana supaya bisa berkembang ? Perlu disusun strategi pengembangan model penyuluhan pertanian klinik konsultasi agribisnis di BPP-KP Pare.
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal dalam pengembangan model penyuluhan pertanian klinik konsultasi agribisnis di BPP-KP Pare,  dalam rangka merumuskan strategi pengembangan model penyuluhan pertanian klinik konsultasi agribisnis di BPP-KP Pare Kabupaten Kediri. Metode analisis yang dipergunakan untuk merumuskan strategi pengembangan model penyuluhan pertanian klinik konsultasi agribisnis di BPP-KP Pare Kabupaten Kediri adalah SWOT analisis.
Hasil analisis faktor internal terdiri dari kekuatan yaitu : Lokasi BPP-KP strategis, Tenaga Penyuluh Pertanian profesional, Kebun percontohan tersedia, Kios sarana produksi pertanian tersedia, Partisipasi kelompok tani tinggi, Jumlah koperasi tani cukup. Kelemahan yaitu : Keterbatasan dana operasional, Petani skala kecil, Waktu siaran di radio, Pemilikan laboratorium lapangan terbatas, Kelangsungan laboratorium swasta, Dampak pada kelompok tani.
Hasil analisis faktor eksternal terdiri dari Peluang yaitu : Dukungan stasiun pemancar radio, Dukungan Pemerintah Pusat, Areal tanam hortikultura tinggi, Belum adanya KKA ditempat lain, Adanya pasar sayur, Tuntutan teknologi pertanian maju. Ancaman yaitu : Globalisasi, Desentralisasi, Berkembangnya P4S, Belum ada keterpaduan program, Harga produk hortikultura tidak stabil, Tidak adanya subsidi harga sarana produksi pertanian.
Strategi yang ditetapkan dalam rangka pengembangan model penyuluhan pertanian klinik konsultasi agribisnis di BPP-KP Pare Kabupaten Kediri memakai strategi SO yaitu : (1) Menjadikan BPP-KP Pare sebagai tempat KKA (2) Memanfaatkan dukungan pemerintah pusat untuk diusulkan pada Pemerintah Kabupaten Kediri, (3) Mengoptimalkan kinerja Penyuluh Pertanian sebagai Konsultan, (4) Mengkoordinir dan memanfaatkan sarana milik swasta untuk KKA Yaitu : Radio swasta, kios saprotan, laboratory lapangan, koperasi tani dan kebun percontohan milik BPP-KP., (5) Menyediakan paket teknologi pertanian terbaru, (6)  Menyediakan informasi harga pasar



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-8476163653980156998?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/8476163653980156998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=8476163653980156998&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8476163653980156998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8476163653980156998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-model-penyuluhan.html' title='Strategi Pengembangan Model Penyuluhan Pertanian Klinik Konsultasi Agribisnis DI BPP-KP Pare Kabupaten Kediri … (69)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-1510578321446568658</id><published>2008-04-16T09:22:00.002+07:00</published><updated>2008-04-16T09:23:28.405+07:00</updated><title type='text'>Strategi Peningkatan Mentalitas Kewirausahaan (Studi kajian tentang mentalitas kewirausahaan di Kota Blitar)…(68)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Krisis moneter yang berkepanjangan diikuti adanya keterbatasan pemerintah menyediakan lapangan kerja menjadi problema ketenagakerjaan yang berakibat pada peningkatan angka pengangguran.  Meningkatnya pengangguran memperparah perekonomian nasional.  Masyarakat tidak berdaya mengangkat ekonominya sendiri,  membuka lapangan kerja baru merupakan realita yang sulit diciptakan.  Masyarakat terdidik juga sangat tergantung pada kondisi ada lapangan kerja atau tidak.
Masyarakat Indonesia secara umum memiliki mentalitas entrepreneurship rendah.  Rendahnya mentalitas entrepreneurship ini tentu tidaklah tanpa alasan.  Kolonial menanamkan kepada masyarakat Indonesia dengan tidak memberi kesempatan dalam dunia usaha.  Dunia usaha diberikan kepada bangsa lain (Tionghoa) sedangkan masyarakat Indonesia terstruktur pada bidang pamong praja. Illustrasi ini tentu juga berlaku bagi masyarakat di Kota Blitar. 
Pada umumnya masyarakat Kota Blitar lebih memilih menjadi karyawan dibandingkan berusaha mandiri, diantaranya bekerja diluar negeri yang secara ekonomis penghasilan cukup menggiurkan, menjadi pegawai negeri menjadi primadona karena ada dana pensiun.  Selain alasan tersebut masyarakat untuk berusaha meyakini harus memiliki modal yang cukup besar sehingga permodalan menjadi kendala utama dalam berwirausaha.
Berdasar keterangan singkat ini maka perlu ada upaya-upaya untuk menciptakan struktur perekonomian yang sehat dan normal dengan jalan memberikan kesempatan masyarakat melakukan peningkatan usaha melalui pelatihan di lembaga-lembaga formal, memberi bantuan permodalan, penciptaan infrastruktur yang memadai, perlindungan bagi usaha kecil, stabilitas sosial politik dan peningkatan pendidikan masyarakat. 
Berdasar data-data yang ada, serta analisa data dengan berdasar segala bentuk kekutan dan kelemahan serta kesempatan dan ancaman yang ada dapat ditarik suatu jawaban yaitu :
Rendahnya mentalitas entrepreneurship masyarakat Blitar disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
a. faktor sejarah
b. Biaya hidup murah
c. Tidak memiliki ketrampilan yang memadahi
d. Hanya sebuah kota kecil
e. Tidak memiliki modal usaha yang cukup
f. Tingkat pendidikan masyarakat relatif rendah
g. Kerja di luar negeri lebih menjanjikan
Tingkat mentalitas entrepreneurship masyarakat Kota Blitar sebesar  21.28%, dengan kecenderungan dari tahun ke tahun ada penurunan prosentase.  Sedangkan dalam angket khusus bagi pelajar perempuan tingkat SLTA memiliki tingkat prosentase sebesar  9%.
Masyarakat Kota Blitar lebih memilih menjadi abdi dalem (karyawan) dibandingkan menjadi entrepreneur, disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
a. Melakukan bisnis lebih sulit dibandingkan menjadi abdi dalem (karyawan)
b. Resiko menjadi abdi dalem lebih rendah dibandingkan menjalani usaha (Tidak bisa mengelola bisnis).
c. Pegawai negeri ada pensiun sebagai bekal jika sudah tua.

Strategi-strategi yang dapat digunakan untuk memacu peningkatan mentalitas entrepreneurship masyarakat Kota Blitar :
a. Bertahan untuk hidup (Survival Strategy) dengan pengertian pelaksanaan kegiatan tetap dilaksanakan sesuai aturan yang ada dengan berusaha menghindari diri (turn around Strategy) dari kebijakan yang tidak populer dimata masyarakat.
b. Melakukan pembenahan internal dan mencari peluang (Guerilla Strategy) yang memungkinkan untuk perbaikan atas kelemahan-kelemahan internal yang ada.

Berdasar pada analisa data dengan menggunakan tabel matrik IFAS dan EFAS dapat diambil suatu kesimpulan strategi peningkatan mentalitas entrepreneurship dengan menggunakan metode WT yang berarti meningkatkan kegiatan pada kekuatan untuk mengurangi kelemahan serta menghindari dan mengurangi ancaman yang datang.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-1510578321446568658?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/1510578321446568658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=1510578321446568658&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1510578321446568658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1510578321446568658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-peningkatan-mentalitas.html' title='Strategi Peningkatan Mentalitas Kewirausahaan (Studi kajian tentang mentalitas kewirausahaan di Kota Blitar)…(68)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4880823129252079963</id><published>2008-04-16T09:22:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T09:22:29.086+07:00</updated><title type='text'>Trend Produksi Usaha Pupuk Enceng Gondok di PT. Maharani Lamongan… (67)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Dewasa ini orang mengenal barang-barang dan jasa yang beraneka ragam macamnya untuk memenuhi kebutuhannya. Barang-barang dan jasa-jasa diproduksi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi barang-barang dan jasa-jasa tersebut menggunakan faktor-faktor produksi alam, tenaga kerja, modal dan teknologi. Pada hakikatnya proses produksi merupakan cara, metode, teknik pelaksanaan produksi dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi. Pemenuhan kebutuhan petani yang dirasakan semakin langka sehingga memacu perusahaan khususnya bagian produksi untuk menghasilkan pupuk organik yang semaksimal mungkin dan harga yang relatif murah tanpa mengurangi mutu produk, hal ini diperlukan pengaturan didalam manajemen dan produksi. Sedemikian pentingnya pelaksanaan manajemen dan produksi bagi perusahaan, maka diperlukan sumber daya manusia yang profesional, terampil,dan memiliki kemampuan kerja yang baik untuk melaksanakan fungsi dan tugas dari manajemen.
Pada dasarnya bahwa manajemen produksi akan mengatur penggunaan faktor-faktor dari produksi yang ada, tenaga kerja, mesin-mesin dan perlengkapan sedemikian rupa sehingga proses produksi dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana trend jumlah produksi dan penjualan pupuk enceng gondok pada bulan mendatang, 2) Bagaimana manajemen produksi pupuk enceng gondok di Lamongan, 3) Bagaimana manajemen pemasaran pupuk enceng gondok di Lamongan.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan proses produksi pupuk enceng gondok, 2) Untuk mendeskripsikan proses pemasaran pupuk enceng gondok, 3) Untuk mengetahui trend produksi dan penjualan pupuk enceng gondok di PT. Maharani.
Penelitian ini dilakukan di PT.Maharani Lamongan dengan pertimbangan daerah tersebut termasuk daerah yang memiliki poensi berupa sumber daya alam untuk pembuatan dan pengembangan pupuk enceng gondok. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder yaitu data time series produksi pupuk enceng gondok dari tahun 2003-2005 yang diperoleh dari PT. Maharani Lamongan. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif untuk menjelaskan mengenai manajemen produksi dan manajemen pemasaran, sedangkan untuk meramalkan  jumlah produksi dan harga pupuk enceng gondok digunakan analisa trend linier. 
Hasil dari penelitian ini adalah pada produksi mempunyai trend positif dengan persamaan regresi Y= 163798,5 + 984,6x yang berarti produksi cenderung meningkat rata-rata sebesar 984,6 Kg dalam setiap bulan, sedangkan penjualan persamaan regesinya Y= 157191,9 + 1181,8x yang mempunyai trend positif yang berarti penjualan meningkat rata-rata sebesar 1181,8 Kg tiap bulan. Dalam hal penyediaaan bahan baku PT. Maharani khususnya kotoran ternak bekerjasama dengan asosiasi peternak, petani Lamongan sedang enceng gondok melalui program kali bersih (Prokasih), bahan baku berupa batuan alam diperoleh dari pegunungan kapur yang ada di Lamongan. Pemasaran pupuk ini di P.Jawa meliputi Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Gresik, Mojokerto, Ngawi, Probolinggo, Blora, Tegal, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, untuk di luar P.Jawa meliputi Jambi dan Kalimantan. Saluran distribusi yang oleh PT. Maharani adalah direct selling dimana perusahaan menjual produknya langsung kepada konsumen dan menggunakan perantara selles dan agen pertanian. Promosi yang dilakukan melalui media cetak yaitu radar Bojonegoro, radar Lamongan, media elektronik yaitu radio-radio lokal dan melalui pembagian brosur melalui dinas pertanian dan kehutanan



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4880823129252079963?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4880823129252079963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4880823129252079963&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4880823129252079963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4880823129252079963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/trend-produksi-usaha-pupuk-enceng.html' title='Trend Produksi Usaha Pupuk Enceng Gondok di PT. Maharani Lamongan… (67)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-6855934835847838108</id><published>2008-04-16T09:19:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T09:19:51.928+07:00</updated><title type='text'>Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Penyuluh Pertanian Pada Bipp-Kp Kabupaten Kediri …(66)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Tujuan penelitian (1) untuk mengetahui pengaruh faktor motivasi, kenaikan pangkat, lingkungan kerja dan pemberian hadiah / reward terhadap kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri. (2) untuk mengetahui satu dari empat faktor diatas yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri.
Hipotesis penelitian (1) Diduga ada pengaruh variabel motivasi, kenaikan pangkat, lingkungan kerja dan pemberian hadiah / reward terhadap kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri. (2) Diduga variabel kenaikan pangkat mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri.
Penelitian dilakukan pada Penyuluh Pertanian Balai Informasi Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (BIPP-KP) yang bertempat tinggal menyebar seluruh Kabupaten Kediri, waktunya selama 4 bulan (120 hari) mulai Pebruari 2004 sampai dengan Mei 2004. Jenis penelitian adalah penelitian sampel untuk pengembangan sikap Penyuluh Pertanian. Metode penelitian kuantitatip dengan metode analisis regresi (Linear Regression Methode). Jumlah populasi Penyuluh Pertanian se Kabupaten Kediri 150 orang. Sampel ditentukan dengan sampel random atau sampel acak menggunakan rumus Cochran ketemu 49 orang selanjutnya dijadikan responden.
Hasil penelitian analisis faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.  Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa hipotesis pertama :
“ Diduga ada pengaruh variabel motivasi pimpinan, variabel kenaikan pangkat, variabel lingkungan kerja dan variabel pemberian penghargaan / reward terhadap kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri “  adalah diterima.
2.  Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa hipotesis kedua  :
“ Diduga variabel kenaikan pangkat mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri “ adalah diterima.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-6855934835847838108?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/6855934835847838108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=6855934835847838108&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6855934835847838108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6855934835847838108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-beberapa-faktor-yang.html' title='Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Penyuluh Pertanian Pada Bipp-Kp Kabupaten Kediri …(66)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2949812171800009906</id><published>2008-04-16T09:18:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T09:18:41.757+07:00</updated><title type='text'>Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi… (65)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Menyadari peran sector pertanian dalam struktur dan perekonomian nasional sangat strategis dan menyadari bahwa pertanian itu sendiri tidak dapat lepas dari air, maka irigasi sebagai salh satu sector pendukung keberhasil1n pembangunan pertanian akan tetap mempunyai peran yang sangat penting.
UU No.11 Tahun 1974 tentang Pengairan telah menetapkan kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan tata pengaturan air , yaitu kebijakan mengenai segala usaha untuk mengatur pembinaan seperti kepemilikan, penguasaan, pengelolaan, penggunaan dan pengawasan atas air beserta sumber-sumbernya, termasuk kekayaan alam bukan hewan yang terkandung didalamnya guna mencapai manfaat yang sebesar-besarnya dalam memenuhi hajat hidup dan perikehjidupan rakyat.
Berdasarkan pasal 10 Undang-Undang No. 11/1974 tentang Pengairan, pemerintah telah menetapkan tata cara pembinaan kegiatan pengairan sesuai dengan fungsi dan perananya.
Dalam UU No. 22/1999 tentang pemerintah daerah, pemerintah menganut asas desentralisasi dengan memberikan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah dengan pendekatan pelayanan kepada masyarakat di berbagai bidang termasuk bidang irigasi.
Mengingat irigasi tidak bisa terlepas dari sumber daya air secara keseluruhan maka kebijakan irigasi harus dilaksanakan secara simultan dan konsisten dengan pembaruan pengelolaan sumberdaya air secara keseluruhan. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2949812171800009906?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2949812171800009906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2949812171800009906&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2949812171800009906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2949812171800009906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/partisipasi-masyarakat-dalam-kegiatan.html' title='Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi… (65)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-8495333189296943377</id><published>2008-04-16T09:16:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:17:20.792+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pembangunan Pertanian Tanaman Bawang Merah Di Kabupaten Nganjuk … (64)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini dilakukan untuk mengindentifikasikan faktor-faktor kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal pembangunan pertanian tanaman bawang merah dan strategi apa yang harus ditempuh dalam pembangunan pertanian tanaman bawang merah di Kabupaten Nganjuk. Metode analisis yang penulis pergunakan untuk merumuskan strategi pembangunan pertanian tanaman bawang merah di Kabupaten Nganjuk adalah SWOT analisis, dengan focus penelitian pada produktivitas lahan, optimalisasi lahan, alat mesin pertanian dan tenaga kerja serta pendapatan petani bawang merah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembangunan pertanian tanaman bawang merah di Kabupaten Nganjuk yang perlu dimanfaatkan adalah Strategi SO yaitu strategi menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi tersebut meliputi : (1) Optimalisasi dan produktivitas lahan; (2) Dukungan dana pembangunan pertanian bawang merah; (3) Peningkatan kualitas SDM petani; (4) Optimalisasi sumber daya air dan irigasi; (5) Kemitraan; (6) Perluasan lapangan kerja; (7) Pemanfaatan deregulasi; (8) Pemanfaatan peluang pasar dan (10) Pemanfaatan industri pengolah hasil pertanian



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-8495333189296943377?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/8495333189296943377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=8495333189296943377&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8495333189296943377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8495333189296943377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pembangunan-pertanian-tanaman.html' title='Strategi Pembangunan Pertanian Tanaman Bawang Merah Di Kabupaten Nganjuk … (64)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4857336341589522220</id><published>2008-04-16T09:14:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T09:14:59.901+07:00</updated><title type='text'>Analisis Pengaruh Proyek Peningkatan Mutu Intensifikasi (Pmi) Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi Di Kabupaten Tulungagung … (63)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah Proyek Mutu Intensifikasi mempunyai pengaruh yang nyata terhadap produksi, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah usahatani padi dalam Proyek Mutu Intensifikasi akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi daripada sebelum proyek, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis besarnya Farm Gate Prices  yaitu biaya produksi per-unit  usahatani padi dalam Proyek PMI dan sebelum Proyek. 
Penelitian dilakukan dengan sengaja yaitu di Kabupaten Tulungagung dimana Responden diambil dengan menggunakan metode Acak sederhana (Simple Random Sampling) sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik Observasi, wawancara dan pencatatan. Guna menguji hipotesa maka metode analisa data yang digunakan antara lain (1) Untuk menguji hipotesa satu dan dua dengan menggunakan Uji Regresi linier berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dengan melihat nilai R2 , F – test dan t – test, (2) Untuk hipotesa tiga dianalisis dengan mencari nilai Farm Gate Price.
Dari hasil analisa data diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : (1) Proyek PMI berpengaruh secata nyata terhadap produksi usahatani padi yang dibuktikan dengan nilai t hitung 3,681 &gt; t tabel 0,058, (2) Produksi usahatani padi dalam Proyek PMI 8,7 ton / ha lebih besar dan berbeda nyata dengan produksi usahatani padi sebelum proyek 7,0 ton / ha, hal ini dibuktikan oleh besarnya koefisien regresi variabel dummy = 3,239 dan menunjukkan perbedaan nyata pada tingkat kesalahan 1 %, (3) Pendapatan per hektar usahatani padi dalam proyek  adalah Rp 3.760.721,00 lebih besar daripada sebelum proyek Rp 2.152.254,00 dengan nilai Farm Gate Price Rp 669,12 dalam proyek PMI  dan Rp 791,61 untuk sebelum proyek.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4857336341589522220?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4857336341589522220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4857336341589522220&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4857336341589522220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4857336341589522220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pengaruh-proyek-peningkatan.html' title='Analisis Pengaruh Proyek Peningkatan Mutu Intensifikasi (Pmi) Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi Di Kabupaten Tulungagung … (63)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7781111343852720522</id><published>2008-04-16T09:08:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:12:46.993+07:00</updated><title type='text'>Strategi Perluasan Budidaya Tanaman Padi Untuk Stabilitas Ketahanan Pangan Di Kabupaten Kediri … (62)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal dalam perluasan penanaman padi, dalam rangka merumuskan strategi perluasan penanaman padi untuk stabilitas ketahanan pangan di Kabupaten Kediri. Metode analisis yang dipergunakan untuk merumuskan strategi perluasan penanaman padi untuk stabilitas ketahanan pangan di Kabupaten Kediri adalah SWOT analisis.
Hasil analisis faktor internal terdiri dari kekuatan yaitu : jumlah kelompok tani cukup, baku lahan sawah sangat luas, produktivitas tinggi, jumlah ternak sapi cukup tinggi, indek penanaman masih rendah, penguasaan teknologi cukup tinggi. Kelemahan yaitu : pemilikan lahan sempit, petani bersifat subsistem, menejemen usahatani lemah, modal berusahatani kecil, sebagaian petani bersifat individu, pendidikan petani rata-rata rendah.
Hasil analisis faktor eksternal terdiri dari Peluang yaitu desentralisasi, dukungan pemerintah pusat, kebutuhan beras tinggi, jumlah penyuluh pertanian tinggi, kios saprodi banyak, perkembangan teknologi pertanian. Ancaman : globalisasi, kesempatan kerja di luar negeri, berkembangnya perumahan rakyat, meningkatnya harga produk hortikultura, subsidi beras pemerintah pusat, tidak adanya subsidi harga saprotan.
Strategi yang ditetapkan dalam rangka perluasan penanaman tanaman padi untuk ketahanan pangan di Kabupaten Kediri adalah : (1) Koordinasi Dinas lingkup pertanian dalam rangka program perluasan areal tanam padi untuk ketahanan pangan di Kabupaten Kediri, (2) Rembug kelompok tani se Kabupaten Kediri untuk pengaturan pola tanam dalam rangka peningkatan Indek Penanaman, (3) Bantuan pompa air pada kelompok tani, disertai pelatihan menejemn dan tehnologi operasional, untuk meningkatkan debet air di musim kemarau, (4) Proyek peningkatan mutu intensifiksi padi dengan memanfaatkan dana bantuan langsung masyarakat untuk peningkatan indek penanaman dan produktivitas padi, (5) Sekolah lapang penanaman padi dengan memanfaatkan tenaga Penyuluh Pertanian, (6) Dem cara pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah padat atau cair ternak sapi.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7781111343852720522?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7781111343852720522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7781111343852720522&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7781111343852720522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7781111343852720522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-perluasan-budidaya-tanaman.html' title='Strategi Perluasan Budidaya Tanaman Padi Untuk Stabilitas Ketahanan Pangan Di Kabupaten Kediri … (62)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-3372590343869245282</id><published>2008-04-16T09:06:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:07:25.023+07:00</updated><title type='text'>Pengaruh Bauran Pemasaran  Terhadap Keputusan Berbelanja Di Pasar Sayur Pare Kabupaten Kediri… (61)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini bertujuan untuk : a). mengetahui pengaruh variabel produk, harga, distribusi, motivasi dan presepsi  mempunyai hubungan yang nyata dengan keputusan pelanggan berbelanja di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri, b). mengetahui apakah variabel produk harga,  distribusi, motivasi dan persepsi  secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pelanggan berbelanja di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri
Hipotesis penelitian adalah : a). Diduga variabel produk, harga,  distribusi, motivasi dan presepsi  mempunyai hubungan yang nyata dengan keputusan  berbelanja di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri,  b). diduga variabel produk harga, distribusi, motivasi dan presepsi  secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan  berbelanja di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri
Data primer dan sekunder dikumpulkan dengan kuisener dan wawancara dari Dinas / Instansi dan 90 responden konsumen atau pelanggan di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri. Variabel penelitian ini terdapat 6 (enam) variabel yang diduga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelanggan untuk berbelanja di pasar sayur Pare. 
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, maka dapat disimpulkan : 1).  Ada hubungan yang nyata antara variabel produk harga,  distribusi, motivasi dan persepsi dengan variabel keputusan berbelanja di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri dan 2).   Variabel produk, harga,  distribusi, motivasi  dan persepsi  secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berbelanja di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-3372590343869245282?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/3372590343869245282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=3372590343869245282&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3372590343869245282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3372590343869245282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/pengaruh-bauran-pemasaran-terhadap.html' title='Pengaruh Bauran Pemasaran  Terhadap Keputusan Berbelanja Di Pasar Sayur Pare Kabupaten Kediri… (61)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2471542210260371563</id><published>2008-04-16T09:05:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T09:05:51.404+07:00</updated><title type='text'>Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Kecil Gula Merah  Di Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri… (60)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Tujuan penelitian ini adalah : 1). Menganalisis apakah variabel-variabel modal usaha, tenaga kerja, pengalaman dan curahan jam kerja mempunyai hubungan (korelasi) secara nyata (signifikan) terhadap keberhasilan industri kecil gula merah di Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, 2). Menganalisis apakah variabel-variabel jumlah modal, tenaga kerja, pengalaman dan curahan jam kerja secara bersama-sama berpengaruh nyata (signifikan)  terhadap keberhasilan industri kecil gula merah di Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.
Variabel dalam penelitian ini diklasifikasikan ke dalam variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas terdiri dari modal usaha (X1), tenaga kerja (X2),  pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4).  Variabel terikat adalah keberhasilan industri kecil gula merah yang diukur dengan tingkat keuntungan per musim giling (Y).
Berdasarkan uji statistika nilai konstanta dan nilai koefisien regresi variabel modal usaha (X1) berpengaruh sangat nyata terhadap variabel Y (nilai Sig. = ,000 lebih kecil dari 0,01), sedangkan  nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja (X2),  pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) berpengaruh nyata terhadap keberhasilan atau tingkat keuntungan industri kecil gula merah (Y).  Nilai R Square atau koefisien determinasi = .984 atau 98,4 % (lampiran 5) ini berarti 98,4 % keberhasilan atau tingkat keuntungan industri gula merah (Y) dipengaruhi oleh variabel modal usaha (X1), tenaga kerja (X2),  pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) sedangkan 1,6 % dipengaruhi oleh variabel yang lain.
Dari hasil penelitian dan analisis data, maka dapat disimpulkan : 1). Variabel modal usaha (X1), tenaga kerja (X2),  pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) mempunyai hubungan kuat yang sangat nyata dengan variabel keberhasilan atau tingkat keuntungan industri kecil gula merah (Y); 2). Variabel modal usaha (X1), tenaga kerja (X2),  pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) secara bersama-sama berpengaruh sangat nyata terhadap variabel keberhasilan atau tingkat keuntungan industri kecil gula merah (Y).



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2471542210260371563?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2471542210260371563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2471542210260371563&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2471542210260371563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2471542210260371563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-variabel-variabel-yang.html' title='Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Kecil Gula Merah  Di Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri… (60)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7713501597287100385</id><published>2008-04-16T09:04:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T09:04:54.116+07:00</updated><title type='text'>Analisis Pemasaran Blimbing Karangsari  Kecamatan Sukorejo Kota Blitar… (59)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, dengan tujuan penelitian adalah sebagai berikut : (1) untuk mengetahui saluran pemasaran belimbing Karangsari, (2) untuk mengetahui besarnya marjin pemasaran Share harga, share biaya dan keuntungan antar lembaga yang terkait dengan pemasaran belimbing Karangsari.
Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan metode Survey, sedangkan teknik pengambilan sampel untuk petani dengan random sapling sedangkan untuk pelaku pemasaran dengan snowball sampling. Data yang diambil adalah data primer dan sekunder. Teknik analisis data dengan deskriptif, margin pemasaran dan analisis pasar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Berdasarkan analisis struktur pasar pemasaran blimbing di kelurahan Karangsari tidak efisien, (2) Berdasarkan analisis perilaku pasar pemasaran Belimbing Karangsari tidak efisien 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7713501597287100385?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7713501597287100385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7713501597287100385&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7713501597287100385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7713501597287100385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pemasaran-blimbing-karangsari.html' title='Analisis Pemasaran Blimbing Karangsari  Kecamatan Sukorejo Kota Blitar… (59)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2271752145534127173</id><published>2008-04-16T09:02:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:04:15.997+07:00</updated><title type='text'>Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curahan jam Kerja Rumah Tangga Petani di Sektor Informal ( Studi di Ds Joketro Kec Parang Kab Magetan...(58)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Peranan sektor pertanian bagi kehidupan masyarakat di pedesaan sangat ditentukan oleh luas lahan pertanian merupakan faktor produksi utama dalam menyerap tenaga kerja dan sumber pendapatan petani, sehingga tinggi rendahnya penggunaan tenaga kerja dan pendapatan petani antara lain akan ditentukan oleh luas lahan pertanian yang digarap.
Bekerja tidak penuh dalam usaha tani sulit untuk dihindari walaupun lahan pertanian cukup luas, hal ini dikarenakan sifat usaha tani musiman yang selalu ada waktu luang untuk menunggu pekerjaan berikutnya. Namun pada usaha tani lahan sempit, terjadinya bekerja tidak penuh bukan saja karena menunggu pekerjaan yang diakibatkan oleh sifat musiman usaha tani, melainkan juga karena pengaruh luas lahan garapan. Usaha tani yang dengan lahan sempit, akan membatasi petani mencurahkan jam kerja dan memperoleh pendapatan.
Permasalahan yang dihadapi oleh rumah tangga petani di pedesaan dengan usaha tani lahan sempit ini perlu diatasi dengan mencari alternatif kesempatan kerja lain yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan tanpa meninggalkan usaha tani, misalnya pekerjaan di sektor informal. Alternatif ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di pedesaan, terutama di pedesaan yang memiliki lahan garapan sempit.
Kajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal dipandang penting, terutama untuk memperoleh gambaran mengenai besarnya peranan usaha di sektor informal dalam menyerap jam kerja dan meningkatkan pendapatan, yang dapat menjadi informasi bagi masyarakat pedesaan khususnya desa penelitian baik saat ini maupun masa yang akan datang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal; 2) Besarnya kontribusi pendapatan yang diperoleh di sektor informal terhadap total pendapatan keluarga petani.
Dengan mempelajari Variabel-variabel yangmempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal, diharapkan dapat membantu pemecahan masalah tentang bagaimana mendorong sektor informal agarmenjadi kegiatan yang intensif, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan rumag tangga. 
Dengan melakukan kegiatan disektor informal, akan meningkatkan jam kerja dan pendapatan keluarga petani, sehingga dapat terlepas dari bekerja tidak penuh serta memperoleh pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Penelitian ini di lakukan di desa Joketro kecamatan parang Kabupaten Magetan. Penentuan lokasi penelitian ini di dasarkan dengan cara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan, bahwa sebagian besar penduduk desa ini mempunyai pekerjaan pokok sebagai petani, merupakan daerah yang sebagian besar lahan pertaniannya lahan persawahan, selain bekerja sebagai petani penduduk desa Joketro juga banyak bekerja sampingan karena di desa ini terdapat beberapa industri rumah tangga dan usaha informal lainnya.
Curahan jam kerja anggota rumah tangga petani selama periode analisis rata-rata berjumlah 1106,36 jam yang terdiri dari 433,4 jam di usahatani dan 672,96 jam di sektor informal. Banyaknya curahan jam kerja rumah tangga di sektor informal, karena banyak anggota keluarga yang terlibat pada berbagai kegiatan informal dibandingkan dengan kegiatan usahatani.
Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa banyak variabel umur kepala keluarga saja yang tidak berpengaruh nyata terhadap curahan jam kerja rumah tangga, karena sebagian besar umur responden di bawah 50 tahun (77,36%) sedangkan empat variabel lainnya signifikan mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani yaitu pendidikan kepala keluarga, luas lahan, jumlah anggota rumah tangga dan pendapatan di usahatani.
Total pendapatan rumah tangga petani selama periode analisis rata-rata Rp. 1.046.718,- yang terdiri dari pendapatan rumah tangga di sektor informal rata-rata Rp. 343.110,- (32,78%) dan pendapatan rumah tangga  di usahatani rata-rata Rp. 703.608,- (67,22). Namun bila dilihatdari keadaan saat ini secara riel pendapatan dari usahatani yang diterima hanya sebesar Rp. 175.902,- per bulan.
Dengan demikian dapat di katakan bahwa peran dari pendapatan yang diperoleh dari kegiatan di sektor informal terdapat pendapatan rumah tangga petani adalah penting dan bukan lagi sebagai pendapatan tambahan, namun justru sebagai sumber pendapatan yang cukup besar, terutama bagi rumah tangga yang memiliki lahan sempit.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2271752145534127173?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2271752145534127173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2271752145534127173&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2271752145534127173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2271752145534127173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-faktor-faktor-yang.html' title='Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curahan jam Kerja Rumah Tangga Petani di Sektor Informal ( Studi di Ds Joketro Kec Parang Kab Magetan...(58)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-1212452952277167551</id><published>2008-04-16T09:00:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T09:02:10.546+07:00</updated><title type='text'>Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi &amp; Pendapatan Usahatani Padi (Studi di Kec Ngunut Kab Tulungagung )… (57)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Padi sebagai komoditas pangan utama mempunyai nilai strategis yang sangat tinggi, sehingga diperlukan adanya penanganan yang serius dalam upaya peningkatan produktivitasnya. Besarnya peranan pemerintah dalam pengelolaan komoditas pangan khususnya padi dapat dilihat mulai dari kegiatan pra-produksi seperti penyediaan bibit unggul, pupuk, obat-obatan, sarana irigasi, kredit produksi dan penguatan modal kelembagaan petani.
Usaha peningkatan produksi dan pendapatan usahatani padi tidak akan berhasil tanpa penggunaan teknologi baru baik dibidang teknis budidaya, benih, obat-obatan dan pemupukan. Salah satu teknologi baru di bidang pemupukan adalah diperkenalkannya pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi.
Penelitian ini didasarkan atas kenyataan adanya alternatif pilihan antara penggunaan pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi dan tanpa menggunakan pupuk Organik Bokashi (Non Bokashi). Dari kenyataan tersebut dirumuskan beberapa masalah pokok dalam penelitian ini yakni : (1) Apakah faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi padi, (2) Apakah tingkat produksi usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih tinggi daripada Non Bokashi, (3) Apakah penggunaan pupuk Organik Bokhasi dalam usahatani padi akan memberikan keuntungan yang lebih tinggi daripada Non Bokashi.
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang nyata (Signifikan) terhadap produksi, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah penggunaan pupuk Organik Bokashi akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi daripada Non Bokashi, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis besarnya Farm Gate Prices (FGP) yaitu biaya produksi per-unit (Product Unit Cost) usahatani padi dengan pupuk Organik Bokashi dan Non Bokashi. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak antara lain (1) Bagi petani padi penelitian ini bermanfaat untuk menentukan penggunaan pupuk organik yang menguntungkan sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan. (2) Bagi Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Tulungagung dapat digunakan sebagai pedoman dalam menentukan prioritas dan intensitas pembinaan pada petani. (3) Bagi peneliti-peneliti lanjutan, hasil penelitian ini merupakan informasi awal untuk mengembangkan penelitian lainnya dibidang pertanian.
Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dan berlebihan secara perlahan telah menyebabkan lahan sawah mengalami degradasi keseimbangan unsur hara termasuk kekurangan bahan organik, sehingga akan menurunkan kualitas dan produktifitas tanah. Oleh karena itu diperlukan alternatif untuk meningkatkan ketersediaan unsur–unsur hara termasuk bahan organik di dalam tanah, dengan memberikan tambahan pupuk organik dalam kegiatan usahatani. Penggunaan pupuk biofertilizer (Organik) telah banyak mendapatkan perhatian untuk budidaya tanaman padi, tetapi penggunaan yang secara efektif dan efisien dalam suatu rakitan teknologi belum banyak dilakukan. Dengan penggunaan pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi akan terjamin ketersediaan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman sehingga pertumbuhan dan produktifitas tanaman akan lebih baik.
Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut maka hipotesa yang diuji dalam penelitian ini adalah (1) Faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh  yang nyata (Signifikan) terhadap produksi usahatani padi, (2) Tingkat produksi usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih besar daripada usahatani padi Non Bokashi, (3) Usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih menguntungkan daripada usahatani padi Non Bokashi.
Penelitian dilakukan dengan sengaja yaitu di Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung dimana Responden diambil dengan menggunakan metode Acak sederhana (Simple Random Sampling) sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik Observasi, wawancara dan pencatatan. Guna menguji hipotesa maka metode analisa data yang digunakan antara lain (1) Untuk menguji hipotesa satu dan dua dengan menggunakan Uji Regresi linier berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Sguare (OLS) dengan melihat nilai R2 , F – test dan t – test, (2) Untuk hipotesa tiga dianalisis dengan mencari nilai Farm Gate Price.
Dari hasil analisa data diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : (1) Pupuk Organik Bokashi berpengaruh secata nyata terhadap produksi usahatani yang dibuktikan dengan nilai t hitung 1,944 &gt; t tabel 0,058, (2) Produksi usahatani padi dengan pupuk Organik Bokashi 6,6 ton / ha lebih besar dan berbeda nyata dengan produksi usahatani padi Non Bokhasi 5,7 ton / ha, hal ini dibuktikan oleh besarnya koefisien regresi variabel dummy = 0,269 dan menunjukkan perbedaan nyata pada tingkat kesalahan 1 %, (3) Pendapatan per hektar usahatani padi dengan Bokashi adalah Rp 2.450.510,- lebih besar daripada Non Bokashi Rp 1. 713.000,- dengan nilai Farm Gate Price Rp 980,- untuk penggunaan Bokashi dan Rp 1.050 untuk non Bokashi.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-1212452952277167551?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/1212452952277167551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=1212452952277167551&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1212452952277167551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1212452952277167551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-penggunaan-faktor-produksi.html' title='Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi &amp; Pendapatan Usahatani Padi (Studi di Kec Ngunut Kab Tulungagung )… (57)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-8920353503501277215</id><published>2008-04-16T08:59:00.002+07:00</published><updated>2008-04-16T09:00:35.315+07:00</updated><title type='text'>Analisis Saluran Dan Marjin Pemasaran Brondong Jagung Di Perusahaan Sejo Agung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan … (56)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitin ini dilakukan di kecamatan Panekan, kabupaten Magetan yang dilakukan mulai bulan desember 2002 sampai dengan bulan maret 2003. Tujuan penelitian ini adalah : (1)  Mengetahui besarnya marjin pemasaran Brondong Jagung di Perusahaan Sejo Agung. (2) Mengetahui besarnya, share biaya dan keuntungan dari kegiatan Agroindustri Brondong Jagung di Perusahaan Sejo Agung. (3) Untuk mengetahui sistem saluran pemasaran yang diterapkan / dilakukan oleh perusahaan Sejo Agung dalam memasarkan produknya (brondong jagung ).
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara acak sederhana (random sampling). Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sistem saliran pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan Sejo Agung adalah 1) Pengrajin  Pengusaha  Pedagang pengecer  Konsumen  dan 2) Pengrajin  Pengusaha ke konsumen dan 3) Pengusaha  Konsumen. (2) Besarnya nilai tambah dari petani jagung ke pedagang tengkulak sebesar Rp 500,-/kg dari tengkulak ke pengrajin Rp 650/Kg dan dari pengrajin ke pengusaha Rp 750,- (3) Besarnya marjin pemasaran dari petani samapi pengusaha sebesar Rp 1300,-/Kg, sedangkan  dari pengrajin brondong ke konsumen sebesar Rp 1.500,-/Kg



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-8920353503501277215?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/8920353503501277215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=8920353503501277215&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8920353503501277215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/8920353503501277215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-saluran-dan-marjin-pemasaran.html' title='Analisis Saluran Dan Marjin Pemasaran Brondong Jagung Di Perusahaan Sejo Agung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan … (56)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-415479059098380417</id><published>2008-04-16T08:59:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T08:59:55.022+07:00</updated><title type='text'>Strategi Menuju Pertanian Berkelanjutan Di Kab Tulungagung (Studi Pada Pertanian Tanaman Padi Bebas Pestisida Di Ds Tanggung Kec Campurdarat) … (55)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini dilakukan selama dua bulan yang dimulai tanggal 12 Maret sampai dengan 29 April 2003 dengan lokasi dim kecamatan Campurdarat kabupaten Tulungagung. Tujuan penelitian ini adalah : (1)  untuk menganalisis perkembangan pertanian berkelanjutan di kabupaten Tulungagung, (2) untuk mementukan strategi menuju pertanian berkelanjutan di Kabupaten Tulungagung

Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan deskriptif dan metode survei (Survey Method) dengan menggunakan teknik pengambil sample yaitu secara acak sederhana (Simple Sandom Sample). Teknik pegambilan data dengan cara wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa  : (1) perkembangan pertanian berkelanjutan berdasarkan realisasi areal tanaman padi intensifikasi di kabupaten Tulungagung adalah 28,171 hektar yang mengalami penurunan 79,29 persen, (2) strategi yang harus ditempuh dalam rangka menuju pertanian berkelanjutan di Kabupaten Tulungagung adalah strategi SO, yaitu strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi tersebut meliputi : (a) pengembangan motivasi petani, (b) peningkatan/perluasan pertanian bebas pestisida, (c) peningkatan kualitas penyuluh dan penyuluhan, (d) dukungan dana pembangunan untuk pembinaan pemanfaatan limbah pertanian, (e) pemanfaatan teknologi tepat guna, (f) pengembangan kesadaran masyarakat pada produk ramah lingkungan, (g) pemanfaatan bahan baku di sekitar. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-415479059098380417?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/415479059098380417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=415479059098380417&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/415479059098380417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/415479059098380417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-menuju-pertanian-berkelanjutan.html' title='Strategi Menuju Pertanian Berkelanjutan Di Kab Tulungagung (Studi Pada Pertanian Tanaman Padi Bebas Pestisida Di Ds Tanggung Kec Campurdarat) … (55)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-1159385242273995003</id><published>2008-04-16T08:57:00.002+07:00</published><updated>2008-04-16T08:58:56.349+07:00</updated><title type='text'>Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman DIY … (54)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian dengan judul Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, bertujuan untuk mengetahui prospek pengembangan perdesaan berbasis agribisnis dan mengetahui faktor-faktor penghambat dan faktor-faktor pendorong baik secara internal maupun eksternal.
               Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif evaluatif, yang dilakukan dengan cara studi kasus. Sampel ditarik secara random untuk menentukan populasi sampel responden diambil dari unsur stakeholders pelaku agribisnis. Data diambil dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, indepth dan forum group discusion. Metode analisa kwalitatif dengan alat SWOT untuk menentukan strategi yang dikaji dari kekuatan – kelemahan, peluang – ancaman.  
                Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman peluang dan kekuatan memiliki nilai positif   yang tinggi dibanding dengan kelemahan dan ancaman. Dengan demikian penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis memiliki prospek yang cukup baik karena didukung oleh faktor tarnsportasi, pariwisata, kesadaran dari potensi SDM dan injeksi dari luar.
                 Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan untuk meningkatkan jalinan kerjasama antar stakeholders guna membangun jaringan pelaku injeksi yang senantiasa mampu melahirkan KSP-KSP baru untuk meningkatkan PADS.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-1159385242273995003?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/1159385242273995003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=1159385242273995003&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1159385242273995003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1159385242273995003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/pengambangan-kawasan-perdesaan-berbasis.html' title='Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman DIY … (54)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7234250554409575137</id><published>2008-04-16T08:57:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T08:57:26.622+07:00</updated><title type='text'>Analisis Nilai Tambah Pemasaran Produk Ayam Pedaging Di Ex Karesidenan Madiun...(53)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitin ini dilakukan di Ex Karesidenan Madiun yang dilakukan mulai tanggal 30 Mei 2003 selama 4 bulan. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengetahui perkembangan ayam pedaging di Ex Karesidenan Madiun. 2) Mengetahui distribusi saluran pemasaran di ex. Karesidenan Madiun. 3) Menganalisis adanya nilai tambah pemasaran produk ayam pedaging dan distribusinya.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara acak sederhana (random sampling). Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sistem saliran pemasaran yang dilakukan di ex karesidenan Madiun adalah 1)   Peternak  Pedagang  Pengumpul   Pedagang Besar Konsumen  2) Peternak     Pedagang  PengecerPedagang Besar Penjual Karkas    Konsumen akhir, 3)  Peternak  Pedagang  Pengecer  Penjual Karkas  Konsumen akhir. (2) Besarnya nilai tambah dari pengumpul ke pedagang besar sebesar Rp 900,-/ekor dari pedagang besar ke Penjual Karkas Rp 1.650/ekor dan dari penjual karkas ke konsumen akhir Rp 4.375/ekor,-. (3) Besarnya marjin pemasaran dari peternak samapi konsumen akhir sebesar Rp 7.575,-/ekor.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7234250554409575137?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7234250554409575137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7234250554409575137&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7234250554409575137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7234250554409575137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-nilai-tambah-pemasaran-produk.html' title='Analisis Nilai Tambah Pemasaran Produk Ayam Pedaging Di Ex Karesidenan Madiun...(53)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4155038160879393780</id><published>2008-04-16T08:56:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T08:56:52.849+07:00</updated><title type='text'>Analisa  Sosial Ekonomi  Program Pengembangan Sapi Potong  Dengan Sistem Gaduhan Di  Kecamatan  Plaosan Kabupaten  Magetan …(52)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petani ternak penggaduh dalam menjalankan usaha taninya dan mengetahui pengaruh faktor–faktor  sosial ekonomi terhadap pendapatan peternak penggaduh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi Pemerintah sebagai bahan penentu kebijakan dalam melaksanakan pola kerja sama dengan petani ternak penggaduh sapi potong Kereman.
Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) sebagak 45 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisa secara Regresi Korelasi dengan dilakukan pengujian Koefisien Korelasi serta uji terhadap Koefisien garis Regresi dengan bantuan analisis berganda yang terdapat pada program SPSS for Windows.
Faktor – faktor sosial ekonomi yang terdiri dari tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga dan terhadap pendapatan peternak berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan peternak sapi potong, sehingga peningkatan faktor sosial ekonomi tersebut akan langsung berpengaruh terhadap pendapatan peternak. Dari  hasil analisis statistik didapatkan model regresi     Y = 206588,35 + 41000,546X1 +84985,772X2 + 21296,774X3 dengan angka signifikan untuk seluruh variabel independent yang dimasukkan dibawah 0,05. Oleh karena itu ketiga variabel tersebut secara bersama – sama berpengaruh terhadap dependent variabel yaitu pendapatan peternak, sehingga untuk memprediksi besarnya pendapatan peternak dapat menggunakan model Regresi tersebut.
Hasil studi ini menyarankan untuk meningkatkan pendapatan peternak sapi Kereman sistem gaduhan, maka faktor-faktor sosial ekonomi yang melekat pada diri peternak juga harus ditingkatkan. Perlu adanya penyuluhan tentang usaha sapi potong Kereman beserta demonstrasi plot (Demplot) guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak sehingga transfer teknologi dapat diserap langsung khususnya oleh peternak yang kurang berpengalaman.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4155038160879393780?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4155038160879393780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4155038160879393780&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4155038160879393780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4155038160879393780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisa-sosial-ekonomi-program.html' title='Analisa  Sosial Ekonomi  Program Pengembangan Sapi Potong  Dengan Sistem Gaduhan Di  Kecamatan  Plaosan Kabupaten  Magetan …(52)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-3770801764315142672</id><published>2008-04-16T08:55:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T08:56:19.409+07:00</updated><title type='text'>Faktor-Faktor Keberhasilan Proyek Pidra Dalam Bidang Sosial Ekonomi Masyarakat Pedesaan Di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar …(51)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang sosial ekonomi masyarakat pedesaan di kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. 2) Untuk mengetahui variable bebas mana yang dominan mempengaruhi keberhasilan Proyek PIDRA dalam bidang sosial ekonomi masyarakat pedesaan di kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara stratified random sampling. Teknik pengambilan data yaitu dengan angket, wawancara, survei dan dokumenter. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Variabel predictor yang terdiri dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten Blitar. Analisis regresi linier yang digunakan menunjukkan bahwa indikator - indikator dari variabel predictor ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten Blitar. 2) Kontribusi dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan menunjukkan bahwa 66.1% mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan memberi arti penting bagi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten Blitar. 3) Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan proyek  PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten Blitar dipengaruhi oleh hal-hal yang berkaitan dengan Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan . Hasil kontribusi variabel predictor terhadap keberhasilan proyek sebesar 66.1% hal ini menunjukkan bahwa masih ada faktor lain disamping faktor tersebut diatas yang mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten Blitar. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-3770801764315142672?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/3770801764315142672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=3770801764315142672&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3770801764315142672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3770801764315142672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/faktor-faktor-keberhasilan-proyek-pidra.html' title='Faktor-Faktor Keberhasilan Proyek Pidra Dalam Bidang Sosial Ekonomi Masyarakat Pedesaan Di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar …(51)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-3620574760360512246</id><published>2008-04-16T08:54:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T08:55:08.559+07:00</updated><title type='text'>“Analisa Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Agroindustri Bakpao Telo di Home Industri LESTARI Malang”…(50)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Komoditi pertanian pada umumnya dihasilkan sebagai bahan mentah dan mudah rusak, sehingga perlu langsung dikonsumsi atau diolah terlebih dahulu. Proses pengolahan ini dapat meningkatkan guna bentuk komoditi-komoditi pertanian. Dalam menciptakan guna bentuk ini dibutuhkan biaya pengolahan. Kesediaan konsumen membayar harga output agroindustri pada harga yang relatif tinggi merupakan insentif bagi perusahaan-perusahaan pengolahan untuk menghasilkan output agroindustri. Salah satu konsep yang sering digunakan untuk membahas pengolahan hasil pertanian ini adalah nilai tambah.
Usaha-usaha pengembangan pertanian yang mengarah pada kegiatan agroindustri pertanian yaitu pengolahan hasil pertanian menjadi bahan makanan meliputi usaha yang mengolah bahan baku pertanian menjadi komoditi yang secara ekonomis memberikan nilai tambah yang cukup tinggi seperti pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo misalnya. Bakpao telo merupakan suatu bentuk pengolahan dari ubi jalar yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ubi jalar.
Untuk meningkatkan konsumsi ubi jalar di Indonesia, penganekaragaman pengolahan ubi jalar kiranya masih perlu ditingkatkan. Home industri “LESTARI” adalah salah satu usaha agroindustri yang bergerak dalam pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo, dimana hasil pengolahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dari ubi jalar itu sendiri dan menunjukkan bahwa industri pengolahan ubi jalar tersebut layak untuk diusahakan.  
Permasalahan penelitian ini antara lain apakah pengembangan agroindustri bakpao telo di Home Industri “Lestari”  sudah layak secara finansial, dan seberapa besar nilai tambah yang tercipta dari pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan bakpao telo, mengetahui besarnya nilai tambah yang tercipta dari pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo, dan mengetahui kelayakan usaha bakpao telo.
Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja, yaitu di home industri “Lestari” Malang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode wawancara, observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari perpustakaan dan instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian ini serta hasil penelitian terdahulu.
Metode analisa data yang digunakan adalah analisa kuantitatif yang meliputi analisa biaya dan pendapatan, analisa efisiensi usaha, analisa nilai tambah, dan analisa kelayakan usaha.
Dari penerimaan selama 1 bulan (Rp. 14.400.000,-) dikurangi dengan total biaya yang dikeluarkan selama 24x proses produksi (Rp.5.783.083,-) maka akan didapatkan keuntungan usaha sebesar Rp. 8.616.917,-. Dilihat dari skala industri yang tergolong industri rumah tangga (kecil), maka dapat dikatakan bahwa usaha bakpao telo “Lestari” sangat menguntungkan.
Hasil perbandingan total revenue dan total cost ( R/C Ratio ) sebesar 2,59  ( &gt;1), yang berarti bahwa usaha pembuatan bakpau telo “Lestari” efisien.
Nilai tambah yang tercipta pada pengolahan ubi jalar menjadi bakapo telo adalah sebesar Rp. 3.051, dengan imbalan tenaga kerja Rp. 1.358,- dan keuntungan sebesar Rp. 1.693,- dalam tiap satu kali proses produksi. 
Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha di home industri “Lestari” selama 23 triwulan menunjukkan bahwa usaha pengolahan bakpao telo layak untuk dikembangkan, hal ini dibuktikan dengan nilai NPV sebesar Rp. 251.256.483, IRR 32,008%, dan Net B/C Ratio 5,6 pada suku tingkat bunga 17% dan waktu pengembalian biaya investasi pada triwulan ke-2.
 Dengan demikian, dilihat dari seluruh hasil analisis data dapat dikatakan bahwa home industri “Lestari” layak untuk tetap dikembangkan. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-3620574760360512246?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/3620574760360512246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=3620574760360512246&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3620574760360512246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3620574760360512246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisa-nilai-tambah-dan-kelayakan.html' title='“Analisa Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Agroindustri Bakpao Telo di Home Industri LESTARI Malang”…(50)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-3494540662242144198</id><published>2008-04-16T08:53:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T08:54:16.244+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Tanaman Mindi (Melia azedarach L.) dengan Pola Agribisnis Hutan Rakyat , Studi di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan…(49)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Tanaman Mindi (Melia azedarach L.) yang tumbuh liar di lahan tegal dan pekarangan, dan ada yang sengaja ditanam tetapi tidak dipelihara secara intensif, banyak dijumpai di wilayah Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Sebagai komoditas yang mempunyai produk (kayu) bernilai ekonomis cukup tinggi dapat menambah pendapatan keluarga petani lahan kering. Permintaan kayu Mindi sebagai bahan baku industri semakin meningkat setiap saat. Tantangan bagi pelaku pasar kayu Mindi yaitu ketersediaan kayu Mindi secara kontinyu, mengingat budidaya tanaman Mindi belum dilakukan secara intensif.
Untuk mengembangkan tanaman Mindi dengan pola agribisnis Hutan Rakyat, perlu diidentifikasi permasalahan yang ada, baik faktor internal maupun eksternal, yang mempunyai pengaruh positif maupun negatif, sehingga dapat ditentukan strategi yang tepat untuk pengembangan budidaya tanaman Mindi secara intensif yang berwawasan agribisnis dan kelestarian sumberdaya alam (hutan, tanah dan air). Beberapa faktor strategis dalam budidaya tanaman Mindi antara lain : sumberdaya alam, sumberdaya manusia, modal, teknologi, produksi, manajemen usaha dan pemasaran. Masing-masing faktor mempunyai variabel yang berpengaruh positif maupun negatif terhadap pengembangan budidaya tanaman Mindi.
Dari hasil penelitian ini, dengan menggunakan Analisis SWOT dapat diketahui bahwa faktor kekuatan dan peluang mempunyai pengaruh lebih besar dibanding faktor kelemahan dan ancaman, sehingga strategi yang tepat untuk diterapkan dalam pengembangan budidaya tanaman Mindi di Kecamatan Panekan adalah Strategi Agresif (growth oriented strategy) yaitu memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, dengan kegiatan-kegiatan antara lain :
• Memanfaatkan potensi lahan untuk pengembangan areal penanaman Mindi dengan usahatani Hutan Rakyat.
• Menjaga kualitas kayu Mindi untuk mempertahankan kontinuitasa permintaan pasar.
• Mengembangkan manfaat dan kualitas kayu Mindi dengan mengoptimalkan manfaat industri penggergajian kayu.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-3494540662242144198?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/3494540662242144198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=3494540662242144198&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3494540662242144198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3494540662242144198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-tanaman-mindi.html' title='Strategi Pengembangan Tanaman Mindi (Melia azedarach L.) dengan Pola Agribisnis Hutan Rakyat , Studi di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan…(49)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4822078295844822574</id><published>2008-04-16T08:52:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T08:53:07.567+07:00</updated><title type='text'>Analisis Usahatani Padi Pada Saluran Pemasaran Yang Melalui KUD dan Non KUD (Studi Kasus di Ds Triwungan, Kec Kotaanyar, Kab Probolinggo)…(48)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi usahatani padi dari petani yang menjual melalui KUD dan non KUD, untuk, untuk mengetahui berapa persentase petani menjual gabah melalui KUD dan non KUD, untuk mengetahui saluran pemasaran gabah petani dan untuk mengetahui alasan petani menjual gabah melalui KUD dan non KUD.
Penelitian dilakukan di Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo yang dilakukan secara sengaja (purposive) atas dasar pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah yang mempunyai koperasi (KUD) yang masih aktif di Kabupaten Probolinggo. Data berupa data primer dan sekunder. Saluran pemasaran menggunakan metode “Snow Ball Sampling”, sehingga didapatkan sampel sebanyak 41 orang.
Metode analisa data yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan: 1)Analisa Biaya, 2. Analisis Efisiensi usahatani, 3.Analisis Pengujian Hipotesis
Dari hasil penelitian, didapatkan:
1. Saluran pemasaran gabah melalui non KUD lebih efisien dibandingkan dengan saluran pemasaran melalui KUD, dengan nilai efisiensi masing-masing sebesar 1,5 dan 1.
2. Persentase petani yang menjual gabah melalui non KUD hanya menjual sebagian dari gabahnya dan petani yang menjual gabah melalui  KUD menjual seluruh gabahnya.
3. Didapat dua saluran pemasaran yaitu:
• Melalui KUD: Petani KUDDologPengecer Konsumen
• Melalui non KUD: Petani  Ped. Pengumpul Ped. Besar Pengecer Konsumen
Petani Tengkulak KUD DOLOGPengecer  Konsumen
4. Petani menjual gabah melalui KUD karena keterjaminan harga yang telah ditetapkan oleh pihak KUD dan pembayaran yang dilakukan KUD dibayar secara kontan pada saat itu terjadi transaksi tersebut, dan petani menjual gabah melalui non KUD karena keuntungan serta kemudahan dalam menemukan pembeli, kepraktisan, kecepatan dalam menjual hasil produksi karena sebagian petani mempunyai pekerjaan diluar sektor pertanian, walaupun pembayaran yang dilakukan oleh pembeli (non KUD) tidak dilakukan secara kontan



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4822078295844822574?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4822078295844822574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4822078295844822574&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4822078295844822574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4822078295844822574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usahatani-padi-pada-saluran.html' title='Analisis Usahatani Padi Pada Saluran Pemasaran Yang Melalui KUD dan Non KUD (Studi Kasus di Ds Triwungan, Kec Kotaanyar, Kab Probolinggo)…(48)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-5977363409671790556</id><published>2008-04-16T08:50:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T08:50:55.686+07:00</updated><title type='text'>Analisis Kelayakan Dan Sensitivitas Usaha Tani Komoditas Manggis… (47)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Sejalan dengan diterapkan sistem otonomi daerah yang kebijaksanaannya ada dalam tingkat Kabupaten masing-masing, maka setiap daerah harus mampu menciptakan dan menemukan komoditas yang layak untuk diusahakan dan memberi keuntungan yang besar baik untuk petani sendiri maupun pemasukan untuk uang daerah. Pada intinya pewilayahan komoditi pertanian membatasi upaya pengembangan suatu komoditi pertanian, pada wilayah yang memiliki kelayakan agro-ekologis, kelayakan agro-ekonomi, kelayakan agro-sosial, kelayakan agro-teknologi serta ekstabilitas wilayah yang memadai.
Manggis merupakan salah satu tanaman buah tropis yang banyak digemari oleh masyarakat umum. upaya yang dilakukan untuk pemberdayaan sektor pertanian yang mandiri, khususnya komoditas manggis melalui pemantapan peningkatan produksi dan pengembangan komoditas menjadi besar. Selain itu usaha tani manggis diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar baik pasar di dalam negeri maupun diluar negeri, disamping itu juga meningkatkan pendapatan petani manggis itu sendiri. Tujuan dari penelitiaan ini adalah Menganalisis biaya, penerimaan, kelayakan dan sensitivitas komoditas manggis.
Alat analisis yang digunakan dalam peneletian ini adalah analisa biaya dan penerimaan, analisa evaluasi proyek(NPV, IRR, Net B/C), Sensitivitas. Analisis NPV, IRR, dan Net B/C merupakan tiga alat analisis yang menunjukkan kelayakan usaha, analisis sensitivitas untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan dan perbaikaan usaha tani manggis di masa depan sebagai dampak dari perubahan-perubahan variable seperti biaya dan penerimaan.
Dari hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan usaha tani manggis selama 28 tahun seluas 1 ha diperoleh total penerimaan sebesar Rp 538.407.000, biaya total yang dikeluarkan, sebesar Rp 63.650.720, keuntungannya sebesar Rp 474.450.440. Dilihat dari hasil analisis evaluasi proyek, usaha tani manggis di kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang layak untuk diusahakan, ditunjukkan hasil perhitungan NPV = Rp 7.169.709, Net B/C =1,619 dan IRR =18,4% yang menunjukkan nilai lebih dari satu satuan yang merupakan kriteria penentuan keputusan. Dari hasil analisa sensitivitas atas biaya diperoleh 51,68% dan atas produksi 10% diperoleh nilai sensitivitas 34,07%, diantara dua variabel tersebut yang paling sensitif yaitu pada perubahan produksi, mengingat usaha tani manggis ini tidak mendapat pemeliharaan yang intensif, sehingga masa yang akan datang perlua adanya pemeliharaan yang intensif untuk meningkatkan produksi yang menyebabkan peningkatan penerimaan secara maksimal.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-5977363409671790556?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/5977363409671790556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=5977363409671790556&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5977363409671790556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5977363409671790556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-kelayakan-dan-sensitivitas.html' title='Analisis Kelayakan Dan Sensitivitas Usaha Tani Komoditas Manggis… (47)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-940083106804707737</id><published>2008-04-16T08:48:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T08:50:10.543+07:00</updated><title type='text'>Evaluasi pengembalian kredit usaha tani (KUT) tahun pengadaan 1998-1999 dari petani ke executing agent dilakukan di Kabupaten Kediri…(46)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui tingkat keberhasilan petani dalam  pengembalian Kredit Usaha Tani, (KUT), Untuk mengetahui tingkat keberhasilan Kredit Usaha Tani (KUT) terhadap peningkatan pendapatan petani, dan Untuk mengetahui tingkat keberhasilan model penyaluran Kredit Usaha Tani (KUT) vang dilakukan oleh lembaga Executing. 
Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan alasan Kecarnatan Plemahan merupakan Kecamatan yang paling besar di nilai dari -kredit yang tersalur, jumlah petani peserta serta, lembaga executing yang melayani sengaja (purposive). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) sebanyak 48 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisa Analisa diskriptif yaitu penggambaran karakteristik petani peserta KUT yang mengusahakan usahatani seperti yang dijelaskan dalam teknik pengumpulan data, R/C Ratio yaitu untuk mengetahui imbangan antara penerimaan dengan. biaya yang digunakan untuk usaha tani tanaman pangan serta BC Ratio yaitu untuk mengetahui Imbangan tambahan biaya akibat penggunaan kredit usaha tani dengan tambahan penerimaan akibat penggunaan Kredit Usaha Tani.
Dari hasil analisa disimpulkan bahwa keberhasilan petani dalam mengembalikan kredit usaha tani ke lembaga Executing Agen sebesar 36%, Keberhasilan petani dihitung dari analisis usaha tani masih dapat dilanjutkan dalam usaha taninya, dan tingkat keberhasilan model penyaluran kredit usaha tani dari executing agen ke petani sebesar 69,06 %
Hasil studi ini menyarankan, Untuk meningkatkan pendapatan petani, maka faktor-faktor eksternal yang terkait dengan modal perlu dipertimbangkan dalam pemberian kredit sesuai dengan kebutuhan, untuk keberhasilan petani dalam meningkatkan pendapatan usahanya maka perlu diadakan sosialisasi tentang perlunya tanggung jawab terhadap pengembalian kredit dan Bagi kreditor perlu ditinjau ulang tentang petani-petani yang memiliki kredibilitas tinggi dan petani yang serius dalam menangani usaha tani



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-940083106804707737?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/940083106804707737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=940083106804707737&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/940083106804707737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/940083106804707737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/evaluasi-pengembalian-kredit-usaha-tani.html' title='Evaluasi pengembalian kredit usaha tani (KUT) tahun pengadaan 1998-1999 dari petani ke executing agent dilakukan di Kabupaten Kediri…(46)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-977365412658680792</id><published>2008-04-16T08:47:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T08:48:29.576+07:00</updated><title type='text'>Analisi Strategi Bisnis Perusahaan Daerah Perkebunan Margomulyo Di Kabupaten Kediri…(45)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Strategi Bisnis Perusahaan merupakan salah satu factor yang sangat penting bagi Perusahaan. Membuat Strategi Bisnis Perusahaan dapat dipergunakan sebagai acuan dalam rangka mencapai tujuan dan juga memungkingkan pimpinan Perusahaan mengukur bagaimana Bisnis yang dilakukan dalam menciptakan nilai dengan tetap mempertimbangkan kepentingan-kepentingan pada masa yang akan datang.
 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala yang dihadapi Perusahaan Daerah Perkebunan Margomulyo dalam menjalankan usahanya dan untuk menganalisis Strategi Bisnis yang harus dilakukan Perusahaan Daerah Perkebunan Margomulyo di Kabupaten Kediri.
 Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian Deskriptif, tehnik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dengan sisstim Checlist, dan dukumentasi. Analisis kualitatif dengan alat analisis SWOT, yaitu indentifikasi berbagai factor lingkungan Perusahaan/organisasi secara sistimatis untuk merumuskan sutau strategi, dengan dasar pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang (Opportunities) namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan acaman (Treats).
 Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa usaha yang dilakukan Perusahaan Daerah Perkebunan Margomulyo pada kenyataanya dihadapkan pada persoalan kelemahan yaitu : (1) Kualitas SDM karyawan rendah, (2) Rendahnya produktivitas lahan yang berakibat pada rendahnya produktivitas tanaman, (3) Terbatasnya jangkauan pasar dari produk-produk yang dihasilkan Perusahaan Daerah Margomulyo, dan sesuai analisis yang telah dilakukan strategi yang harus ditempuh adalah Strategi SO, yaitu : Menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan jalan (1) Peningkatan pemanfaatan Teknologi Alsintan, (2) Pemanfaatan Bunga Bank, (3) Pemanfaatan Kebijaksanaan Pemerintah, (4) Melkukan Optimalaisasi lahan, (5) Melaksanakan Kemitraan.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-977365412658680792?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/977365412658680792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=977365412658680792&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/977365412658680792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/977365412658680792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisi-strategi-bisnis-perusahaan.html' title='Analisi Strategi Bisnis Perusahaan Daerah Perkebunan Margomulyo Di Kabupaten Kediri…(45)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4426847071416972481</id><published>2008-04-16T08:46:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T08:47:38.400+07:00</updated><title type='text'>Strategi Sistem Agribisnis Daging Di Jabotabek (kasus penggemukan sapi pt. Sinar katel perkasa) … (44)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Untuk mengetahui bagaimana pola penyediaan dan pemasaran daging dari dan ke  Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. 2) Mengetahui bagaimana jalur dan mata rantai pemasaran daging dari dan ke Jakarta, Bogor, Tengerang dan Bekasi, 3) Mengetahui bagaimana model pemenuhan kebutuhan daging di Jabotabek oleh  PT. Sinar Katel Perkasa.
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara, survei dan dokumenter. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pasokan daging ke DKI Jakarta berasalal dari tiga sumber utama, yaitu dari : (a) Daging dari hasil pemotongan di RPH Cakung, Pulogadung, Mampang dan Tanjung Priuk. (b) Daging dari pasokan lokal, yaitu daging dari hasil pemotongan RPH/TPH di daerah Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. (c) Daging impor dari luar negeri, diantaranya dari Australia, Selandia Baru, Kanada, Amerika Serikat. 2) Pada masa belakangan ini telah terjadi pergeseran pola suplai daging ke Jakarta. 3) Pasokan daging lokal dari wilayah-wilayah tersebut sebagian berasal dari pemotongan di TPH-TPH yang kualitas pemotongannya diragukan. 4) Kontribusi daging impor juga meningkat dengan distribusi melalui meat shop dan pasar swalayan. 5) Fokus perhatian untuk mengetahui ketersediaan dan kecukupan daging untuk masyarakat DKI Jakarta tidak cukup hanya dengan melihat stok ternak potong yang ada di holding ground di Cakung saja. 6) Berdasarkan matrik pilihan strategi yang paling dominan, maka strategi yang digunakan a) Meningkatan optimalisasi kapasitas, memperbesar market share, meningkatkan sale dengan pasar tradisional dan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, b) Meningkatkan efisiensi, meningkatkan teknologi, memanfaatkan rancang bangun dan meminimalkan kelemahan dengan memanfaatkan peluang, c) Meningkatkan dan menjaga kualitas produk, social education/CD, kerjasama dengan pihak lain serta menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk atasi ancaman, d) Mengoptimalkan R&amp;D, memanfaatkan kelebihan untuk perluasan kapasitas, penjualan sbg saham, serta menciptakan strategi memaksimalkan kekuatan dan menghindari ancaman.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4426847071416972481?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4426847071416972481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4426847071416972481&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4426847071416972481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4426847071416972481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-sistem-agribisnis-daging-di.html' title='Strategi Sistem Agribisnis Daging Di Jabotabek (kasus penggemukan sapi pt. Sinar katel perkasa) … (44)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-6999474553626572548</id><published>2008-04-16T08:45:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T08:46:21.456+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Agribisnis Lebah Madu Di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan … (43)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Pengembangan usaha budidaya lebah madu di Kecamatan Panekan mempunyai prospek yang baik untuk masa yang akan datang. Ada beberapa faktor yang mendukung usaha tersebut antara lain adanya potensi sumberdaya alam, dukungan dari Pemerintah Daerah dan manfaat budidaya lebah itu sendiri bagi kehidupan manusia serta kelestarian lingkungan hidup.
Dalam rangka melaksanakan pengembangan usaha budidaya lebah madu di Kecamatan Panekan untuk membentuk suatu usaha yang mempunyai wawasan agribisnis tidak lepas dari permasalahan yang menjadi hambatan dan kekurangan, maka dari itu terlebih dahulu perlu diketahui dan dipelajari faktor – faktor yang berpengaruh positif dan negatif yang ada didalam usaha budidaya lebah itu sendiri maupun diluar usaha, sehingga dapat dipergunakan untuk mengetahui strategi apa yang tepat untuk pengembangan agribisnis lebah madu di Kecamatan Panekan.
Ada beberapa faktor strategis didalam agribisnis lebah madu, antara lain adalah faktor sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sarana produksi, modal, penerapan teknologi, panen dan pasca panen, produksi yang dihasilkan serta pemasaran hasil. Masing – masing faktor mempunyai kelemahan dan kelebihan yang berpengaruh terhadap pengembangan usaha budidaya lebah madu.
Hasil penelitian, dengan menggunakan analisis SWOT diketahui bahwa faktor kelemahan yang ada di dalam usaha dan ancaman dari luar usaha mempunyai pengaruh yang lebah besar dari pada faktor kekuatan maupun peluang usaha budidaya lebah madu, maka strategi terpilih adalah strategi defensif yaitu meminimalkan kelemahan untuk menanggulangi ancaman dengan kegiatan :
- Mencegah penebangan liar dengan menertibkan perijinan penebangan tanaman;
- Diversifikasi produk dalam bentuk madu bee pollen;
- Pemberian label dan ijin produksi pada kemasan produk;
- Merubah bentuk rumah lebah dengan menambah bingkai sarang pada rumah lebah. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-6999474553626572548?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/6999474553626572548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=6999474553626572548&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6999474553626572548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6999474553626572548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agribisnis-lebah.html' title='Strategi Pengembangan Agribisnis Lebah Madu Di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan … (43)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-6458204451578581995</id><published>2008-04-16T08:44:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T08:45:17.818+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Agroindustri Kurmelo di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan… (42)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Pamelo merupakan produk unggulan Kabupaten Magetan, dimana 20% produksinya tidak mempunyai nilai ekonomi dikarenakan rusak fisiologis yang disebabkan serangan hama dan penyakit, rusak mekanis maupun penjarangan buah. Bertitik tolak dari hal tersebut dengan teknologi pengolahan hasil pertanian, maka buah pamelo tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan manisan kulit pamelo yang disebut Kurmelo.
Dalam upaya mengembangkan agroindustri Kurmelo di Kecamatan Sukomoro, banyak faktor – faktor yang berpengaruh, baik faktor internal maupun eksternal secara positif maupun negatif. Untuk itu perlu diketahui faktor – faktor yang berpengaruh tersebut, sehingga dapat disusun suatu strategi yang tepat untuk pengembangan agroindustri di Kecamatan Sukomoro.
Ada beberapa faktor / aspek yang berpengaruh terhadap pengembangan agroindustri Kurmelo, antara lain : (a) Sumberdaya Alam; (b) Sumberdaya Manusia; (c) Modal; (d) Teknologi; (e) Produksi; (f) Managemen usaha dan (g) Pemasaran. Masing – masing faktor tersebut mempunyai kekurangan dan kelebihan yang berpengaruh terhadap pengembangan agroindustri Kurmelo.
Dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis SWOT dapat diketahui bahwa faktor kekuatan dan peluang mempunyai pengaruh lebih besar daripada faktor kelemahan dan ancaman. Maka startegi yang diterapkan untuk pengembangan agroindustri Kurmelo di Kecamatan Sukomoro adalah strategi Growth / pertumbuhan yang dinamis dengan memaksimalkan kekuatan yang ada dengan memanfaatkan peluang, dengan kegiatan sebagai berikut :
1. Pernambahan modal untuk mengoptimalkan bahan baku serta menambah kapasitas produksi;
2. Meningkatkan kerjasama untuk memperluas pasar;
3. Memanfaatkan sarana informasi untuk promosi.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-6458204451578581995?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/6458204451578581995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=6458204451578581995&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6458204451578581995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6458204451578581995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agroindustri.html' title='Strategi Pengembangan Agroindustri Kurmelo di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan… (42)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-3008851010540247298</id><published>2008-04-16T08:43:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T08:44:18.469+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Agribisnis Kambing Peranakan Etawa Di Kecamatan Kaligesing … (41)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Perkembangan dunia yang mengarah kepada proses globalisasi dewasa ini  mendorong kondisi perekonomian menjadi semakin komplek dan kompetitif sehingga menuntut tingkat efisiensi usaha  yang tinggi, sehingga orientasi pembangunan nasional sektor pertanian  harus diubah dari orientasi produksi kearah orientasi pendapatan petani. Untuk itu pendekatan pembangunan pertanian telah diubah dari pendekatan usahatani kearah agribisnis.
Dengan demikian dapat diartikan bahwa unit agribisnis bukan merupakan suatu unit kepemilikan, akan tetapi merupakan unit satu kesatuan sistem  yang tersusun atas beberapa komponen yang merupakan jaringan terpadu  untuk meraih nilai tambah ekonomi.
Berdasarkan sejarah perkembangannya, agribisnis bukan merupakan sistem yang baru tumbuh, akan tetapi sudah tumbuh sejak dulu. Pemerintah Belanda  sebagai pendatang juga memperkenalkan pola agribisnis  di Indonesia. Pola yang dikembangkan pemerintah kolonial adalah  agribisnis penghasil barang ekspor yang ditata menurut pola perkebunan  besar. Pemerintah kolonial juga memperkenalkan agribisnis yang berwatak industri pertanian  dimana aspek investasi untuk meraih nilai tambah  tampil sebagai nilai dasar  dari pengembangan usaha.
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keragaman sumber daya alamnya, termasuk sebagai salah satu negara yang kaya akan jenis ternak, namun pada kenyataannya sektor peternakan belum dikembangkan secara maksimal walaupun sebenarnya pengembangan agribisnis peternakan  mempunyai peluang yang sangat besar dalam hal peningkatan permintaan baik  dalam negeri maupun luar negeri.
Kambing PE (Peranakan Etawa) selain dikenal sebagai kambing bertipe besar kambing PE juga dikenal sebagai penghasil susu yang cukup potensial, kambing PE mampu menghasilkan susu sebanyak 0,45-2,2 liter perhari dengan panjang masa laktasi 92-256 hari.
Di Indonesia, hampir 90% pemeliharaan kambing bertujuam menghasilkan daging, tentunya kenyataan ini sangat ironis dengan fakta bahwa dinegeri ini populasi ternak kambing PE termasuk terbesar di dunia, dan seperti diketahui bahwa kambing PE adalah penghasil susu  yang sangat potensial. Di luar negeri , seperti di India, kambing etawa juga dipelihara sebagai penghasil susu yang sangat produktif, rata-rata produksinya adalah 235Kg per masa laktasi (261hari). Produksi susu kambing memberikan sumbangan sebesar 35% terhadap produksi susu  di dunia.
FAO (1996) memperkirakan bahwa permintaan atau impor  daging kambing dunia akan meningkat rata-rata  sekitar 2% pertahunnya,  sehingga pada tahun 2000 jumlah kebutuhan sudah mencapai tidak kurang dari 10,9 juta ton. Sedangkan jumlah yang diperdagangkan mencapai kurang lebih 1,4 juta ton. Dari seluruh jumlah impor dunia, Australia, New Zealand, dan negara-negara maju lainya  diperkirakan akan memasok  1,1 juta ton. Dan sisanya diposok oleh negara-negara  berkembang  yang juga akan mengalami peningkatan produksi.
Negara-negara berkembang yang selama ini mengalami kemajuan pesat  dalam perkembangan produksi ternak kambing adalah ; Cina, Bangladesh, Pakistan, Maroko, Aljazair dan Nigeria. Sedangkan negara yang berpotensi melakukan impor tinggi adalah ; Amerika Latin, Afrika Selatan, dan Timur Jauh (kawasan Asia Pasifik dan Oceania). Hal ini disebabkan karena wilayah tersebut merupakan daerah yang pertumbuhan ekonominya tergolong tinggi.(Ditjen Peternakan:1999)
Sedangkan di Indonesia produksi daging kambing rata-rata menurun 2,93% pertahun dalam periode 1993-1997. Penurunan produksi terjadi hampir diseluruh Propinsi kecuali di Jawa Barat, Jawa Timur, DI Aceh, Sumatra Utara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur.  Sedangkan produsen utama daging  kambing di Indonesia adalah Jawa Timur dengan rata-rata sumbangan 34,07% pertahun, kemudian diikuti Jawa Tengah 14,17% pertahun dan Jawa Barat 11,46% pertahun. Propinsi lainya rata-rata hanya mampu menyumbang dibawah 5 % pertahun.
Terkait dengan beberapa persoalan diatas, sudah saatnya  kita melakukan sesuatu  yang mampu memberikan  sumbangan nyata bagi pembangunan sub-sektor  peternakan dan langsung menyentuh masyarakat kecil dengan kemampuan modal yang terbatas, usaha ternak kambing PE rasanya sangat relevan dengan tujuan diatas karena memiliki beberapa karakteristik pendukung  seperti, modal awal yang dibutuhkan relatif kecil dibandingkan dengan ternak besar, teknik pemeliharaan relatif mudah, sederhana dan tidak membutuhkan tempat yang luas, perkembangbiakan relatif lebih cepat  dibandingkan dengan ternak besar.
Sehubungan dengan hal tersebut, sub-sektor peternakan dirasa perlu mendapat perhatian ekstra.  Selama ini, perhatian pemerintah lebih banyak diarahkan kepada program peningkatan produksi hasil peternakan yang melibatkan modal besar dan sarat subsidi. Hasilnya sub-sektor ini dalam program-program tertentu mampu tumbuh pesat dengan tunjangan subsidi penuh dari pemerintah, tetapi program lain lebih banyak berjalan ditempat, jika tidak bisa dikatakan merosot tajam. Sebagai contoh, usaha peternakan ayam ras, sejak dimulai pengenalan kepada masyarakat mulai dekade 1950-an, telah tumbuh pesat dan menggurita. Beberapa perusahaan mengalami pertumbuhan yang sangat fantastis dan kini bisa menguasai 90% pasar ayam ras dari hulu ke hilir. Namun, pertumbuhan  ini kini masih banyak kekurangannya. Tidak sedikit muncul hal yang kontradiktif. Sampai saat ini kita belum mampu menghasilkan GPS (grand parent stock) sendiri. 
Dengan hal tersebut diatas maka strategi pengembangannya harus dirumuskan secara cermat dan tepat sehingga tujuan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan peternak dapat dicapai.
Berdasarkan uraian  diatas di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo yang mempunyai potensi Kambing PE dalam jumlah yang cukup besar, perlu adanya strategi pengembangan yang di analisis secara obyektif(kekuatan dan kelemahan) dan apakah mempunyai dampak terhadap perubahan  deregulasi serta langkah-langkah kebijaksanaan operasional pemerintah (Peluang dan ancaman) dalam rangka peningkatan nilai ekonominya



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-3008851010540247298?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/3008851010540247298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=3008851010540247298&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3008851010540247298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/3008851010540247298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agribisnis_16.html' title='Strategi Pengembangan Agribisnis Kambing Peranakan Etawa Di Kecamatan Kaligesing … (41)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4560963581648811217</id><published>2008-04-16T08:40:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T08:42:51.205+07:00</updated><title type='text'>Strategi Penyediaan Semen Beku Sapi Balai Inseminasi Buatan Di Singosari Dan Implemantasinya Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Semen Beku …(40)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian  dilaksanakan  selama tiga bulan yaitu di mulai  pada tanggal 10 September sampai dengan tanggal 17 Desember 2003 dengan lokasi Balai Inseminasi Buatan Di Singosari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1). strategi BIB dalam  pemenuhan kebutuhan semen beku daerah. 2). pengaruh yang nyata antara penyediaan semen beku sapi BIB di Singosari dan implementasinya terhadap pemenuhan kebutuhan semen beku. Penelitian ini diharapkan berguna 1). sebagai bahan informasi bagi peternak dalam menggunakan semen beku, 2) sebagai pijakan menyusun strategi yang tepat bagi BIB Di Singosari untuk menghasilkan produksi semen beku, 3) sebagai pijakan penelitian yang akan datang dalam menyusun strategi penyediaan semen beku
Penelitian yang di lakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) dengan bahan penelitian berupa data yang meliputi jumlah pejantan, kualitas semen beku, distribusi semen dan jumlah laporan daerah serta penyediaan semen beku dari tahun 1993 s/d 2002. Sebagai variabel independen adalah variabel X1 (Kualitas Semen Beku), X2 (Distribusi Semen Beku), X3 (Jumlah Pejantan), X4 (Jumlah Laporan Daerah. Sedangkan variabel dependen adalah Total Produksi/Pemenuhan Kebutuhan. Teknik pengambilan data yaitu dengan teknik observasi, wawancara dan teknik dokumentasi. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Anaisis data menggunakan Strength, Weaknesses, Opportunity, Threats (SWOT) dan Regresi Berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Strategi yang dapat dilakukan dalam penyediaan semen beku sapi BIB Di Singosari adalah: (a) Peningkatan kualitas dan kuantitas produk dengan memanfaatkan teknologi produksi dan informasi yang memadai serta memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada yang digunakan dalam mengembangkan persediaan semen beku sapi dan pencapaian target yakni pemenuhan kebutuhan semen beku, (b) Peningkatan kinerja serta pengembangan distribusi melalui suatu kerja sama yang baik dengan distributor akan mendukung adanya peningkatan investasi serta adanya dukungan dari program-program pemerintah guna tercapainya target yang ingin dihasilkan. 2) Persamaan regresi Y = 260.657,41+ 8.232,736 X1 + 0,273 X2 –3.682,381 X3 –8.561,032X4  . Hal ini berarti setiap peningkatan variabel kualitas semen beku akan meningkatkan kebutuhan semen beku sebesar 8.22,736 dosis dan setiap setiap peningkatan variabel distribusi semen beku akan meningkatkan 0.273 dosis. Variabel jumlah pejantan menunjukkan setiap penambahan seekor pejantan akan menurunkan pemenuhan kebutuhan semen beku sebesar 3.682,381 dosis, dan setiap penambahan variabel laporan daerah sebesar 8.561,032 dosis. 
Pengaruh kualitas semen beku, distribusi semen beku, memberikan konstribusi yang nyata terhadap pemenuhan kebutuhan semen beku di BIB Di Singosari. Sedangkan jumlah pejantan dan laporan daerah/propinsi tidak berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan semen beku di BIB Di Singosari. 
Menciptakan strategi yang tepat dan bertahan terhadap industri yang dimiliki, serta penelitian yang lebih mendetail untuk penyediaan semen beku dari berbagai bangsa/jenis pejantan yang disukai peternak merupakan langkah tindak lanjut dari penelitian ini.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4560963581648811217?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4560963581648811217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4560963581648811217&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4560963581648811217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4560963581648811217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-penyediaan-semen-beku-sapi.html' title='Strategi Penyediaan Semen Beku Sapi Balai Inseminasi Buatan Di Singosari Dan Implemantasinya Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Semen Beku …(40)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-1055636843185927377</id><published>2008-04-15T21:40:00.002+07:00</published><updated>2010-03-17T23:38:19.107+07:00</updated><title type='text'>Home</title><content type='html'>KAMI menyediakan contoh-contoh TESIS dan SKRIPSI yang dapat digunakan sebagai referensi anda dalam menyelesaikan tugas akhir. Referensi berupa contoh tesis, dan skripsi ini, dalam bentuk file-file yang sudah jadi dan LENGKAP. &lt;p&gt;

Dengan semakin banyak referensi, contoh penulisan dan materi semakin terbantu anda dalam menyusun karya tulis. Sehingga proses penyusunan skripsi, tesis anda bisa menjadi lebih cepat, hemat waktu, tenaga dan biaya.&lt;p&gt;

Kami tidak mendukung plagiat, tetapi kami mendukung penulis untuk mendapatkan referensi yang sebanyak-banyaknya dan dari sumber yang bervariasi.&lt;p&gt;

Seluruh materi skripsi dan tesis versi lengkap dalam format ms-word (*.doc) Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka , bisa anda miliki segera dengan mengikuti prosedur mendapatkan filenya di "cara mendapatkan file".&lt;p&gt;

Untuk melihat koleksi judul kami, silahkan klik "daftar judul" diatas dan untuk melihat ringkasan setiap judulnya, silahkan klik judul.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-1055636843185927377?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/1055636843185927377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=1055636843185927377&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1055636843185927377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1055636843185927377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/home.html' title='Home'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2100692695238685476</id><published>2008-04-15T19:28:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T19:28:46.273+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Agribisnis Pindang Bandeng Pada Industri Skala Rumah Tangga Di Kota Yogyakarta ... (39)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas perikanan yang disukai konsumen. Hal ini disebabkan ikan bandeng mempunyai rasa yang khas. Akan tetapi adanya bau amis dan sifat produk yang cepat mengalami kemunduran mutu, menyebabkan kesukaan masyarakat terhadap ikan bandeng menjadi berkurang. Salah satu jenis pengolahan yang dapat menambah daya awet dan cita rasa ikan bandeng yang telah lama dan banyak diterapkan oleh masyarakat adalah pengolahan pindang bandeng, yaitu kombinasi antara perebusan dengan penggaraman.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan strategi yang tepat dalam pengembangan agribisnis pengolahan pindang bandeng pada industri skala rumah tangga di Kota Yogyakarta. Disamping itu untuk mengetahui dan memahami proses produksi pengolahan pindang bandeng secara tepat, serta mendapatkan strategi pemasaran yang menguntungkan dalam memasarkan pindang bandeng.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey, teknik pengambilan sampel untuk penentuan lokasi penelitian dengan menggunakan metode total sampling, sedangkan pengambilan data dilakukan dengan teknik : observasi dan wawancara (intervieu). Data yang diperoleh dianalisa dengan metode diskriptif, yaitu analisa SWOT, untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, tantangan dan ancaman pengembangan agribisnis pindang bandeng.
Berdasar hasil analisa SWOT, produk pindang bandeng berada pada kuadran I (0,65 : 1,15), maka strategi yang perlu dilaksanakan adalah strategi yang agresif / growth. Dengan demikian strategi pemasaran produk pindang bandeng yang perlu diterapkan adalah strategi yang agresif untuk memperluas pasar (ekspansi pemasaran) dengan melakukan bauran pemasaran terutama pengembangan produk dan promosi secara bersama-sama yang lebih gencar.  
Agribisnis pengolahan pindang bandeng pada industri skala rumah tangga di Kota Yogyakarta dapat dikembangkan dengan jalan memperbaiki manajemen produksi dan manajemen pemasarannya. Kualitas pindang bandeng yang dihasilkan oleh perusahaan pindang bandeng di Kota Yogyakarta sudah mempunyai keunggulan bersaing, walaupun skala industrinya masih terbatas skala rumah tangga. Perbaikan  dalam  strategi  pemasaran  pindang  bandeng  akan  dapat mempertahankan eksistensi perusahaan pindang bandeng di Kota Yogyakarta.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2100692695238685476?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2100692695238685476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2100692695238685476&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2100692695238685476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2100692695238685476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agribisnis.html' title='Strategi Pengembangan Agribisnis Pindang Bandeng Pada Industri Skala Rumah Tangga Di Kota Yogyakarta ... (39)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-6089624609883193416</id><published>2008-04-15T19:27:00.002+07:00</published><updated>2008-04-15T19:28:17.566+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Hutan Rakyat Dalam Rangka Pelaksanaan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Di Kabupaten Blitar ... (38)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Terjadinya kerusakan hutan dan lahan yang mengakibatkan bencana alam banjir, tanah longsor dan kekeringan telah menumbuhkan kesadaran dari semua pihak untuk melakukan rehabilitasi hutan dan lahan yang rusak guna memperbaiki dan mengendalikan fungsi dan produktifitas sumber daya alam. Program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL) merupakan bukti perhatian serius dari Pemerintah untuk melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan serta perbaikan lingkungan secara terpadu, menyeluruh, bersama-sama dan terkoordinasi dengan melibatkan semua stakeholders, melalui suatu perencanaan, pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi yang efektif dan efisien.
Salah satu kegiatan pokok Program GN-RHL adalah pembangunan hutan rakyat, yaitu berupa kegiatan penanaman pada lahan milik masyarakat (diluar kawasan hutan). Tujuan pembuatan tanaman hutan rakyat adalah untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan kritis sehingga dapat berfungsi optimal sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengatur tata air, mencegah bencana banjir, pengendali erosi, dan pemelihara kesuburan tanah serta mendukung kelestarian produktifitas sumber daya hutan dan keanekaragaman hayati.
Dalam pelaksanaan pembangunan hutan rakyat melalui Program GN-RHL Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Blitar selaku instansi pelaksana dihadapkan pada dinamika perubahan lingkungan baik internal maupun eksternal. Perubahan lingkungan tersebut akan berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan pembangunan hutan rakyat mengingat kegiatan tersebut menyangkut kepentingan banyak pihak dan berdampak luas baik dari segi sosial-ekonomi maupun lingkungan (ekologi). Oleh karena itu diperlukan strategi yang tepat dari pelaksana agar kegiatan pembangunan hutan rakyat dapat berhasil dengan baik sesuai tujuan yang diinginkan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan kritis di Kabupaten Blitar sampai dengan tahun 2002 mencapai 16.229 ha. Oleh karena itu, sejalan dengan tujuan utamanya  pembangunan hutan rakyat melalui Program GN-RHL perlu terus dikembangkan dengan sasaran prioritas penanganan lahan kritis yang ada. Disamping itu karena pembangunan hutan rakyat menyangkut kepentingan banyak pihak, maka perlu meningkatkan dukungan kelembagaan baik dari masyarakat petani, LSM, TNI, POLRI, Perguruan Tinggi maupun instansi terkait lainnya.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-6089624609883193416?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/6089624609883193416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=6089624609883193416&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6089624609883193416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6089624609883193416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-hutan-rakyat.html' title='Strategi Pengembangan Hutan Rakyat Dalam Rangka Pelaksanaan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Di Kabupaten Blitar ... (38)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4291971006165707778</id><published>2008-04-15T19:27:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T19:27:47.454+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pembangunan Pada Sektor Industri  Pengolahan Hasil Pertanian Dan Hutan Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Kabupaten Tulungagung … (37)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Pemberlakuan Undang – Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang – Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah menimbulkan dampak yaitu munculnya paradigma baru bahwa pembangunan daerah menuju proses perubahan yang diarahkan kepada pemberdayaan rakyat. Didasari hal tersebut maka dilakukan penelitian tentang “ Strategi Pembangunan pada Sektor Industri Pengolahan Hasil Pertanian dan Hutan dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Tulungagung “ dengan rumusan masalah :
(1)  Bagaimana peranan sektor industri pengolahan hasil pertanian dan hutan dalam menopang pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Tulungagung , dan
(2) Bagaimana strategi pengembangan sektor industri pengolahan hasil pertanian dan hutan dalam pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Tulungagung.
Analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisa SWOT yaitu identifikasi berbgai faktor secara sistematis untuk merumuskan suatu strategi. Analisa ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan ( strengths ) dan peluang ( opportunities ), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan ( weaknesses ) dan ancaman ( threats ). Berdasarkan analisis SWOT maka strategi yang digunakan adalah SO yaitu strategi yang memanfaatkan seluruh kekuatan untuk membuat dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
Setelah melalui proses analisis dan pembahasan terhadap strategi pembangunan industri dalam pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Tulungagung, maka diperoleh kesimpulan :  (1) Peranan industri pengolahan hasil pertanian dan hutan dalam menopang pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Tulungagung adalah mengembangkan strategi pembangunan industri pengolahan hasil pertanian dan hutan dengan cara meningkatkan kualitas berbagai elemen dalam mengembangkan unit usaha yang terdapat di Kabupaten Tulungagung , (2) Strategi yang paling dominan berdasarkan matriks SWOT adalah strategi SO yaitu memanfaatkan kekuatan yang ada untuk membuat dan memanfaatkan peluang yang sebesar – besarnya dengan cara :
 (a) Memperbaiki kualitas SDM ( Sumber Daya Manusia ) tenaga kerja pada industri pengolahan hasil pertanian dan hutan , (b) Memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas produk industri pengolahan hasil pertanian dan hutan , (c) Memanfaatkan informasi pasar untuk memasarkan produk industri pengolahan hasil pertanian dan hutan , (d) Memfasilitasi penyerapan tenaga kerja pada industri pengolahan hasil pertanian dan hutan.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4291971006165707778?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4291971006165707778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4291971006165707778&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4291971006165707778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4291971006165707778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pembangunan-pada-sektor_2397.html' title='Strategi Pembangunan Pada Sektor Industri  Pengolahan Hasil Pertanian Dan Hutan Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Kabupaten Tulungagung … (37)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-5142273207777515928</id><published>2008-04-15T19:26:00.002+07:00</published><updated>2008-04-15T19:27:18.120+07:00</updated><title type='text'>Strategi Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (GERHAN) Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Alam Di Kabupaten Tulungagung, … (36)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Tujuan penelitian adalah memahami peran Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN) dalam menanggulangi bencana lam, serta mengetahui dan menganalisis strategi Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN) di kabupaten Tulungagung.
Penelitian tentang Kegiatan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN) dalam Rangka Penanggulangan Bencana Alam di Kabupaten Tulungagung ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh baik secara internal maupun eksternal sebagai dasar penyusunan strategi.
Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, study pustaka, Checlist dan forum group discussion. Metode analisis kwalitatif dengan alat analisis SWOT untuk menentukan strategi  yang dikaji dari kekuatan (Strenght), kelemahan (Weaknnesses) dan peluang (Opportunities), ancaman (Treaths).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN), kekuatan dan peluang memiliki nilai positif lebih tinggi dibanding kelemahan dan ancaman. Dengan demikian penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN) memiliki prospek yang cukup baik dengan penerapan strategi SO dimana strategi ini menggunakan  kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Rumusan strategi  tersebut adalah : (1) Mendayagunakan dukungan politik dan dana dari pemerintah pusat agar pencairannya tidak terlambat; (2) Mengusahakan tepatnya lokasi dan cara penanaman bibit, jenis, umur (preferensi masyarakat, agroklimat, kualitas lahan); (3) Membekali / memberdayagunaan para pelaksana dengan Iptek yang tepat; dan (4) Mendayagunakan partisipasi lembaga stakeholder (kelompok tani, LSM, TNI/POLRI, dll.).



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-5142273207777515928?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/5142273207777515928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=5142273207777515928&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5142273207777515928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5142273207777515928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-gerakan-nasional-rehabilitasi.html' title='Strategi Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (GERHAN) Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Alam Di Kabupaten Tulungagung, … (36)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-382066248719196936</id><published>2008-04-15T19:26:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T19:26:48.209+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Agribisnis Salak Di Kabupaten Bangkalan ( Studi Kasus Di Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan ) … (35)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Globalisasi ekonomi telah mendorong kondisi perekonomian menjadi semakin komplek dan kompetitif sehingga menuntut tingkat efisiensi usaha yang tinggi, yang mengharuskan orientasi pembangunan pertanian dirubah dari orientasi produksi kearah orientasi peningkatan pendapatan petani. Guna mendukung perubahan orientasi pembangunan pertanian ini pendekatan pembangunan pertanian tidak lagi melalui pendekatan usahatani melainkan melalui Pendekatan agribisnis. 
Pengertian agribisnis dalam arti sempit adalah perdagangan atau pemasaran hasil pertanian. Sedangkan menurut Anonimous ( 2000 ), yang dimaksud dengan Sistem Agribisnis adalah rangkaian dari berbagai sub sistem penyelesaian prasarana dan sarana produksi, subsistem budidaya yang menghasilkan produk primer, sub sistem industri pengolahan ( agroindustri ), sub sistem pemasaran dan distribusi serta sub sistem jasa pendukung.
Bagi Indosensia pengembangan usaha pertanian cukup prospektif karena memiliki kondisi yang menguntungkan antara lain; berada di daerah tropis yang subur, keadaan sarana prasarana cukup mendukung serta adanya kemauan politik pemerintah untuk menampilkan sektor pertanian sebagai prioritas dalam pembangunan.
Tujuan pembangunan agribisnis adalah untuk meningkatkan daya saing komoditi pertanian, menumbuhkan usaha kecil menengah dan koperasi serta mengembangkan kemitraan usaha. Dengan visi mewujudkan kemampuan berkompetisi merespon dinamika perubahan pasar dan pesaing, serta mampu ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Indonesia dikenal sebagai Negara yang kaya akan keragaman sumber daya alamnya, termasuk hasil buah-buahan, sayuran dan bunga ( Hortikultura ) serta produk pertanian tropis lainnya, namun kenyataannya sejauh ini pemasok devisa utama masih berasal dari perkebunan dan perikanan. Bertambah cepatnya pertumbuhan sub sektor perikanan, perkebunan dan peternakan disebabkan karena perilaku petani maupun pengusaha lebih berfikir maju, yang ditandai oleh; cepatnya mengadopsi inovasi baru, berani menanggung resiko dan mau mencoba hal-hal / teknologi baru ( Soekartawi, 1997 ).
Peningkatan daya saing pada sektor pertanian dipandang perlu memperoleh perhatian, oleh karena itu pembangunan pertanian yang berorientasi pada peningkatan pendapatan perlu lebih dititik beratkan pada upaya mendorong pengembangan komoditas hortikultura.
Winarno (1996) menyebutkan bahwa permintaan akan buah-buahan tropis segar, khususnya negara Eropa, Amerika dan Asia umumnya mengalami peningkatan dengan laju 10,8 % pertahun. Namun Indonesia sebagai salah satu pemasok buah tropis segar dunia saat ini masih sangat kecil yakni kurang dari    1 %.
Menurut Rahmat Rukmana (1999), peningkatan jumlah penduduk dunia berpengaruh terhadap makin naiknya permintaan produk buah-buahan. Fenomena ini merupakan prospek cerah bagi pengembangan agribisnis buah-buahan diberbagai negara di dunia termasuk Indonesia.
Indonesia berpeluang besar menjadi produsen buah-buahan dalam menyikapi pola perdagangan bebas (globalisasi). Potensi dasar yang dimiliki Indonesia diantaranya dalah sumber daya alam yang amat kaya, termasuk aneka jenis buah-buahan. Lebih dari 25% jenis buah-buahan tropis yang ada didunia terdapat diwilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa prospek pengembangan agribisnis buah-buahan di Indonesi semakin cerah, baik dirancang sebagai komoditas ekspor maupun diproyeksikan pada permintaan pasar (konsumen) dalam negeri. Pasar buah-buahan tropis luar negeri yang masih terbuka antara lain Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Brunei Darussalam, Taiwan, dan Hongkong.
Berdasarkan kondisi diatas dan dalam menghadapi pola perdagangan bebas (globalisasi), strategi pengembangan agribisnis buah-buahan di Indonesia harus pada jenis buah-buahan tropis yang tidak ada / sedikit pesaingnya seperti salak. Disamping itu usaha pengembangan jenis buah-buahan yang banyak pesaingnya diarahkan untuk meningkatkan mutu dengan mencari varietas baru yang lebih unggul (Rahmat Rukmana, 1999). Mengacu pada buah tropis yang sedikit pesaingnya, komoditas salak mempunyai propek pengembangan dan pasar yang sangat potensial, mengingat penyebarannya yang luas diberbagai wilayah, harga yang terjangkau oleh masyarakat serta mempunyai nilai gizi yang baik disamping digemari oleh berbagai lapisan masyarakat ( Anonimous, 1997 ). Selain dari itu ditinjau dari segi ekonomis, pengusahaan salak cukup menguntungkan serta mempunyai propek pasar yang baik mengingat segmen pasar yang luas dari berbagai stratifikasi lapisan masyarakat. Oleh karena itu tidak mengherankan apabila minat masyarakat untuk mengembangkan salak sangat besar.
Di Kabupaten Bangkalan salak dalam menghasilkan produksi memiliki musim panen 2 (dua) kali setahun, yakni panen raya pada bulan Nopember sampai dengan Januari dan panen kedua pada bulan Juli sampai dengan Agustus. Pemasaran untuk sementara ini orientasinya masih dalam negeri, namun berbagai kalangan mulai mempromosikan salak ke pasar Internasional ( ekspor ). Assosiasi Pemasaran Hortikultura (Asperti) sejak tahun 1994 mempromosikan salak ke Arab Saudi, Belanda, Jerma, Malaysia, Singapura, Hongkong, Jepang dan bahkan di Amerika, salak kersikan dari Pasuruan Indonesia memperoleh penghargaan dengan sebutan “ Great Tropical Fruits “. Di Indonesia varietas salak yang sudah dibudidayakan dan mempunyai nilai ekonomis tinggi khususnya di Bangkalan adalah salak Se’nase’, Manggis, Penjalin, Sinyonya dan Manalagi (Lukas S. Budipramana dkk, 2000)



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-382066248719196936?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/382066248719196936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=382066248719196936&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/382066248719196936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/382066248719196936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-agribisnis-salak.html' title='Strategi Pengembangan Agribisnis Salak Di Kabupaten Bangkalan ( Studi Kasus Di Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan ) … (35)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7339558823631647083</id><published>2008-04-15T19:25:00.002+07:00</published><updated>2008-04-15T19:26:11.592+07:00</updated><title type='text'>Analisis Strategi Pengembangan Pertanian Melalui Penerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu  ( PHT ) Padi Di Kabupaten Nganjuk... (34)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Teknologi PHT adalah upaya pengendalian serangan organisme penganggu tanaman ( OPT ), dengan menggunakan satu atau lebih dari berbagai teknik pengendalian, yang dikembangkan oleh satu kesatuan untuk mencegah kerugian ekonomi dan kerusakan lingkungan hidup. Untuk itu  dengan melihat kondisi yang sesunguhnya dari pengembangan pertanian melalui penerapan teknologi PHT ( padi ) dilakukan suatu langkah strategis dalam mengembangkan pertanian tersebut melalui  penerapan teknologi pengendalian hama terpadu.
Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Nganjuk selama 4 bulan yakni dari bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2005. penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui usaha – usaha adopsi tekologi pengendalian hama terpadu  ( PHT ) oleh petani di Kabupaten Nganjuk. (2) Mengetahui dan menganalisis strategi pengembangan pertanian melalui penerapan teknologi pengendalian hama terpadu ( PHT ) dalam upaya peningkatan produksi dan kesejahteraaan petani di Kabupaten Nganjuk.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengambilan sampel Random Sampling dengan memanfaatkan sebanyak 71 responden dari 247 populasi yang berstatus sebagai petani di Kabupaten Nganjuk khususnya didaerah Gondang dan Rejoso. Analisa data yang digunakan dengan memakai Analisa SWOT. Analisa SWOT merupakan bentuk analisis untuk memaksimalkan peluang dan kekuatan serta meminimalkan kelemahan dan ancaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Upaya yang dilakukan untuk melakukan adopsi teknologi pengendalian hama terpadu ( PHT ) oleh petani di Kabupaten Nganjuk diantaranya dengan melakukan sosialisasi program pengendalian hama terpadu ( PHT ) oleh petugas penyuluh pertanian, pelatihan penggunaan dan pemanfaatan berbagai teknologi pertanian. (2) Dalam peningkatan pengembangan pertanian melalui penerapan teknolgi PHT strategi yang paling tepat adalah dengan menerapkan startegi ( Strength – Opportunities ) yaitu dengan melakukan : (a) mengembangkan informasi akses peluang pasar dengan dukungan dari Dinas Pertanian, (b) meningkatkan mutu penyelenggaraan penyuluhan pertanian, (c) peningkatan kualitas sumber daya manusia aparat pertanian, (d). pengembangan pertanian oragnik, (e) standarisasi varietas / bibit (f) Intensifikasi pertanian, (g) penciptaan skala usaha produk pertanian.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7339558823631647083?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7339558823631647083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7339558823631647083&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7339558823631647083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7339558823631647083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-strategi-pengembangan.html' title='Analisis Strategi Pengembangan Pertanian Melalui Penerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu  ( PHT ) Padi Di Kabupaten Nganjuk... (34)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4760634880946982891</id><published>2008-04-15T19:25:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T19:25:42.807+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Usaha Industri Tahu (Studi Kasus Di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk) ... (33)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Visi dari pembangunan pertanian nasional adalah sebagai upaya mewujudkan pertanian yang tangguh, maju dan efisien yang mmepunyai ciri adanya kemampuan dalam menyejahterakan para petani, yang artinya membangun industri petani modern yang berbudaya industri dalam rangka membangun industri yang berbasis pedesaan (agrobisnis dan agroindustri). 
Adapaun agroindustri yang banyak berkembang di masyarakat adalah usaha industri tahu, seperti yang peneliti terjuni yaitu industri tahu yang ada di kecamatan Rejoso kabupaten Nganjuk, dimana industri ini adalah salah satu industri kecil yang mampu menggerakkan roda perekonomian yang ada di kecamatan Rejoso.
Bertitik tolak dari latar belakang tersebut maka penelitian pada industri tahu di kecamatan Rejoso kabupaten Nganjuk bertujuan untuk :
1. Mengetahui sejauh mana pelaksanaan strategi yang diterapkan dalam proses produksi sehingga dapat menjamin kelestarian usahanya.
2. Mengetahui faktor – faktor internal dan eksternal berpengaruh dalam pengembangan industri tahu.
3. Mengetahui kemampuan dari pengusaha tahu di dalam pengembangan pemasaran hasil produk sehingga dapat menambah sumber pendapatan.
Dalam perkembangan industri yang ada ternyata diasumsikan bahwa faktor – faktor strategi sangat berpengaruh besar dalam menjaga kelangsungan hidup usaha industri tahu. Dan dalam penelitian ini jenis penelitiannya adalah metode studi kasus sedangkan populasi yang diambil yaitu semua pengusaha tahu yang ada di kecamatan Rejoso yang dianggap mampu untuk berkembang, kemudian teknik analisa yang digunakan yaitu analisa SWOT.
Dari hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha industri tahu yang ada di kecamatan Rejoso mempunyai kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan usahanya. Adapun kekuatanya meliputi : Kesediaan bahan baku,sarana prasarana,teknologi produksi,dan kebijakan pemerintah beserta sumber daya manusia. Sedangkan peluang yang ada meliputi : Lembaga keuangan,masyarakat konsumen,sarana prasarana,dan jumlah penduduk yang besar 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4760634880946982891?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4760634880946982891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4760634880946982891&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4760634880946982891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4760634880946982891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengembangan-usaha-industri.html' title='Strategi Pengembangan Usaha Industri Tahu (Studi Kasus Di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk) ... (33)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7036257884632692082</id><published>2008-04-15T19:24:00.000+07:00</published><updated>2008-04-15T19:25:12.723+07:00</updated><title type='text'>Analisis Daya Saing Komoditas Bawang Merah Di Kabuapaten  Nganjuk. ...(32)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
 Globalisasi   perdagangan international memberi peluang dan tantangan bagi perekonomian nasional,  termasuk didalamnya agribisnis. Kesepakatan-kesepakatan GATT, WTO, AFTA, AFEC dan organisasi perdagangan dunia lainnya, satu sisi memberi peluang terhadap sektor pertanian di Indonesia, jika agribisnis yang dilakukan memiliki daya saing, sisi lain merupakan ancaman terhadap komoditas pertanian jika tidak memiliki daya saing.  Daya saing dapat dilihat dari keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif.
Komoditas bawang merah dipandang lebih siap memasuki era pasar bebas dibanding komoditas pangan lainnya. Karena memiliki kemandirian dan campur tangan pemerintah terhadap harga produksi relatif kecil. Komoditas bawang merah dipandang sebagai sumber pertumbuhan baru untuk dikembangkan dalam system agribisnis, karena mempunyai keterkaitan yang kuat baik ke sektor industri hulu pertanian (up stream agriculture) maupun keterkaitan ke hilir (on farm agriculture), yang mampu menciptakan nilai tambah produksi dan menyerap tenaga kerja melalui aktivitas pertanian sekunder  (down stream agriculture). Di sisi yang lain, bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki fluktuasi dan sensitivitas  harga yang cukup tinggi, terutama karena perubahan permintaan dan penawaran. 
Kabupaten Nganjuk merupakan daerah sentra produksi bawang merah di Jawa Timur yang memiliki potensi wilayah  kondusif bagi pengembangan bawang merah.  Dengan keunggulan komparatif yang dimiliki dalam hal potensi wilayah dan tenaga kerja diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas bawang merah.
Berdasarkan konsep diatas, dalam penelitian ini dirumuskan permasalahan sebagai berikut : (1) Apakah usahatani bawang merah di Kabupaten Nganjuk memberikan pendapatan finansial dan ekonomi, (2) Apakah usahatani bawang merah memiliki keunggulan komparatif, (3) Apakah usahatani bawang merah memiliki keunggulan kempetitif. (4) Apakah dampak perubahan produktivitas, harga input-output, nilai tukar rupiah dan kebijakan pemerintah berpengaruh terhadap daya saing komoditas bawang merah. 
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah ; (1) Menganlisis pendapatan finansial dan ekonomi usahatani bawang merah di Kabupaten Nganjuk. (2) Menganalisis keunggulan komparatif usahatani bawang merah di kabupaten Nganjuk. (3) Menganalisis keunggulan kompetitif usahatani bawang merah di kabupaten Nganjuk. (4) Menganlisis dampak perubahan-perubahan, harga input-output dan kebijakan pemerintah terhadap daya saing komoditas bawang merah. 
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : (1) Pendapatan finansial dan ekonomi bawang merah di Kabupaten Nganjuk bernilai positif. (2) Usahatani bawang merah di Kabupaten Nganjuk memiliki keunggulan komparatif. (3) Usahatani bawang merah di Kabupaten Nganjuk memiliki keunggulan kompetitif. (4) Perubahan produktivitas usahatani dan harga output berpengaruh positif terhadap keunggulan komparatif dan kompetitif. (5) Perubahan harga input, upah tenaga kerja dan nilai tukar mata uang berpengaruh negatif terhadap keunggulan komparatif dan kompetitif.     
Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk. Pemilihan lokasi usahatani dilakukan dengan cara sengaja (purposive) yaitu di Desa Sukorejo dan Desa Sidokare Kecamatan Rejoso dipilih sebagai lokasi usahatani, karena kedua desa tersebut merupakan sentra produksi bawang merah di Kabupaten Nganjuk.
Penentuan populasi yang didasarkan data sekunder dari Dinas Pertanian dan Perkebuanan Kabupaten Nganjuk dengan menggunakan total sampling  (total sampling methode),  dengan tujuan sebagai sample penelitian yang dilakukan dengan cara stratified random sampling jumlah sample yang diambil 20% dari jumlah populasi.  Petani responden di Desa Sukorejo berjumlah 30 orang, sedangkan petani di Desa Sidokare sebanyak 34 orang juga.
Pengambilan sample untuk aktivitas pemasaran dilakukan dengan metode Rapid Marketing Appraisal (RMA), dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang biaya pemasaran dan harga di tingkat konsumen dari berbagai sumber terkait secara akurat dan cepat. Responden dipilih secara sengaja (purposive), yang terdiri dari : (a) Lembaga pemasaran output, (b) Lembaga pemasaran input, diantaranya PT Pupuk Petrokimia dan toko sarana produksi pertanian, (c) Dinas dan lembaga  pemerintahan terkait, seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pertanian dan Perkebunan dan Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya/Wilayah Kediri, (d) Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, (e) Informan kunci. 
Metode analisis data yang digunakan adalah (1) Analisis Domostic Resource Cost (DRC), (2) Policy Analysis Matrix (PAM) dan  (3) Analisis Sensitivitas.
Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : 
(1) Pendapatan ekonomi usahatani bawang merah di Kabupaten Nganjuk bernilai positif (&gt; 0), artinya bahwa usahatani bawang merah memberikan keuntungan ekonomi kepada masyarakat secara umum. Keuntungan usahatani bawang merah di Desa Sukorejo sebesar Rp. 227.629.817/jumlah luasan, sedangkan di Desa Sidokare sebesar Rp. 143.594.864 / jumlah luasan  Pendapatan finansial usahatani bawang merah di Kabupaten Nganjuk bernilai positif (&gt; 0) mempunyai arti bahwa usahatani bawang merah memberikan keuntungan finansial kepada petani.  Keuntungan finansial usahatani bawang merah di Desa Sukorejo  sebesar Rp. 227.629.817 / jumlah luasan, sedangkan usahatani di Desa Sidokare Rp. 143.594.864/ jumjlah luasan lahan. 
(2) Hasil analisis Analisis Domestic Resource Cost (DRC) menunjukan bahwa komoditas bawang merah di Kabupaten Nganjuk,  memiliki keunggulan komparatif, karena biaya sumberdaya domestic (DRC) yang digunakan lebih kecil dari shadow exchange Rate (SER) ditunjukan oleh DRCR &lt; 1.  Usahatani bawang merah di Desa Sukorejo memiliki tingkat keunggulan komparatif lebih tinggi dibanding Desa Sidokare ditunjukan oleh DRCR sebesar 0,575% lebih kecil daripada   DRCR di Desa Sidokare yang nilainya sebesar 0,814%, Usahatani bawang merah di Desa Sukorejo lebih efisien dalam penggunaan sumberdaya domestic, karena pada SER sebesar Rp. 8.571,28/US$ untuk menghemat satu satuan devisa (1 US$) diperlukan biaya sumberdaya domestic (DRC) sebesar Rp. 2.057,08, Sedangkan di Desa Sidokare sebesar Rp. 2.914,20.  Keunggulan komparatif yang dimiliki Kabuapten Nganjuk pada usahatani bawang merah diantaranya ; rendahnya biaya input domestik seperti tenaga kerja, pupuk kandang dan penggunaan alat perangkap kaper.
(3) Analisis Domestic Resource (DRC) atas harga actual (DRC*), menunjukan bahwa komoditas bawang merah di Kabupaten Nganjuk memiliki keunggulan kompetitif ditunjukan oleh DRCR* &lt; 1, artinya biaya sumberdaya domestik pada harga aktual (DRC*) lebih kecil dari pada nilai tukar mata uang resmi (nilai tengah rupiah). Usahatani bawang merah di Desa Sukorejo, memiliki tingkat keunggulan kompetitif lebih tinggi dibanding di Desa Sidokare, Ditunjukan oleh DRCR* sebesar 0,24 % lebih kecil  daripada DRCR* usahatani bawang merah di Desa  Sukorejo yang nilainya sebesar 0,34%.  Usahatani bawang merah di Desa Sukorejo lebih efisien dalam penggunaan sumberdaya domestik, karena pada NTR sebesar Rp. 8.571,17/US$ untuk menghemat satu satuan devisa (1 US$) diperlukan sumberdaya domestik (DRC*) sebesar Rp. 2.057,08 sedangkan pada usahatani bawang merah di Desa Sidokare sebesar  Rp. 2.914,20  Dari hasil Analisis DRC dan PAM diketahui bahwa, kedua sistem usahatani  yang diterapkan di Kabupaten Nganjuk memiliki keunggulan komparatif oleh nilai DRC &gt; 1 dan DRCR &gt; 1. Disamping itu juga memiliki keunggulan kompetitif, ditunjukan oleh nilai DRC* &gt; 1 dan DRCR* &gt;1. 
(4) Koofesien Proteksi Output Nominal (NPCO) bawang merah sebesar 1,02 % Nilai tersebut memiliki arti bahwa dengan adanya kebijakkan pemerintah terhadap output menyebabkan harga aktual lebih besar daripada harga sosial, dimana harga aktual bawang merah sebesar Rp. 5.500,00/kg lebih tinggi daripada harga sosial yang besarnya Rp. 3.141 /kg, hal tersebut akan merangsang impor bawang merah. Pada NPCO sebesar 1,02% terjadi transfer output kepada petani sebesar Rp. 492.860,920/jumlah luasan lahan  pada usahatani di Desa Sukorejo, lebih kecil daripada di Desa Sidokare yang besarnya Rp. 699.26.880 /jumlah luasan. Nilai koefesien Proteksi Input Nominal (NPCI) &gt; 1. Menunjukkan bahwa pemerintah melakukan proteksi kepada produsen input tradeable, sedangkan petani sebagai konsumen yang menggunakan input tersebut dirugikan dengan tingginya harga sarana produksi.  Efektive Proteksi Cooefficien (EPC) yang diperoleh petani sebesar 2 %.  Nilai EPC &gt; 1 mempunyai arti bahwa secara umum, petani diuntungkan dengan adanya intervensi pemerintah. Nilai transfer bersih pada usahatani di Desa Sukorejo sebesar Rp. 532.740,753 / jumlah luasan menggambarkan adanya intervensi pemerintah menyebabkan surplus yang diterima petani negatif, sedangkan di Desa Sidokare nilai transfer bersih sebesar Rp. 686.073,106 / jumlah luasan. Nilai Koofesien Keuntungan (PC) pada usahatani bawang merah di Desa Sukorejo sebesar 0,93%, menunjukan bahwa konsumen lebih diuntungkan dengan adanya intervensi pemerintah sedangkan petani memperoleh keuntungan individual yang lebih kecil. Nilai PC pada usahatani di Desa Sidokare sebesar 1,03%, menunjukkan dengan adanya intervensi pemerintah, keuntungan individual yang diterima petani lebih besar daripada keuntungan sosial yang diterima konsumen. Nilai SRP usahatani bawang merah sama dengan atau mendekati nol, menunjukkan kebijakan pemerintah tidak berdampak secara langsung pada biaya usahatani bawang merah. 
(5) Hasil Analisis sensitivitas perubahan input-output terhadap keunggulan komparatif dengan asumsi jika satu variabel berubah, maka variabel lain tetap adalah sebagai berikut : (a) Produktivitas bawang merah dan harga sosial output berhubungan positif dengan tingkat keunggulan komparatif  semakin besar persentase kenaikan produktivitas dan harga sosial output maka semakin tinggi tingkat keunggulan komparatif sebaliknya, semakin besar persentase penurunan produktivitas dan harga sosial output maka semakin rendah tingkat keunggulan komparatif.  (b) Sensitivitas perubahan harga sosial input tradeable dan upah tenaga kerja berhubungan negatif dengan DRC dan DRCR, artinya kenaikan harga sosial input tradeable dan upah tenaga kerja akan menurunkan tingkat keunggulan komparatif, sebaliknya penurunan harga sosial input tradeable dan upah tenaga kerja akan menaikkan tingkat keunggulan komparatif.  (c) Sensitivitas shadow exchange rate berhubungan positif dengan DRC dan DRCR, artinya menguatnya nilai tukar rupiah akan menaikan tingkat keunggulan komparatif,  sebaliknya melemahnya nilai tukar rupiah akan menurunkan tingkat keunggulan komparatif.  Sedangkan jika asumsi yang digunakan adalah terjadinya kenaikan tiga variabel (harga sosial input, output dan upah tenaga kerja) secara bersama, maka sensitivitas terhadap keunggulan komparatif berhubungan positif. 
(6) Hasil analisis sensitivitas perubahan input-output terhadap keunggulan kompetitif dengan asumsi jika satu variabel berubah, maka variabel lain tetap adalah sebagai berikut : (a) produktivitas bawang merah dan harga aktual output berhubungan positif dengan tingkat keunggulan kompetitif, semakin besar persentase kenaikan produktivitas dan harga aktual output maka semakin tinggi tingkat keunggulan kompetitif.  Sebaliknya semakin besar persentase penurunan produktivitas dan harga aktual output, maka semakin rendah tingkat keunggulan kompetitif (b) Sensitivitas perubahan harga aktual input tradeable dan upah tenaga kerja berhubungan negatif dengan DRC* dan DRCR*, artinya kenaikan harga sosial input tradeable dan upah tenaga kerja akan menurunkan tingkat keunggulan kompetitif, sebaliknya penurunan harga aktual input tradeable akan menaikkan tingkat keunggulan kompetitif. (c) Sensitivitas Nilai Tengah Rupiah  berhubungan positif dengan DRC* dan DRCR*, artinya menguatnya nilai tukar rupiah akan menurunkan tingkat keunggulan kompetitif.  Sedangkan jika asumsi yang digunakan adalah terjadi kenaikan tiga variabel (harga aktual input, output dan upah tenaga kerja) secara bersama, maka sensitivitas terhadap keunggulan kompetitif berhubungan positif. 
 Berdasarkan kesimpulan di atas, maka hipotesis 1, II, III, IV dan V, dalam penelitian ini dinyatakan diterima. 
 Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang  dapat diajukan adalah (1) Komoditas bawang merah di Kabupaten Nganjuk memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif yang cukup tinggi, sehingga dapat dijadikan komoditas andalan Kabupaten Nganjuk dalam rangka mengoptimalkan potensi wilayah,  (2) Daya saing komoditas bawang merah dapat ditingkatkan dengan peningkatan produktivitas usahatani misalnya dengan perbaikan sistem budidaya dan penggunaan teknologi pertanian yang lebih efisien, (3) Hendaknya pengembangan komoditas bawang merah diiringi dengan pengembangan agroindustri dan penyimpanan bawang merah untuk bibit, karena nilai tambah yang di dapat lebih besar.  (4) Kebijakan pemerintah efektif masih dibutuhkan oleh petani keberlangsungan agribisnis di kabupaten Nganjuk, misalnya, subsidi pada input tradeable vital seperti pupuk, pestisida, penghapusan pungutan liar pada aktivitas perdagangan, pengawasan yang lebih ketat pada Dinas Bea Cukai untuk menjamin terealisasinya aturan perdagangan tentang bea masuk dan tarif impor-ekspor secara adil dan sehat,  (5) Peneliti selanjutnya hendaknya melakukan perhitungan persentase berat bawang merah yang digunakan untuk bibit dibandingkan untuk konsumsi.  Data tersebut nantinya digunakan untuk menentukan harga sosial bawang merah, sehingga estimasi tentang harga sosial lebih akurat, karena bawang merah selain diperdagangkan dalam bentuk bibit juga diperdagangkan dalam bentuk konsumsi / olahan.(bawang merah sebagai suatu produk)



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7036257884632692082?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7036257884632692082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7036257884632692082&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7036257884632692082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7036257884632692082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-daya-saing-komoditas-bawang.html' title='Analisis Daya Saing Komoditas Bawang Merah Di Kabuapaten  Nganjuk. ...(32)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4905120174583482211</id><published>2008-04-15T19:23:00.000+07:00</published><updated>2008-04-15T19:24:24.633+07:00</updated><title type='text'>Analisis Program Bongkar Ratoon Tanaman Tebu Untuk Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula (Studi di PG. Tjoekir Kabupaten Jombang)... (31)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (a). Pengaruh Bongkar Ratoon terhadap peningkatan produktivitas tebu dan produktivitas gula (b). Pengaruh Bongkar Ratoon terhadap peningkatan pendapatan petani tebu di wilayah PG. Tjoekir.
Manfaat penelitian diharapkan dapat berguna : (a). Memberi masukan bagi Pemerintah Daerah dan Pusat untuk penyempurnaan pelaksanaan Program Bongkar Ratoon yang akan datang (b). Sebagai tambahan informasi dan wawasan bagi pelaku bisnis pertebuan, baik dari sisi sosial maupun ekonomi (c). Sebagai tambahan pengetahuan bagi peneliti selanjutnya.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah (a). Program Bongkar Ratoon dapat meningkatkan produktivitas tebu dan produktivitas gula (b). Faktor – faktor tenaga kerja, pemupukan dan herbisida mempengaruhi produktivitas tebu dan hablur (c). Program Bongkar Ratoon dapat meningkatkan pendapatan petani tebu.
Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel dengan Metode “Random Sampling” dari petani yang tersebar di seluruh wilayah PG. Tjoekir. Dalam menentukan jumlah sampel menggunakan formula yang ditetapkan oleh Slovin. Untuk menganalisis pengaruh peningkatan produktivitas tebu dan pendapatan petani antara tanaman tebu bongkar ratoon dengan bukan bongkar ratoon digunakan rumus Regresi Linier Berganda dengan Dummy.
Untuk menguji apakah variabel bebas (X) secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel tidak bebas (Y) digunakan uji “F” sedangkan untuk menguji apakah masing-masing variabel bebas berpengaruh terhadap variabel tidak bebas digunakan uji “T” , serta untuk melihat peningkatan produktivitas atau pendapatan petani antara petani bongkar ratoon dengan yang tidak bongkar ratoon dengan melihat Dummy variabel.
Hasil penelitian menunjukan bahwa :
a. Produktivitas tebu rata-rata pada tanaman bongkar ratoon mencapai 121,5 ton lebih tinggi dari pada tebu bukan bongkar ratoon sebesar 87,1 ton.
b. Variabel tenaga kerja, pupuk dan herbisida secara bersama-sama atau simultan berpengaruh nyata terhadap peningkatan produktivitas tebu.
c. Tebu yang dibongkar ratoon menghasilkan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 31.373.602,- lebih tinggi bila dibanding pendapatan rata-rata tebu yang tidak di bongkar ratoon sebesar Rp. 22.089.338,-



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4905120174583482211?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4905120174583482211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4905120174583482211&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4905120174583482211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4905120174583482211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-program-bongkar-ratoon-tanaman.html' title='Analisis Program Bongkar Ratoon Tanaman Tebu Untuk Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula (Studi di PG. Tjoekir Kabupaten Jombang)... (31)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2657816402195144512</id><published>2008-04-15T19:22:00.002+07:00</published><updated>2008-04-15T19:23:23.226+07:00</updated><title type='text'>Analisis Pendapatan Petani Bawang Merah Sistem Pengendalian Hama Terpadu Di Kabupaten Nganjuk.... (30)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis perbedaan biaya produksi, pendapatan total dan pendapatan bersih usahatani petani bawang merah yang menggunakan sistem lampu perangkap hama dengan sistem non lampu perangkap hama di Kabupaten Nganjuk. Metode analisis yang digunakan adalah untuk menganalisa usahatani bawang merah yang menggunakan sistem lampu perangkap hama dan yang tidak menggunakan lampu perangkap hama pada tanaman bawang merah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi usahatani bawang merah yang menggunakan sistem lampu perangkap hama sebesar Rp. 32.172.597,36,- per hektar lebih efisien daripada yang tidak menggunakan lampu perangkap hama sebesar Rp. 36.005.457,89,- per hektar. Pendapatan total petani bawang merah yang menggunakan sistem lampu perangkap hama Rp. 53.989.971,05,- per hektar memperoleh  peningkatan hasil produksi  yang signifikan daripada yang tidak menggunakan lampu perangkap hama sebesar Rp. 53.340.823,68,- per hektar. Sedangkan pada  pendapatan bersih usahatani bawang merah yang menggunakan sistem lampu perangkap hama  sebesar Rp. 21.817.210,52,- per hektar lebih besar daripada pendapatan bersih petani bawang merah yang tidak menggunakan lampu perangkap hama sebesar Rp. 17.335.365,78,- per hektar.
Pada Compare Means Paired-Samples T test diperoleh analisa sebagai berikut pada rata-rata biaya produksi, pendapatan total dan pendapatan bersih usahatani bawang merah yang menggunakan sistem lampu perangkap hama dan yang tidak menggunakan lampu perangkap hama T hitung lebih besar daripada T tabel yaitu 49,860 &gt; 2,024 pada biaya produksi,  8,004 &gt; 2,024 pada pendapatan total dan pada pendapatan bersih sebesar 118,441 &gt; 2,024.
Dengan demikian aplikasi sistem pengendalian hama terpadu yang menggunakan lampu perangkap hama dapat meningkatkan pendapatan petani daripada yang tidak menggunakan lampu perangkap pada usahatani bawang merah.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2657816402195144512?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2657816402195144512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2657816402195144512&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2657816402195144512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2657816402195144512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pendapatan-petani-bawang-merah.html' title='Analisis Pendapatan Petani Bawang Merah Sistem Pengendalian Hama Terpadu Di Kabupaten Nganjuk.... (30)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7885178969946469645</id><published>2008-04-15T19:22:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T19:22:37.658+07:00</updated><title type='text'>Evaluasi Pola Kemitraan Usaha Ternak Sapi Perah (Studi pada Koperasi Kelompok Tani " Demang Sari " Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek.... (29)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Dalam era reformasi, Pemerintah mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata melalui penciptaan lapangan kerja dan lapangan berusaha, antara lain dengan pemberdayaan masyarakat desa dengan menggalakkan pertanian. Sebagai konsekuensinya perusahaan pertanian diharapkan dapat meningkatkan upaya kerja samanya dengan masyarakat tani. Dengan demikian diharapkan perusahaan memberikan kontribusi untuk pembangunan dalam rangka terwujudnya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Peribahasa yang sangat tepat untuk mengartikan prinsip utama dari pola kemitraan. Kesejajaran merupakan tujuan yang ingin dicapai dari kemitraan yaitu, sebuah keadaan win-win solution, menang semuanya atau keadilan bagi semua; yang dalam hal ini petani anggota kelompok mitra dan perusahaan mitra.
Salah satu jenis perusahaan yang bermitra dengan petani dipedesaan adalah Koperasi Kelompok Tani " Demang Sari " Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Koperasi ini melakukan jenis usaha sebagai pemasar out put dan penyalur input. Didalam koperasi akan terjadi interaksi antara unit usaha anggota yang melakukan kegiatan produksi dengan perusahaan koperasi yang melakukan kegiatan pemasaran. Sistem kemitraan usaha yang dijalankan antara koperasi sebagai perusahaan mitra dan peternak sebagai anggota mitra adalah merupakan perihal yang kompleks yang selalu ditemui banyak kendala dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini dilaksanakan pada Koperasi Kelompok Tani " Demang Sari " Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek dengan mengambil sample sebanyak 68 Orang peternak sapi perah secara stratified random sampling dan menggunakan data skunder dari pihak koperasi. Data yang diperoleh dianalisa dengan perhitungan akuntansi serta diuraikan secara deskriptif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan antara koperasi dengan peternak menguntungkan dari segi financial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa besarnya keuntungan yang diperoleh peternak pada pemeliharaan 3 ekor ternak sapi perah laktasi adalah 
Rp. 6.545.092 ,-/ tahun atau Rp. 545.424 ,-./ bulan dengan R/C 1,50. Pada pemeliharaan 1 ekor ternak sapi perah laktasi, besarnya penerimaan keuntungan yang diterima oleh peternak adalah sebesar Rp. 1.838.364 ,-/ tahun atau sebesar Rp. 153.197 ,-/ bulan dengan R/C 1,40. Share profit yang diterima peternak modal kredit dari penjualan susu murni sebesar 26,37 %, share profit yang diterima koperasi adalah sebesar 28,50 % dan share biaya sebesar 45,13 %.
Pada kenyataannya kemitraan yang dijalankan adalah merupakan perwujudan cita-cita untuk melaksanakan system perekonomian gotong royong, hal ini tercermin dari pelayanan koperasi sebagai mitra dalam penyediaan modal, pakan, peralatan serta kebutuhan lainnya secara kredit, dan kesediaan koperasi mensubsidi pakan konsentrat serta memasarkan produk susu yang dihasilkan peternak. Namun kerjasama yang dijalankan pada pemasaran susu segar tidak transparan, hal ini terbukti bahwa dalam hal penentuan harga susu yang dilakukan sepihak oleh koperasi. Penentuan harga susu berdasarkan kualitas susu akan membuka peluang kepada pihak koperasi untuk mempermainkan harga dan akan mempengaruhi pendapatan peternak sehingga keadilan dalam pembagian keuntungan yang diharapkan dari pola kemitraan tidak berjalan sebagai mana semestinya.
Koperasi sebaiknya tidak merupakan profit center sendiri karena keuntungan itu diperoleh dari hasil usaha anggota serta bersifat sebagai pelayan anggota kelompok mitra dengan menggalakkan pemasaran susu untuk mendapatkan harga terbaik bagi anggota kelompok mitra.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7885178969946469645?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7885178969946469645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7885178969946469645&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7885178969946469645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7885178969946469645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/evaluasi-pola-kemitraan-usaha-ternak.html' title='Evaluasi Pola Kemitraan Usaha Ternak Sapi Perah (Studi pada Koperasi Kelompok Tani &quot; Demang Sari &quot; Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek.... (29)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-6720961003571435397</id><published>2008-04-15T19:21:00.000+07:00</published><updated>2008-04-15T19:22:07.051+07:00</updated><title type='text'>Evaluasi  Kebijakan  Gerakan  Nasional Rehabilitasi  Hutan  Dan  Lahan  (Gn Rhl)  Di Kabupaten Tulungagung Tahun 2004 … (28)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian ini bertujuan: 1)untuk mengetahui apa saja upaya-upaya pemberdayaan masyarakat yang ada dalam implementasi Kebijakan (GN RHL) di Kabupaten Tulungagung Tahun 2004; 2) untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung danpenghambat dalam implementasi nya
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisa diskriptif kualitatif model interaktif (Miles dan Huberman, 1992) dimana didalamnya terdapat empat komponen analisis, yaitu pengumpulan, reduksi, penyajian data , dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya-upaya pemberdayaan yang ada dalam kebijakan tersebut adalah; 1) Pemberdayaan ekonomi melalui peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani yang diperoleh dari upaya pembuatan hutan rakyat ditanah sendiri tetapi dibiayai oleh program/pemerintah; 2) Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui sosialisasi program, pelatihan serta pendampingan yang dilakukan secara intensif dilapangan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat yang ditunjuk dan oleh petugas dari Dinas  Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tulungagung selama proyek berjalan.  
Sedangkan faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam implementasi kebijakan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan di wilayah Kabupaten Tulungagung tahun 2004 mencakup: 1)  Faktor pendukung terdiri dari:  Faktor sumberdaya manusia (SDM), faktor sumberdaya keuangan/dana, struktur birokrasi, faktor komunikasi, danfaktor disposisi; 2)Faktor penghambat terdiri dari: Faktor sumberdaya waktu, dan faktor sumberdaya alam.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-6720961003571435397?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/6720961003571435397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=6720961003571435397&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6720961003571435397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6720961003571435397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/evaluasi-kebijakan-gerakan-nasional.html' title='Evaluasi  Kebijakan  Gerakan  Nasional Rehabilitasi  Hutan  Dan  Lahan  (Gn Rhl)  Di Kabupaten Tulungagung Tahun 2004 … (28)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-2063674503630726735</id><published>2008-04-15T19:20:00.000+07:00</published><updated>2008-04-15T19:21:37.894+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengelolaan Hutan Dgn Paradigma Community Based Forest Management (CBFM) Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Ds Sekitar Hutan di..(27)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan LMDH dan strategi yang diterapkan dalam mengelola hutan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat desa sekitar hutan. 
 Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2006 berlokasi di LMDH Argo Mulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan metode deskriptif dan survey serta menggunakan analisa data secara deskriptif kualitatif dengan analisa SWOT (Strenght, Weaknesses, Opportunities, Threats) . 
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan LMDH sangat berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat desa hutan dengan menerapkan strategi pengelolaan hutan yaitu (1) managemen sumberdaya hutan melalui kegiatan pengamanan hutan, penanaman dan pemanenan, pengelolaan areal produksi benih, pembuatan persemaian ; (2) konservasi sumberdaya hutan melalui kegiatan pengelolaan kawasan lindung, agroforestry / social forestry (wanafarma, wanatani), pengelolaan wana wisata. Hasil matrik IFAS dan EFAS menunjukkan skor nilai faktor kekuatan lebih baik dari pada kelemahan (1,72 &gt; 0,80), dan skor nilai faktor peluang lebih baik dari pada ancaman (1,95 &gt; 0,75). Analisa SWOT menunjukkan bahwa strategi SO (Strenght-Opportunities) memiliki nilai skor tertinggi (3,67) dibandingkan dengan strategi WO (2,75), strategi ST (2,47) dan strategi WT (1,52) yaitu menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-2063674503630726735?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/2063674503630726735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=2063674503630726735&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2063674503630726735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/2063674503630726735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pengelolaan-hutan-dgn.html' title='Strategi Pengelolaan Hutan Dgn Paradigma Community Based Forest Management (CBFM) Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Ds Sekitar Hutan di..(27)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-691130127301887226</id><published>2008-04-15T19:19:00.000+07:00</published><updated>2008-04-15T19:20:05.899+07:00</updated><title type='text'>“Analisis Strategi Pemasaran Pabrik Tahu Sukun Malang”... (26)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Saat  ini produk olahan dari hasil pertanian sangat beraneka ragam, ini dikarenakan seiring dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia yang semakin meningkat. Dalam hal ini “Tahu” merupakan makanan olahan hasil pertanian kedelai yang diolah menjadi produk baru yang memiliki nilai lebih. Selain itu, tahu merupakan bahan makanan bagi masyarakat yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi serta mempunyai harga yang terjangkau semua kalangan. Dari sinilah akhirnya produk olahan tahu ini terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen. 
 Banyaknya pengusaha yang mulai melirik adanya peluang bisnis, maka mulailah mereka mengembangkan bisnis di bidang produk makanan “Tahu”. Seiring dengan perkembangan bisnis makanan olahan tahu, maka banyak berdiri pabrik-pabrik tahu dan mereka melakukan strategi pemasarannya masing-masing untuk menenangkan persaingan. 
 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pabrik tahu Sukun dalam memasarkan produknya, serta untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat pada perusahaan tahu Sukun dalam rangka meningkatkan pangsa pasarnya.
 Penelitian dilakukan di kota Malang, tepatnya pada pabrik tahu Sukun yang terletak di Jl. S. Supriadi. Penentuan tempat penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan tahu yang mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di tengah persaingan yang ketat. 
 Metode penentuan sampel menggunakan metode Accidental Sampling dengan menggunakan bantuan questionary yang diberikan pada konsumen tahu. Selain itu untuk mendapatkan data diperoleh dari manajer dan karyawan pabrik tahu Sukun.
 Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data primer yang berupa kuisioner, wawancara, dan pengamatan (observasi) secara langsung. Selain itu digunakan juga data sekunder yang diperoleh secara langsung dari pihak lain dengan obyek penelitian guna mendukung data primer.
 Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan secara deskriptif, karena dengan pendekatan secara deskriptif  akan diketahui faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman perusahaan. Untuk menunjang metode diskriptif maka digunakan metode analisis SWOT. Pada analisis SWOT terjadi penilaian atau pembobotan terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.
 Faktor eksternal yang menjadi peluang dalam pabrik tahu Sukun adalah jumlah tenaga kerja banya, banyaknya teknologi atau peralatan modern di toko-toko, dan jumlah penduduk makin tinggi. Selain itu, faktor eksternal yang menjadi ancaman adalah banyaknya persaingn usaha, banyaknya bahan makanan substitusi, perubahan selera konsumen, dan situasi perekonomian negara yang memburuk.
 Faktor internal yang menjadi kekuatan dalam pabrik tahu Sukun adalah rasa, tekstur, ukuran, kemasan, permodalan kuat, lokasi usaha strategis, dan pengadaan bahan baku lancar. Dan faktor internal yang menjadi faktor kelemahan adalah penetapan harga jual tinggi, sifat tahu yang mudah rusak, promosi kurang, biaya input dan proses produksi tinggi.
Berdasarkan penilaian faktor straegi internal yang mempunyai nilai total 2,45 dan total dari penilaian faktor strategi eksternal 2,80 berdasarkan model matriks Internal-Ekternal yaitu strategi yang tepat untuk pabrik tahu Sukun adalah strategi pertumbuhan melalui integrasi horizontal dan strategi stabilitas yang terdapat pada sel V. Dimana pada sel V ini pabrik tahu sukun baik dalam penjualan, aset, keuntungan, atau kombinasi dari ketiganya harus melakukan kebijakan harga produk dengan cara menurunkan harga, mempertahankan kualitas produk, atau meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan cara meminimalkan biaya sehingga dapat meningkatkan keuntungan.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-691130127301887226?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/691130127301887226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=691130127301887226&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/691130127301887226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/691130127301887226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-strategi-pemasaran-pabrik-tahu.html' title='“Analisis Strategi Pemasaran Pabrik Tahu Sukun Malang”... (26)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7928505421248842974</id><published>2008-04-15T19:18:00.000+07:00</published><updated>2008-04-15T19:19:35.124+07:00</updated><title type='text'>“Dampak Berdirinya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT.MUSTIKA SEMBULUH Terhadap Kondisi  Sosial Ekonomi  Masyarakat  Sekitarnya ... (25)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Pembangunan di sektor pertanian pada tahapan tertentu akan membuat peluang pengembangan agribisnis yang cukup besar, karena bertumpu diatas landasan keunggulan komparatif dalam memproduksi berbagai bahan mentah berupa komoditas perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikann serta peluang pasar baik dalam maupun luar negeri 
Peluang-peluang agribisnis yang tercipta akan menimbulkan stimulan terhadap investasi di bidang agribisnis, yang diikuti dengan berdirinya perusahan-perusahaan yang bergerak dibidang ini.
Berdirinya perusahaan-perusahaan di suatu daerah tertentu akan berpengaruh secara makro terhadap kondisi perekonomian nasional serta memiliki dampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar perusahan-perusahan itu didirikan. 
Sehubungan dengan uraian diatas, berdirinya PT Mustika Sembuluh sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di perbatasan antara Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Kabupaten Seruyan Propinsi Kalimantan Tengah, tentu memiliki pengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat disekitar lokasi perkebunan PT. Mustika Sembuluh tersebut.
Perubahan yang terjadi akibat berdirinya perkebunan kelapa sawit akan menimbulkan hal-hal positif atau sebaliknya, akan menimbulkan hal-hal negatif yang justru merugikan masyarakat sekitarnya. Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian ini.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar perusahaan sebelum dan sesudah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh. (2) Untuk mengetahui dampak (positif/negatif) kehidupan sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh.
Untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar sebelum dan sesudah perusahaan didirikan dapat dilihat melalui indikator berupa: (a)Pendidikan (b) Kesehatan (c) Faselitas jalan utama (d) Sarana transportasi desa (e) Pekerjaan atau mata penceharian (f) Pendapatan
Untuk mengetahui dampak (positif/negatif) kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar setelah perusahaan didirikan dapat dilihat dari indikator berupa: (a) Perubahan interaksi sosial (b) Perubahan perilaku sosial (c) Perubahan perilaku ekonomi (d) Persepsi masyarakat terhadap lingkungan (e) Perubahan kepemilikan terhadap sumber daya alam (f) Perubahan pola bercocok tanam
Penelitian ini dilakukan di Desa Pondok Damar Kecamatan Mentawa Baru Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur Propinsi Kalimantan Tengah. Metode penentuan daerah ini dilakukan secara sengaja (purposive). 
Guna mencapai tujuan dalam penelitian ini, peneliti melakukan metode penelitian dengan teknik wawancara dan observasi secara langsung kepada 40 kepala keluarga dari Desa Pondok Damar yang merupakan sampel yang telah ditentukan dengan cara purposive sampling. Data primer dan sekunder yang diperoleh akan dianalisa dengan menggunakan metode analisa data Deskriftif Kualitatif.
Hasil analisa Data menunjukan bahwa :
1. Keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh di Desa Pondok Damar telah membawa perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Pondok Damar.
2. Perubahan sosial yang terjadi setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh terkait dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan kesehatan serta perubahan fasilitas jalan utama yang menambah frekuensi keluar-masuknya kendaraan umum menuju Desa Pondok Damar. Namun dilain sisi terdapat kekhawatiran masyarakat desa terhadap terkikisnya nilai-nilai budaya mereka dalam berinteraksi dengan masyarakat luar daerah.
3. Perubahan ekonomi masyarakat yang dapat dirasakan setelah berdirinya PT. Mustika Sembuluh adalah bertambahnya pendapatan, baik dari sektor pertanian maupun non pertanian karena terbukanya peluang lapangan kerja baru.
4. Prilaku sosial masyarakat Desa Pondok Damar setelah berdirinya PT. Mustika Sembuluh, ternyata tidak mengalami pergeseran, terlihat dari masih eratnya sistem kekerabatan antara sesama warga dan masih dipegangnya kaidah-kaidah/aturan adat dalam kehidupan sehari-hari.
5. Kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh membawa Dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi bagi masyarakat Desa Pondok Damar, baik dampak positif maupun dampak negative. Dampak positif atas kehadiran PT. Mustika Sembuluh adalah mengurangi penganguran masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja baru, menambah pendapatn rumah tangga serta menambah pengetahuan tentang budidaya kelap sawit, sedangkan dampak negatif yang dirasakan merugikan masyarakat diantaranya adalah lahan pertanian menjadi sempit, adanya pencemaran dari aktivitas kebun kelapa sawit serta berkurangnya tenaga kerja pertanian di desa.
Demikian hasil penelitian tentang dampak berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit (elaeis guineensis jacq) PT. Mustika Sembuluh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. Semoga memiliki nilai manfaat besar bagi semua pihak.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7928505421248842974?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7928505421248842974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7928505421248842974&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7928505421248842974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7928505421248842974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/dampak-berdirinya-perusahaan-perkebunan.html' title='“Dampak Berdirinya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT.MUSTIKA SEMBULUH Terhadap Kondisi  Sosial Ekonomi  Masyarakat  Sekitarnya ... (25)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-5294900779548461171</id><published>2008-04-15T19:17:00.002+07:00</published><updated>2008-04-15T19:18:26.862+07:00</updated><title type='text'>“Motivasi Petani Menabung Di Bank” (Studi Kasus Petani Penabung di BRI Unit Truko Cabang Kendal) ... (24)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Pendirian lembaga keuangan di pedesaan merupakan implementasi dari dikeluarkannya kebijakan perbankan yang dikenal dengan Pakto 27 tahun 1988 yang bertujuan dalam  pengerahan dana masyarakat melalui pengadaan kemudahan pembukaan kantor cabang bank di berbagai daerah khususnya di pedesaan. Hal tersebut mendorong sebagian petani di pedesaan untuk meggunakan jasa perbankan dalam mengamankan sebagian uangnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui karakteristik petani yang menabung di BRI Unit Truko Cabang Kendal; (2) Untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi petani terhadap motivasi petani dalam menabung; (3) Untuk mengetahui bagaimana hubungan status sosial dan komoditas yang ditanam petani dengan motivasi petani dalam menabung; (4) Untuk mengetahui bagaimana hubungan bunga, hadiah dan pelayanan bank dengan motivasi petani dalam menabung.
Penelitian ini dilaksanakan di BRI Unit Truko Cabang Kendal. Data primer diperoleh dari responden petani yang melakukan transaksi penabungan/penarikan tabungan di bank. Metode sampling yang dilakukan adalah accidental sampling dengan mewawancarai nasabah petani yang ditemui di tempat penelitian sebanyak 40 orang. Data di analisis dengan analisa deskriptif, metode analisis regresi linear berganda dan analisis Chi Kuadrat.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani yang menabung di bank sebagai berikut: (1) Memiliki pendapatan rata-rata kurang dari Rp. 2.000.000,-/musim; (2)  Komoditas yang ditanam meliputi tembakau, bawang merah, padi, dan jagung; (3) Memiliki luas lahan  rata-rata 0,26 – 1,25 Ha; (4) Memiliki pendidikan rata-rata SD; (5) Berusia rata-rata 44 – 54 tahun;  (6) Memiliki jumlah tanggungan keluarga rata-rata lebih dari 5 jiwa; (7) Memiliki pengalaman usahatani rata-rata lebih dari 27 tahun; (8) Rata-rata merupakan warga biasa; (9) Rata-rata memiliki motivasi menabung sedang berkisar antara 41 – 60 %. Faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi motivasi menabung adalah pendapatan petani dan pendidikan petani, makin tinggi pendapatan dan pendidikan seorang petani semakin tinggi pula motivasinya untuk menabung. Faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi menabung petani hanya pelayanan dari bank, bunga dan hadiah yang diberikan bank dan faktor sosial ekonomi status sosial dan komoditas yang ditanam  tidak berhubungan dengan motivasi petani dalam menabung. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pihak bank terutama dalam segmentasi nasabah petani dalam usaha memasarkan produk perbankan.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-5294900779548461171?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/5294900779548461171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=5294900779548461171&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5294900779548461171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/5294900779548461171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/motivasi-petani-menabung-di-bank-studi.html' title='“Motivasi Petani Menabung Di Bank” (Studi Kasus Petani Penabung di BRI Unit Truko Cabang Kendal) ... (24)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4885631145833062305</id><published>2008-04-15T19:17:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T19:17:54.156+07:00</updated><title type='text'>Analisis Pemasaran Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) (Studi Kasus Desa Pamotan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang)... (23)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Dalam rangka menghadapi persaingan golobal yang semakin kompetitif, pemasaran mempunyai peranan penting dalam meningkatkan daya saing produk. Pemasaran sebagai salah satu kegiatan agribisnis merupakan pilihan strategis pengembngan pertanian yang cukup strategis, karena hampir 70% penduduk Indonesia hidup dari sektor pertanian.Tanaman Nilam (Pogos cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang sangat penting bagi Indonesia, karena minyak yang dihasilkan merupakan komoditas ekspor yang cukup mendatangkan devisa Negara. Sebagai salah satu komoditas ekspor minyak nilam mempunyai prospek pasar yang sangat baik, karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri kosmetik, parfum, sabun dan lain-lain.
Perumusan masalah yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana saluran pemasaran dan distribusi margin tanaman nilam, (2) Bagaimana fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan dan keuntungan yang diperole masing-masing lembaga pemasaran tanaman nilam, (3) Bagaimana integrasi pasar vertikal harga yang terjdi di Desa Pamotan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, (4) Berapakah elastisitas transmisi harga tanaman nilam.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui saluran pemasaran dan distribusi margin tanaman nilam, (2) Untuk mengetahui fungsi-fungsi pemasaran dan keuntungan yang diperole masing-masing lembaga pemasaran tanaman nilam, (3) Untuk mengetahui integrasi pasar vertical yang terjadi di Desa Pamotan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, (4) Untuk mengetahui elastisitas transmisi  harga tanaman nilam.
   Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) yang didasarkan atas pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah sentra produksi tanaman nilam yaitu di Desa Pamotan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Responden adalah petani, pedangang tengkulak, pedagang besar dan penyuling.
Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperole langsung dari responden dengan jalan wawancara serta melakaukan pengatan lansung di lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder di perole dari publikasi atau pustaka-pustakla instansi-instasi terkait yang dapat menunjang penelitian antara lain data monografi desa dan lainnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dan analisis inferensia. Analisis deskriptif yaitu analisis data dengan menggambarkan kondisi atau profil Desa Pamotan, fungsi-fungsi pemasaran dan lembaga-lembaga pemasaran yang turut serta dalam pemasaran tanaman nilam, sedangkan Analisis inferensia yaitu analisis data secara kuantitatif yang terdiri dari analisis margin pemasaran, distribusi margin pemasaran, share harga, keuntungan lembaga pemasaran, integrasi pasara vertikal dan elastisitas transmisi harga.
Hasil penelitian diperole bahwa terdapat dua saluran pemasaran di daerah peneliatian yaitu : 1) Petani – Pedagang Tengkulak – Pedagang Besar – Penyuling, 2) Petani – Pedagang Besar – Penyuling. Margin pemasaran dan share harga yang didapatkan bahwa pada saluran pemasaran pertama margin pemasaran yang didapatkan Rp 3.218,- per Kg dan share yang diterima petani (farmer’s share) sebesar 6,72 %. Pada saluran pemasaran ke dua didapatkan margin pemasaran sebesar Rp 2.984,- per Kg dan share yang diterima petani (farmer’s share) 9,82 %. Pada analisis integrasi vertikal, pada saluran pemasaran pertama antara petani dan tengkulak didapatkan nilai b sebesar 0,902 lebih kecil dari satu, maka terjadi monopoli penjualan antara petani dan tengkulak. Pada tengkulak dan pedagang besar didapatkan nilai b sebesar 1,029 lebih besar dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara tengkulak dan pedagang besar, sedangkan pada pedagang besar dan penyuling didapatkan nilai b sebesar 2,418 lebih besar dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara pedagang besar dan penyuling. Pada saluran pemasaran II integrasi pasar yang terjadi antara petani dan pedagang besar didapatkan nilai b sebesar 1,167 lebih dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara petani dan pedagang besar, dan pada pedagang besar dan penyuling didapatkan nilai b sebesar 1,058 lebih dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara pedagang besar dan penyuling.
Pada analisis elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran pertama natara petani (Pf) dan penyuling (Pr), diketahui fungsi harga pada penyuling Pr=2929,710+2,243Pf, maka didapatkan Elastisitas Transmisi harga (Et) sebesar 0,13. Pada analisis elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran kedua natara petani (Pf) dan penyuling (Pr), diketahui fungsi harga pada penyuling Pr=2563,292+2,295Pf, maka didapatkan Elastisitas Transmisi harga (Et) sebesar 2, 56.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4885631145833062305?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4885631145833062305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4885631145833062305&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4885631145833062305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4885631145833062305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-pemasaran-tanaman-nilam.html' title='Analisis Pemasaran Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) (Studi Kasus Desa Pamotan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang)... (23)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4489466590464280744</id><published>2008-04-15T19:16:00.002+07:00</published><updated>2008-04-15T19:17:21.134+07:00</updated><title type='text'>Analisis Curahan Tenaga Kerja Wanita Tani (Studi  kasus pada wanita tani di  Desa  Sidomulyo  Kecamatan  Batu  Kota Batu)… (22)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Sektor pertanian di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan pembangunan yaitu sebagai sumber kehidupan dan pendapatan petani dalam keluarga. Sektor pertanian apabila dikembangkan secara terus-menerus akan membawa dampak terhadap persoalan ketenaga-kerjaan terutama tenaga kerja wanita.
 Seperti diketahui sektor pertanian di Indonesia dianggap penting. Hal ini terlihat dari sektor pertanian terhadap penyediaan lapangan kerja, penyediaan pangan, dan penyumbangan devisa negara melalui eksport. 
 Wanita sebagai sumber insani mempunyai hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama dengan pria dalam pembangunan di segala bidang. Disamping itu juga berperan mengembangkan generasi muda, terutama anak-anak dan remaja dalam pembangunan manusia seutuhnya. Wanita dalam kehidupan bermasyarakat disamping sebagai ibu rumah tangga juga sebagai tenaga kerja pencari nafkah baik untuk dirinya maupun keluarganya.
Dalam penelitian ini mengenai curahan tenaga kerja wanita tani rumusan masalahnya  adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan apa saja yang dilakaukan oleh wanita tani dalam sektor pertanian.
2. Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi curahan tenaga kerja wanita tani di sector pertanian.   
Tujuan 
1. Untuk mendiskripsikan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh wanita tani dalam sekPtor pertanian 
2. Untuk menganalisa faktor-faktor yang menpengaruhi curahan tenaga kerja wanita tani.
Kegunaan
1. Sebagai informasi mengenai keterkaitan penguasaan aktivitas pekerja wanita dalam sector pertanian.
2. Dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam megevakuasi perkembangan dan efektifitas serta perbaikan terus menerus dalam sector pertanian terutama mengenai tenaga kerja wanita tani.

Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive ( sengaja ) yaitu: di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu karena di daerah tersebut para penduduknya banyak yang melakukan pekerjaan pada sektor pertanian.
Dalam pengumpulan data penelitian mengunakan data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dilokasi penelitian dengan instrument, observasi dan dokumentasi. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari literature, penelitian terdahulu dan instansi yang terkait serta ada hubungan dengan penelitian ini. 
  Untuk mendiskripsikan kegiatan yang dilakukan oleh wanita tani disektor pertanian dilakukan secara deskriptif. Dan untuk mengetahui faktor-faktor  yang menpengaruhi curahan tenaga kerja wanita tani disektor pertanian digunakan analisa leniear berganda.
Dari hasil analisa didapatkan juga nilai thitung berturut-turut untuk X1 sebesar –1, 483; X2 sebesar 2,896; X3 sebesar –2,506 sementar nilai F hitung sebesar 4,909; koefesien determinasi R2 sebesar 0,243 dan koefisien korelasi R sebesar 0,492 dan nilai a sebesar 6,576 menunjukkan rata-rata curahan tenaga kerja wanita tani dalam satu hari tanpa memperhitungkan pengaruh umur petani ( ),jumlah anggota keluarga ( ),pendidikan wanita tani ( ),  selama 6, 576 jam/hari. Faktor  X2 jumlah anggota keluarga dan X3 pendidikan wanita tani berpengaruh nyata terhadap curahan tenaga kerja wanita tani dan faktor X1 umur  tidak berpengaruh nyata terhadap curahan tenaga kerja wanita tani.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4489466590464280744?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4489466590464280744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4489466590464280744&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4489466590464280744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4489466590464280744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-curahan-tenaga-kerja-wanita.html' title='Analisis Curahan Tenaga Kerja Wanita Tani (Studi  kasus pada wanita tani di  Desa  Sidomulyo  Kecamatan  Batu  Kota Batu)… (22)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-512558139162710507</id><published>2008-04-15T19:16:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T19:16:33.703+07:00</updated><title type='text'>Strategi Pemasaran Minyak Atsiri Di Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek … (21)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
 Industri rumah tangga yang ada di Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek pada saat ini sangat banyak yang memproduksi minyak Atsiri tetapi ada juga, masyarakat yang memproduksi minyak cengkeh sebagai tambahan pendapatan keluarga mereka. Minyak atsiri banyak dipasarkan di daerah Tulungagung, Blitar, Malang, bahkan ada pula yang pemasarannya sampai ke Jakarta. Dalam usaha peningkatan pemasaran, industri rumah tangga dihadapkan pada permasalahan dengan banyak munculnya penyulingan minyak nilam didaerah lain. Sehingga menimbulkan persaingan yang ketat didalam memasarkan barang dalam wilayah jawa timur.
Tujuan dari penelitian ini adalah, yaitu : 1) Untuk mengetahui profil industri rumah tangga minyak atsiri. 2) Untuk mengetahui peluang pasar dan ancaman pesaing yang dihadapi dalam pemasaran minyak atsiri. 3) Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam pemasaran minyak atsiri. 4) Untuk mengetahui strategi pemasaran industri rumah tangga minyak atsiri.
Analisa data yang akan digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan analisis SWOT (Strengts, Weakness, Opportunity, Threats) yaitu untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam menentukan strategi pemasaran.
Metode penelitian yang digunakan adalah penentuan daerah Penelitian ini dilakukan secara sengaja di Industri Rumah Tangga Minyak Atsiri Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek. Industri Rumah Tangga Minyak Atsiri berbahan baku nilam dipilih sebagai tempat/obyek penelitian karena merupakan salah satu produsen minyak nilam yang ada di Jawa. Jenis data dan sumber data. Sumber data dalam penelitian ini dapat diperoleh dari Data primer yaitu adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya dengan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber langsung tetapi sudah dikumpulkan melalui informasi dari masyarakat maupun data-data dari perusahaan sendiri. Metode pengumpulan data dan sumber data suatu cara yang ditempuh untuk mendapatkan data yang sesuai dan berguna untuk menunjang keberhasilan penelitian. Metode analisa data adalah
Metode yang digunakan untuk menganalisa dan mengolah data dalam penelitian.
    Hasil penelitian yang yang dilakukan adalah startegi yang sudah dilakukan dari Industri rumah Tangga yaitu : 1) Strategi Penetrasi Pasar (market penetration strategy) Strategi penetrasi pasar berusaha untuk meningkatkan market share bagi produk atau pelayanan yang ada sekarang pada pasar yang tersedia melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih besar. 2) Strategi Pengembangan Pasar (market development strategi)  Strategi ini berusaha untuk memperkenalkan produk atau jasa yang ada sekarang ke daerah-daerah yang secara geografis merupakan daerah baru. 3) Strategi Pengembangan Produk (product development strategy) merupakan suatu strategi yang berusaha agar perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan atau memodifikasi produk atau jasa yang ada sekarang. 
Dari hasil analisis SWOT diketahui faktor kekuatannya adalah memiliki tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman, mampu memproduksi minyak dengan kualitas produk yang bermutu, memiliki jaringan distribusi yang baik, kondisi iklim yang panas baik untuk produksi, bahan baku yang cukup tersedia. Kelemahannya meliputi Kurangnya air pendingin, kondisi Iklim yang hujan menghambat jalannya produksi, kurangnya bahan bakar/basah, motivasi kerja yang kurang, lamanya proses produksi. Faktor peluangnya meliputi, produk eksotis/khas daerah, kondisi daerah/tempat cocok untuk penyulingan, Meningkatkan pendapatan industri rumah tangga, menambah pendapatan daerah, dukungan penuh pemerintah. Ancaman yang dihadapi adalah, pesaing, peraturan pemerintah lingungan semakin ketat, banyaknya tempat produksi/peyulingan. kesan/image masyarakat akan penyulingan, kualitas minyak yang dipasarkan
Setelah mempelajari lingkungan eksternal dan lingkungan internal maka didapat strategi matrik SWOT sebagai berikut : strategi S-O yaitu strategi memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang. Meliputi pemeliharaan kualitas serta mutu pelayanan produk, membangun pasar yang kuat melalui jalur distribusi serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan dan peningkatan mutu produk. Strategi W-O merupakan strategi yang dipakai untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki dengan memanfaatkan peluang yang timbul. Hal itu meliputi perluasan daerah pemasaran serta penambahan sarana transportasi demi cepatnya proses pendistribusian kekonsumen. Strategi S-T yaitu penggunaan kekuatan yang dimiliki untuk menghindari ancaman. Strategi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kuaalitas produk dan layanan terhadap konsumen. Strategi W-T merupakan strategi dimana perusahaan meminimumkan kelemahan yang dimiliki dan berusaha menghindari ancaman yang timbul. Dalam hal ini perusahaan berusaha memningkatkan kembali kualitas produk serta menciptakan inovasi baru dalam mengikuti selera konsumen.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-512558139162710507?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/512558139162710507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=512558139162710507&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/512558139162710507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/512558139162710507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/strategi-pemasaran-minyak-atsiri-di.html' title='Strategi Pemasaran Minyak Atsiri Di Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek … (21)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-6483261885561513106</id><published>2008-04-15T19:15:00.002+07:00</published><updated>2008-04-15T19:16:04.745+07:00</updated><title type='text'>“Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Biaya Jasa Telekomunikasi Pada Kerajinan Kayu Jati Bojonegoro”…(20)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Kerajinan kayu jati ini mempunyai nilai ekonomis dan nilai guna. Di samping itu, globalisasi dan perdagangan bebas yang didukung kemajuan teknologi komunikasi telah memperluas ruang gerak aliran transaksi barang dan atau jasa tanpa mengenal jarak serta melintasi batas-batas wilayah suatu kota, bahkan negara.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran biaya jasa telekomunikasi pada kerajinan kayu jati Bojonegoro dan untuk mengetahui dampak pengeluaran biaya jasa telekomunikasi terhadap pendapatan pada kerajinan kayu jati Bojonegoro
Penelitian dilaksanakan di Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah responden sebanyak 32 pengrajin kayu jati dari 125 populasi dengan menggunakan sampel acak. Hipotesis diduga dengan pengeluaran biaya jasa telekomunikasi dapat meningkatkan jumlah penjualan produk kerajinan kayu jati Bojonegoro .
Metode analisis data perhitungan total biaya. TC = TFC + TVC perhitungan penerimaan kerajinan TR = P x Q, perhitungan pendapatan π = TR – TC dari penerimaan total sebuah produk 20.775.000 dan TC 9.513.475 dapat diperoleh keuntungan sebesar 11.261.525
Pengunaan analis regresi Berganda Y = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 Dari hasil perhitungan regresi adalah sebagai berikut: Y=14.091+ 0.264X1 + 0.279X2 + 0.169X3 + 0.057X4 + 0.195X5 + 0.207X6 + 0.265X7
 Nilai koefisien determinasi (R2)  sebesar 93,8% berarti bahwa variabel dependent (variabel Y) dapat menjelaskan sebesar 93,8% variabel independent yang terdiri dari biaya komunikasi dengan karyawan (X1), biaya komunikasi dengan sesama pengrajin (X2) biaya komunikasi dengan konsumen (X3), biaya komunikasi dengan instansi pemerintah (X4), biaya komunikasi dengan organisasi UKM (X5), biaya komunikasi untuk pengembangan usaha (X6) dan biaya komunikasi untuk pengembangan pasar baru (X7). Sedangkan sisanya sebesar 6,2% merupakan variabel lain yang tidak diikutkan dalam penelitian ini atau variabel lain diluar model.
 Hasil penelitian diatas diperoleh besarnya  Fhitung = 51.527 pada tingkat kepercayaan 95% dan besarnya Ftabel  adalah 2.42263. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima karena besarnya Fhitung &gt; Ftabel sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama variabel bebas. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Biaya Jasa Telekomunikasi Pada Kerajinan Kayu Jati Di Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro adalah adanya komunikasi yang dilakukan oleh pimpinan dengan karyawannya, dengan sesama pengrajin, dengan konsumen, dengan instansi pemerintah, dengan organisasi UKM, dengan berbagai pihak untuk pengembangan pasar baru. 



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-6483261885561513106?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/6483261885561513106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=6483261885561513106&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6483261885561513106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6483261885561513106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html' title='“Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Biaya Jasa Telekomunikasi Pada Kerajinan Kayu Jati Bojonegoro”…(20)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-7243690949209561712</id><published>2008-04-15T19:15:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T19:15:31.488+07:00</updated><title type='text'>Analisis Usaha pada Industri Kecil ‘Tembakau Campur’  ( Studi Kasus di Kelurahan Wajak Kecamatan Wajak Kabupaten Malang)... (19)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Pembangunan sektor pertanian sistem agribisnis mencakup tiga sub sektor, yaitu : Pertama, sub sektor agribisnis hulu (up stream agribusiness) merupakan suatu kegiatan ekonomi yang menghasilkan dan memperdagangkan sarana produksi pertanian Primer. Kedua, sub sektor usaha tani (on farm agribusiness) atau disebut sektor pertanian. Ketiga, sub sektor agribisnis hilir (down stream agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang mengolah hasil usaha tani menjadi produk olahan beserta kegiatan perdagangannya yang disebut agroindustri hilir (Saragih, 1998).
Salah satu usaha yang ada di kabupaten Malang adalah industri tembakau campur yang menggunakan bahan baku tembakau, cengkeh dan saos rokok. Tembakau campur memiliki keunikan dan keahlian khusus dalam mengelola saos rokok yang akan dipakai. Pada industri ini penggunaan tenaga kerja melibatkan tenaga warga sekitar pabrik dan melibatkan orang dalam keluarga dalam melakukan aktivitas produksi.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis berkeinginan melakukan analisis usaha pada industri tembakau campur di Kabupaten Malang dengan perumusan masalah mengenai : (1) Bagaimana struktur biaya, penerimaan dan keuntungan industri tembakau campur; (2)  berapakah volume produksi dan harga pada industri tembakau campur pada saat usaha mengalami impas.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Keuntungan yang diperoleh pengusaha tembakau campur rata-rata sebesar Rp.  6.985.500,00.  Dari hasil penelitian tingkat Break Even Point / Titik Impas perusahaan pada bulan November 2006 yaitu sebesar Rp.  9.583.333,00. Sedangkan total penjualan yaitu 650 Kg dengan harga berlaku per Kg Rp. 50.000,00 sehingga memiliki total penjualan sebesar Rp. 32.500.000,00. Pada bulan November 2006 perusahaan tembakau campur mendapatkan laba sebesar 21,5%. Peneliti memberikan suatu perencanaan laba yaitu sebesar 10 % dengan keadaan biaya tetap dan harga berlaku konstan, sehingga total penjualan yang harus dicapai yaitu sebesar Rp. 14.162.561,00, atau dengan volume produksi sebesar  283,25 Kg. Biaya pengusahaan tembakau campur rata –rata per bulan pada bulan November 2006 adalah Rp. 25.514.500,00 yang terdiri dari Biaya tetap (FC) rata-rata sebesar Rp. 2.875.000,00 dan Biaya Variabel (VC) rata-rata sebesar Rp. 22.639.500,00. Pendapatan yang diterima oleh pengusaha tembakau campur adalah Rp. 32.000.-000,00. (2) Dari hasil penelitian tentang analisa BEPq ( Break Even Point ) atau minimal produksi tembakau campur sebesar 510,29 Kg dengan produksi pada penelitian bulan November 2006 sebesar 650 Kg, maka pengusaha tembakau Campur ini masih menguntungkan karena produksi Impas lebih kecil dari tingkat produksi rata-rata.
Pada analisa Break Even price (BEPr) untuk harga minimal produksi tembakau campur sebesar Rp. 39.253,00 per Kg dengan harga rata-rata yang diterima produsen sebesar Rp. 50.000,00. Hal ini menunjukkan bahwa harga tembakau campur menguntungkan, karena harga impas lebih kecil dari harga ditingkat produsen. Dalam industri Tembakau Campur ini masih banyak kendala yang dihadapi oleh pengusaha diantaranya permodalan, kompetisi antar pengusaha, pemasaran , teknologi dan mana-jemen manejerial yang kesemuanya dirasa sulit untuk di atasi dan dengan adanya peluang yang dihadapi diantaranya peningkatan produksi, perluasan pemasaran dan peningkatan skala usaha diharapkan mampu mengatasi kendala yang ada sehingga memberikan kesejahteraan pengusaha dalam peningkatan pengembangan skala usaha yang lebih baik.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-7243690949209561712?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/7243690949209561712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=7243690949209561712&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7243690949209561712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/7243690949209561712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisis-usaha-pada-industri-kecil.html' title='Analisis Usaha pada Industri Kecil ‘Tembakau Campur’  ( Studi Kasus di Kelurahan Wajak Kecamatan Wajak Kabupaten Malang)... (19)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-4231348830599232227</id><published>2008-04-15T19:14:00.003+07:00</published><updated>2008-04-15T19:14:58.710+07:00</updated><title type='text'>“Sikap Ibu Rumah Tangga Pedesaan Terhadap Tanaman Obat Keluarga (TOGA) (Study Kasus di Desa Trasak Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan)”...(18)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Tanaman obat merupakan salah satu sumber daya yang sudah ada sejak dahulu kala dimanfaatkan oleh nenek moyang kita dalam upaya mengatasi masalah kesehatan dengan menjadikan berbagai ramuan bahan tanaman obat. Oleh karena itu pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) perlu dikembangkan dan disebar luaskan di masyarakat terutama untuk ibu-ibu rumah tangga.
 Ibu rumah tangga sangat berperan dalam masalah kesehatan, sehingga apabila anggota keluarga ada yang sakit maka ibu rumah tanggalah yang melakukan pencegahan pertama dalam mengatasi masalah kesehatan. Namun dewasa ini banyak kecenderungan perubahan sikap konsumen dalam masalah mengkonsumsi obat-obatan untuk kesehatan. Kesehatan bagi kelangsungan hidup kita sangat penting sekali, karena tanpa kesehatan kita tidak dapat melakukan berbagai aktivitas yang dapat mempertahankan hidup di dunia ini.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Berapa tingkat pengetahuan ibu rumah tangga terhadap tanaman obat keluarga untuk kesehatan, 2) Bagaimana pemanfaatan dan pengelolaan tanaman obat keluarga bagi kesehatan, 3) Bagaimana sikap ibu rumah tangga terhadap obat-obatan farmasi dengan obat-obatan tradisional, 4) Berapa tingkat perbedaan harga obat-obatan tradisional dengan obat-obatan farmasi.
Tujuan dari penelitan ini adalah: 1) Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu rumah tangga terhadap tanaman obat keluarga untuk kesehatan. 2) Untuk mengetahui pemanfaatan dan pengelolaan tanaman obat keluarga bagi kesehatan.3) Untuk mengetahui sikap ibu rumah tangga terhadap obat-obatan farmasi dengan obat  tradisional dan faktor-faktor yang mempengaruhi. 4) Untuk mengetahui tingkat perbedaan harga obat tradisional dengan obat-obatan farmasi.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus yaitu dengan interview, observasi dan kuisioner yang diperoleh langsung dari ibu-ibu rumah tangga di Desa Trasak Kecamatan larangan Kabupaten Pamekasan Madura.
Metode analisis yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas untuk menganalisis tentang pengetahuan dan sikap dari ibu rumah tangga terhadap tanaman obat keluarga (TOGA). Sedang untuk mengetahui tingkat penghematan pengeluaran ibu rumah tangga terhadap tanaman obat keluarga (TOGA) menggunakan uji-t yang dilakukan dengan uji dua arah.
Hasil penelitian
1. Berdasarkan hasil perhitungan total skor pengetahuan, maka dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu rumah tangga tentang tanaman obat keluarga (TOGA) berada pada rentang skala penilaian baik, hal ini ditunjukkan oleh rata-rata skor variabel menyatakan sebesar 153,07.
2. Berdasarkan hasil perhitungan, maka dapat diketahui bahwa sikap ibu rumah tangga tentang tanaman obat keluarga (TOGA) berada pada rentang skala penilaian baik, hal ini ditunjukkan oleh rata-rata skor variable pengetahuan sebesar 157,14.
3.  Berdasarkan hasil uji perbandingan harga obat farmasi dengan harga obat tradisional terhadap beberapa jenis penyakit adalah terdapat perbedaan yang nyata antara harga obat farmasi dengan harga obat tradisional yaitu diketahui bahwa obat tradisional mempunyai harga yang lebih murah dibandinglan dengan harga obat farmasi. Hal ini dikarenakan  harga obat tradisional memiliki rata-rata harga yang relatief lebih murah dibandingkan dengan harga obat tradisional. Beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu pengalaman pribadi, usia, pendidikan, informasi dari luar ( televisi, radio, internet), pendapatan, sosial dan budaya. Dalam hal ini sikap ibu rumah tangga mempengaruhi dalam mengkonsumsi tanaman obat keluarga misalnya tentang penghematan dalam memilih dan mengkonsumsi obat-obatan baik dari obat tradisional maupun obat farmasi.
4. Manfaat dan pengolahan dari tanaman obat bagi kesehatan sangat mudah, sehingga siapapun yang ingin membuat jamu dari tanaman obat keluarga tersebut dapat melakukannya. Ibu-ibu rumah tangga juga dapat melakukan nya dalam membuat jamu dari TOGA tersebut karena ibu rumah tangga sering menjumpai tanaman obat ini. Tanaman obat keluarga ini seperti kunyit, jahe, lengkuas, kencur dan temulawak.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-4231348830599232227?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/4231348830599232227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=4231348830599232227&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4231348830599232227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/4231348830599232227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/sikap-ibu-rumah-tangga-pedesaan.html' title='“Sikap Ibu Rumah Tangga Pedesaan Terhadap Tanaman Obat Keluarga (TOGA) (Study Kasus di Desa Trasak Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan)”...(18)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-6187125259259074108</id><published>2008-04-15T19:14:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T19:14:30.694+07:00</updated><title type='text'>“Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kecamatan Junrejo Kota Batu” ... (17)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 

Penyuluhan pertanian merupakan pendidikan non formal bagi petani beserta keluarganya yang meliputi kegiatan dalam ahli pengetahuan dan ketrampilan dari penyuluh lapangan kepada petani dan keluarganya berlangsung melalui proses belajar mengajar. Penyuluhan pertanian harus ahli pertanian yang berkompeten, disamping bisa berkomunikasi secara efektif dengan petani sehingga dapat mendorong minat belajar mereka dan harus berorientasi pada masalah yang dihadapi oleh petani, sesuai dengan kenyataan dan pemahaman mereka.
 Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kecamatan Junrejo, adakah kendala para penyuluh pertanian di lapang serta bagaimana kewenangan dan kompetensi penyuluh pada masyarakat tani saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kecamatan Junrejo, mengetahui berbagai kendala yang dihadapi oleh penyuluh pertanian di lapang serta mengetahui kewenangan dan kompetensi yang dimiliki oleh penyuluh pertanian pada kelompok tani di Kecamatan Junrejo.
 Daerah penelitian ini dilakukan dengan sengaja yaitu di Kecamatan Junrejo Kota Batu dengan pertimbangan desa yang sangat berpotensi untuk diteliti. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 15 kelompok tani yang aktif yaitu pada masing-masing kelompok tani diambil 2 responden dan 4 responden penyuluh.  Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dan skala likert untuk pengukuran indikator. 
 Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa peranan penyuluh pertanian di Kecamatan Junrejo sudah berjalan optimal dan bisa memposisikan dirinya sebagai mitra dan fasilitator petani dengan melakukan peranan yang sesuai antara lain sebagai pembimbing, organisator dan dinamisator, teknisi serta sebagai konsultan petani. Upaya pengembangan kelompok tani oleh penyuluh pertanian maupun kelompok tani sendiri sudah berjalan baik, hal ini dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tani dengan adanya klompencapir, pameran pertanian, pelatihan agribisnis, dan prestasi yang diraih oleh kelompok tani. Fasilitas yang terdapat pada kelompok tani sudah cukup memadai walaupun ada beberapa yang belum mendapat bantuan dari pemerintah. Prestasi yang diraih oleh beberapa kelompok tani juga sudah baik dengan segala keterbatasan sarana.
 Berdasarkan pendekatan wilayah kemampuan kelompok tani dibedakan menjadi kelas pemula, kelas lanjut, kelas madya, dan kelas utama. Kendala yang sering dihadapi penyuluh di lapang yaitu rendahnya tingkat partisispasi dalam penyuluh pertanian karena sistem pendanaaan yang kurang sehingga menyebabkan rendahnya kinerja penyuluh pertanian. Metode penyampaian materi juga masih menggunakan cara tradisional. Pertemuan kelompok yang masih sebagian tidak sesuai dengan jadwal pertemuan karena alasan banyaknya kesibukan kerja bagi petani terkadang juga menjadi hambatan bagi penyuluh untuk menjalankan tugasnya.
Kompetensi Penyuluh merupakan kemampuan dan kemauan yang kuat penyuluh dalam upaya pengembangan dan kemajuan kelompok. Penyuluh pertanian kedepan menghadapi kepada berbagai tantangan berupa perubahan lingkungan sosial ekonomi yang dinamis baik di tingkat daerah dan nasional maupun global, sehingga petani mampu menjadi mitra sejajar dengan pemerintah dan pengusaha. Karena pada kenyataannya saat ini belum diadakan uji kompetensi penyuluh pertanian untuk mengembangkan petani yang berdaya saing.Dengan bukti kehadiran penyuluh di lapangan, petani menjadi lebih kompak, karena pada dasarnya keberhasilan petani adalah kebanggaan penyuluh juga.


&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-6187125259259074108?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/6187125259259074108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=6187125259259074108&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6187125259259074108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/6187125259259074108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/peranan-penyuluh-pertanian-dalam.html' title='“Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kecamatan Junrejo Kota Batu” ... (17)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7142104061811973058.post-1784726098284042931</id><published>2008-04-15T19:13:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T19:13:57.891+07:00</updated><title type='text'>“Analisa Pendapatan Usahatani dan Persepsi Petani pada Bawang Merah Organik”. (Studi kasus di Desa Sajen, Kecamatan Pacet,Kabupaten Mojokerto)... (16)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; 
Program intensifikasi pertanian melalui penerapan teknologi pertanian, seperti penggunaan pupuk kimia, pestisida kimia dan bibit unggul, ternyata menyisakan suatu masalah bagi kelestarian lingkungan. Budaya bertani secara konvensional yang selama ini diterapkan oleh petani semakin tidak menguntungkan dan biaya produksinya semakin besar. Akibat penggunaan bahan-bahan kimia yang terus menerus, maka berdampak pada ketidakseimbangan lingkungan. Pertanian organik merupakan solusi atau alternatif terbaik untuk mengatasi kemerosotan hasil produksi, biaya produksi yang tinggi, dan kerusakan lingkungan. Berbagai penilaian positif tentang usahatani organik ini ternyata belum mampu menarik minat petani untuk beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik. Persepsi tidak selalu identik dengan pengambilan keputusan, dalam hal ini adalah keputusan berusahatani organik atau an-organik. 
Tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Untuk mengetahui dan membandingkan perbedaan biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani bawang merah organik dan non-organik. 2). Untuk mengetahui persepsi petani bawang merah organik dan non-organik tentang usahatani organik. 
Hipotesa yang diambil dalam penelitian ini adalah diduga tingkat pendapatan dan efisiensi usahatani bawang merah organik lebih tinggi dibandingkan dengan usahatani bawang merah non-organik. 
Penelitian ini dilakukan di Desa Sajen,  Kecamatan Pacet, Mojokerto. Pemilihan tempat dilakukan secara purposive, karena daerah ini merupakan sentra pengembangan dan penghasil produk-produk organik, khususnya bawang merah. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer (wawancara dan dilengkapi dengan questioner), data sekunder (literatur, kantor desa, dan instansi terkait). Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : analisa pendapatan usahatani (analisa biaya, penerimaan, pendapatan, dan efisiensi usahatani) yang selanjutnya diuji dengan uji t. Selain itu analisa deskriptif, untuk menjelaskan permasalahan yang menyangkut persepsi petani.
Dari hasil analisa usahatani bawang merah organik dan non-organik, disimpulkan bahwa rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp. 20.479.547,53 (organik) dan Rp. 22.336.195,52 (non-organik), sedangkan produksi masing-masing usahatani adalah sebesar 9.634,14 dan 9.647,43 kg/ha dengan harga produksi Rp. 2.933,33 (organik) dan Rp. 2.900,- (non-organik), sedangkan penerimaan yang diterima adalah sebesar Rp. 28.278.209,88 (organik) dan Rp. 27.971.778,42 (non-organik). Sehingga rata-rata pendapatan petani bawang merah organik lebih besar daripada rata-rata pendapatan petani bawang merah non-organik, yaitu masing-masing sebesar Rp. 7.798.662,35 untuk organik dan Rp. 5.635.582,9 untuk non-organik, dengan R/C ratio masing-masing sebesar 1,38 dan 1,26, maka usahatani bawang merah organik lebih efisien dan menguntungkan. Selanjutnya dari hasil uji t diperoleh hasil bahwa nilai t hitung sebesar 2,179 dan t tabel (0,05: 20) = 2,086, sehingga t hitung &gt; t tabel, berarti tolak Ho atau rata-rata pendapatan usahatani bawang merah organik lebih tinggi daripada pendapatan usahatani bawang merah non-organik pada taraf  kepercayaan 95%.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa persepsi petani organik dan non-organik terhadap usahatani bawang merah organik adalah positif. Berdasarkan skor rata-rata persepsi petani organik tentang usahatani bawang merah organik adalah 30,11 (&gt;24-36) atau sebesar 83,64%, sedangkan skor rata-rata petani bawang merah non-organik adalah 25,85 (&gt;24-36) atau 66,27%, maka keduanya memiliki persepsi positif. Dari hasil analisa uji beda persepsi petani pada bawang merah organik, maka diperoleh t hitung sebesar 5,391 &gt; t tabel 2,086, berarti tolak Ho atau rata-rata persepsi petani bawang merah organik lebih positif daripada persepsi petani bawang merah non-organik pada taraf kepercayaan 95%.



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7142104061811973058-1784726098284042931?l=ilmiahpertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/feeds/1784726098284042931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7142104061811973058&amp;postID=1784726098284042931&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1784726098284042931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7142104061811973058/posts/default/1784726098284042931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahpertanian.blogspot.com/2008/04/analisa-pendapatan-usahatani-dan.html' title='“Analisa Pendapatan Usahatani dan Persepsi Petani pada Bawang Merah Organik”. (Studi kasus di Desa Sajen, Kecamatan Pacet,Kabupaten Mojokerto)... (16)'/><author><name>skripsi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12290069510315752613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
